Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

4 Strategi Penjualan Yang Efektif Meningkatkan Usaha Kecil/UMKM

November 07, 2021 Add Comment
Di Indonesia berdasarkan database hingga tahun 2021, jumlah UKM tercatat mencapai 52 juta UKM. Akan tetapi perkembangan UKM masih terhambat oleh berbagai persoalan seperti modal, manajemen bisnis sampai strategi pemasaran. Khususnya untuk promosi dan pemasaran, strategi penjualan yang efektif sekarang bisa melalui internet. 

Strategi Penjualan Untuk Usaha Kecil

Strategi Yang Perlu Dipertimbangkan Untuk Pengembangan Usaha Kecil


Di Indonesia berdasarkan database hingga tahun 2021, jumlah UKM tercatat mencapai 52 juta UKM. Akan tetapi perkembangan UKM agar berkembang masih terhambat berbagai persoalan seperti modal, manajemen bisnis sampai strategi pemasaran.Padahal, khususnya soal pemasaran, dengan memanfaatkan internetpelaku UKM bisa lebih meningkatkan pemasarannya. Lalu, bagaimana caranya meningkatkan usaha kecil menengah melalui internet?


Sebelum mengetahui Cara Meningkatkan Usaha Kecil dan UKM dengan Manfaat Internet, ada hal yang tak kalah pentingnya untuk dibahas yaitu mengenai strategi pengembangan UKM. Ini penting, sebab tanpa strategi yang tepat, usaha kecil menengah akan sulit berkembang.



#1 Segmentasi pasar

Dalam merancang suatu produk, UKM harus menjalankan segmentasi pasar. Cara ini yang juga dilakukan usaha-usaha besar dalam mempersiapkan produknya. Sebuah produk atau jasa, harus membidik pasar tertentu agar manfaat dari sebuah produk bisa maksimal dirasakan konsumen. Sebab, tiap market punya kebutuhan yang berbeda. Dengan melakukan segmentasi pasar,  usaha kecil menengah bisa lebih mengoptimalkan setiap produk yang dikeluarkannya.


#2 Menjadi pemimpin pasar


Ini mungkin sering dilupakan oleh usaha kecil menengah. Yang penting penjualan lancar, rasanya sudah cukup. Padahal, untuk melakukan lompatan yang lebih besar, UKM harus bekerja lebih keras agar bisa menjadi pemimpin pasar. Terlena dengan kenyamanan yang sudah dirasakan bisa menjadi blunder besar bagi sebuah usaha. Sebab situasi bisnis tidak berhenti berubah.


#3 Kerjasama antar usaha kecil menengah 


Melakukan kerjasama dengan sesama pelaku usaha kecil menengah perlu juga dilakukan agar bisa saling memperkuat usaha. Misalnya bisa dibuat paket promosi bersama yang bisa saling menguntungkan kedua UKM.


#4 Memanfaatkan Internet


Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan internet meningkat secara signifikan. Internet tidak lagi hanya buat mencari informasi, tapi juga untuk berpromosi dan berjualan. Coba lihat Lazada, Bukalapak, mereka sukses membuka e-commerce atau toko online sendiri dengan memanfaatkan internet.

Nah itulah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan usaha kecil menengah. Mengembangkan UKM sangat erat kaitannya dengan peningkatan penjualan. Khususnya untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil, berikut ini adalah trik yang efektif untuk meningkatkan penjualan produk.


Strategi Yang Efektif Untuk Meningkatkan Penjualan Produk UKM 

Untuk meningkatkan penjualan, usaha kecil menengah (UKM) harus gencar melakukan promosi. Salah satunya adalah lewat internet. Berikut strategi penjualan yang efektif utuk meningkatkan usaha kecil dan UMKM lewat internet. 



1. Membuat Website atau Blog Sendiri

Memiliki situs atau web sendiri sudah menjadi keharusan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang ingin maju. Dengan situs tersebut, UKM bisa mempromosikan produk-produk yang dimilikinya ke seluruh dunia.


Blog. Punya blog mendatangkan manfaat besar bagi usaha kecil menengah. Sebab akan membuat promosi yang dilakukan lebih lincah.


Sekarang orang sudah bisa belajar membuat blog atau website. Membuat blog gratis sendiri bisa membuat anda jadi mandiri untuk mengembangkan usaha. Anda juga bisa membuat website profesional baik untuk kebutuhan anda sendiri maupun untuk kebutuhan pemasaran. Dengan menggunakan website atau blog gratis, anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Website sangat bermanfaat karena jangkauannya lebih luas.


2. Menggunakan Sosial media (Facebook, Instragram, Youtube)

Peran social media makin penting bagi kehidupan masyarakat saat ini. Usaha kecil menengah tidak boleh ketinggalan berada di dalamnya untuk lebih mendekatkan diri dengan pasar. Pengelolaan sosial media yang tepat, seperti dengan menerapkan Facebook Marketing bisa meledakkan bisnis ukm. 


Selain Facebook, anda bisa memanfaatkan Twitter dan Instagram untuk memasarkan dan menjual produk-produk anda. Apalagi menggunakan media social sekarang sangat mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya banyak, paling-paling cuma perlu beli kuota internet bulanan. Di Youtube anda bahkan bisa dengan jelas memaparkan kelebihan produk yang anda miliki.

3. Membuat Fanspage 

Membuat fanspage sendiri di media sosial seperti Facebook sangat bermanfaat untuk anda agar pengguna facebook bisa lebih jauh mengenal dan menyukai produk-produk anda. Anda bisa memposting apa saja di fanspage.

4. Ikut Pelatihan UMKM

Pelatihan adalah salah satu cara untuk mendapatkan wawasan sekaligus kemampuan mengembangkan potensi. Khususnya untuk mengembangkan usaha kecil dan bidang UMKM, kelompok UKM perlu mengikuti pelatihan UMKM. Untuk itu para pelaku usaha kecil perlu mengakses info pelatihan dari lembaga pelatihan, misalnya info pelatihan Pusdiklat Pemendagri.

Dengan mengakses informasi seputar pelatihan, pelaku usaha bisa mengetahui info jadwal Diklat, materi Bimtek, maupun lokasi pelatihan. Mengingat Pusdiklat Pemendagri adalah salah satu lembaga penyelenggara Bimtek dan Diklat terbaik saat ini.

Itulah beberapa Strategi Penjualan Yang Efektif Untuk Meningkatkan Usaha Kecil dan UMKM bagi anda yang ingin mengembangkan dan meningkatkan usaha kecil.. Semoga bermanfaat ya sob.

Pemerintah RI Dapat Dana Hibah USD 600 Juta Dari AS

November 07, 2021 Add Comment
Pemberdayaan
Pemerintah RI Dapat Dana Hibah USD 600 Juta Dari AS. Pemerintah Indonesia menerima dana hibah dari pemerintah Amerika Serikat sebesar USD 600 juta, melalui Millennium Challenge Corporation (MCC).


Pemberian hibah tersebut dilaksanakan dalam bentuk Program Compact, yang telah ditandatangani oleh Menteri Keuangan, Agus D.W. Martowardojo dan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton bersamaan dengan KTT ASEAN Summit di Bali pada tanggal 19 November 2021. Hal ini dijelaskan oleh Wakil Menteri PPN/ Wakil Kepala Bappenas, Dr. Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo, MA, pada Konferensi Pers Compact Program Hibah MCC, hari Jumat, (31/8), di Ruang SG 1-2, Gedung Bappenas.


Dana hibah tersebut, ujar Pak Lukita, diberikan dengan tujuan utamanya untuk mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi (Reducing Poverty Through Economic Growth). Program ini terdiri atas :
  1. Program Modernisasi Sistem Pengadaan (Procurement Modernization), 
  2. Program Peningkatan Nutrisi Anak Usia Dini untuk mencegah kekerdilan (Stunting), dan 
  3. Program Kemakmuran Hijau (Green Prosperity),
di mana dengan separuh dari total dana hibah akan difokuskan untuk program ketiga ini. “Semua kegiatan dan proses persiapan sepenuhnya ada di tangan pemerintah Indonesia, dan Indonesia sudah mempersiapkannya sejak tahun 2021,” papar Pak Lukita kepada sejumlah wartawan. 


Senada dengan pernyataan Pak Lukita, Mr. Troy Wray, Country Director Program MCC for Indonesia, mengatakan bahwa bentuk kegiatan program hibah MCC ini semua ditentukan sendiri oleh Pemerintah Indonesia, dan Pemerintah AS sangat mendukung dan sangat antusias untuk melaksanakan program tersebut. Sementara itu, jumlah alokasi dana untuk masing-masing Program Compact tersebut, diperkirakan adalah USD 150 untuk progam procurement, USD 130 untuk program stunting dan yang terbesar, sebanyak USD 330 untuk program green prosperity


Dijelaskan lagi, oleh Pak Lukita bahwa Program Compact ini memiliki batas waktu selama lima tahun yang diberlakukan sejak penandatanganan Entry Into Force, sebagai tanda awal dimulainya Program Compact yang akan dilakukan pada akhir tahun 2012. “Semua kegiatan akan dilakukan secara paralel, semua dilaksanakan secara bersamaan dan dilakukan secara transparan,” tukas Pak Lukita.

Dengan adanya dana hibah tersebut, mungkinkah dapat menyentuh sasaran program khususnya masyarakat miskin ? Yang pasti, manfaat penambahan anggaran dana sosial apapun bentuknya haruslah terasa oleh seluruh masyarakat, khususnya kaum marginal 




(sumber : Bappenas - Pemerintah Indonesia Terima Dana Hibah USD 600 juta dari AS - (3/9/2012)

Usaha Kecil dan Koperasi Strategi Pemerintah Meningkatkan Ekonomi

November 07, 2021 Add Comment
Usaha Kecil
Usaha Kecil dan Koperasi Menjadi Strategi Keseriusan Pemerintah Meningkatkan Ekonomi khususnya bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan usaha kecil (UMKM) dan koperasi dalam menyokong ekonomi nasional di tengah kemelut ekonomi dunia. 



Usaha kecil dan prospek ekonomi 2021-2021 memiliki keterkaitan erat dengan eksistensi koperasi, dimana keduanya saling mendukung. Koperasi merupakan pilihan alternatif yang seharusnya menjadi pilihan utama para pengusaha kecil khususnya pelaku industri rumah tangga, karena koperasi memiliki syarat-syarat yang sangat meringankan dan benar-benar membantu home industry.

Selain melalui kerja sama dengan koperasi, usaha kecil juga memiliki prospek melalui revitalisasi pasar, namun semuanya bergantung dengan strategi dan kebijakan pemerintah bagaimana agar dapat terakomodasi dengan baik.

Seperti telah dikemukakan sebelumnya, usaha kecil UKM dan koperasi sangat mendorong ekonomi nasional untuk mampu bersaing dalam kancah dunia. Di tengah mundurnya ekonomi makro secara global, usaha kecil UKM dan koperasi dapat menjadi benteng penyokong para usahawan kecil sehingga tidak terlalu terhantam imbas ketidakstabilan ekonomi dunia.

Seluruh komponen gerakan koperasi mempunyai kewajiban mengembangkan lembaga koperasi yang menjadi mesin penggerak bagi peningkatan perekonomian seluruh anggota. Untuk meningkatkan kinerja lembaga itu, pemerintah tidak akan pernah lepas tangan. "Jika pemerintah tidak berpihak, bagaimana mungkin jumlah koperasi bisa meningkat dari tahun ke tahun. Tahun pertama saya bekerja di instansi ini, jumlah koperasi sekitar 170.000 unit dan pada tahun ini sudah mencapai 192.000 lebih," tutur Syarief Hasan.


Peningkatan atau pertumbuhan koperasi secara otomatis meningkatkan jumlah keanggotaan yang sebelumnya sekitar 30 juta, kini meningkat ke angka 33 juta. Berdasarkan data-data tersebut, membuktikan bahwa pemerintah selalu mendampingi perkembangannya.


Pendampingan tersebut mencakup dari sisi kelembagaan maupun permodalan yeng menjadi kunci utama bagi setiap koperasi meningkatkan kinerjanya. Dalam konteks ini termasuk Koperasi Pegawai Republik Indonesia Dhaya Harta.


Secara rinci Menkop menjelaskan, memasuki tahun ketiga RPJM 2021-2021, pertumbuhan koperasi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 6,03 persen dari tahun 2021. Jumlah koperasi sampai dengan pertengahan tahun 2012 ini mengalami peningkatan sebanyak 192.443 unit dengan jumlah anggota sebanyak 33.687.417 orang.


Syarief Hasan menuturkan, salah satu pendukung peningkatan jumlah koperasi yaitu program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) dari Kementerian Koperasi dan UKM yang bekerja sama dan bersinergi dengan DEKOPIN dan sesuai dengan arahan serta direktif Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melakukan gerakan revitalisasi koperasi.


"Peningkatan kinerja kelembagaan dan kinerja usaha atau ekonomi koperasi ini dapat dipastikan pula dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja sampai dengan bulan Mei 2012 sebesar 425.822 orang, dan mampu memberikan kontribusinya dalam menurunkan angka pengangguran dan penurunan angka kemiskinan di Indonesia," jelasnya.


Meskipun terjadi peningkatan dan keberasilan, Menkop sadar masih adanya yang perlu dibenahi antara lain pengawasan operasional koperasi, peningkatan kualitas koperasi, penyalahgunaan nama koperasi dan masih adanya koperasi yang tidak aktif.


(referensi : Kemenkop-UKM : Jumlahnya Terus Meningkat, Pemerintah Serius Kembangkan Koperasi) 

Pertumbuhan Indonesia Peringkat Kedua Terpesat Kelompok G20

November 07, 2021 Add Comment
Pemberdayaan Manusia
Pertumbuhan Indonesia Peringkat Kedua Terpesat Kelompok G20. Saat ini Indonesia adalah negara anggota G20 dengan pertumbuhan terpesat kedua karena kondisi perekonomian Indonesia sampai dengan triwulan II tahun 2012 tumbuh dengan sangat kuat.


Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), M. Chatib Basri, dalam acara seminar yang diadakan oleh Bappenas “Understanding the Linkages between Trade and Investment Policies”. Indikator pertumbuhan itu terlihat dari performance yang dicapai sampai dengan Q2 2012 perekonomian Indonesia tumbuh mencapai 6,4%, sementara sampai akhir tahun 2021 perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6,5 %. Bahkan dengan PDB mencapai US$ 1 triliun pada tahun 2021, Indonesia merupakan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, juga merupakan 48% perekonomian ASEAN.

Dari sisi kondisi fiskal dan moneter, jelas Chatib Basri, Indonesia jauh lebih baik daripada negara-negara Eropa karena beban fiskal yang lebih kecil. Ketua BKPM mengatakan, berdasarkan Rating Agency Internasional, Fitch Rating dan Moody’s Investor Service, peringkat Indonesia telah meningkat menjadi Investment Grade.

Dalam hal ini, BKPM, jelas Chotib Basri, akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi. Dari total kebutuhan investasi Indonesia sebesar Rp 12,460 triliun, peran investasi swasta memiliki andil yang cukup besar, yaitu Rp 10,643 triliun (85,4%), dibandingkan dengan peran investasi pemerintah yang sebesar Rp 1,816 triliun (14,6%). Di samping sebagai roda pendorong pertumbuhan ekonomi, investasi merupakan sumber penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Keberadaan investasi PMDN dan PMA diperkirakan akan dapat memberikan efek ganda terhadap penyerapan tenaga kerja secara tidak langsung sebesar 4 kali lipat, terang Chatib Basri lagi. 


(sumber : Bappenas - BKPM : Indonesia Negara Anggota G20 dengan Pertumbuhan Terpesat Kedua (30/8/2012)

Manfaat Koperasi Dan Koreksi Surat Edaran Revitalisasi Koperasi

November 07, 2021 Add Comment
Koperasi

Manfaat Koperasi Dan Koreksi Surat Edaran Revitalisasi Koperasi - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada 21 September 2012 mengeluarkan surat edaran kepada para gubernur se-Indonesia.

Surat edaran tersebut berisi penjelasan dan koreksi atas surat edaran yang dikeluarkan pada 16 Agustus 2012 perihal revitalisasi badan usaha koperasi dengan pembentukan usaha PT/CV.


"Dalam penjelasan disebutkan bahwa koperasi yang memiliki total aset lebih dari Rp 5 miliar, apabila diperlukan untuk meningkatkan jenis usaha lain, dapat melakukan diversifikasi usaha dengan membentuk unit usaha lain dalam bentuk PT (perseroan terbatas)." kata Deputi Menteri Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Braman Setyo, di Jakarta, Selasa (25/9). 


Sementara itu, diversifikasi usaha koperasi dengan membentuk CV (commanditaire vennootschap) tak dibenarkan. Ini adalah koreksi dari surat edaran sebelumnya yang mendorong revitalisasi badan usaha koperasi untuk membentuk unit usaha dalam bentuk PT atau CV.


Braman mengatakan, dorongan revitalisasi badan usaha koperasi tersebut dalam rangka menghadapi ASEAN Economic Community 2021 yang memerlukan langkah cepat dan tepat untuk memperkuat daya saing badan usaha koperasi.


Diversifikasi usaha koperasi dengan membentuk unit usaha lain berbentuk PT itu. Braman melanjutkan, harus lebih dulu mendapatkan persetujuan rapat anggota tahunan (RAT) dan hasil usahanya harus dipertanggungjawabkan dalam forum tertinggi, yakni RAT koperasi.


"Apabila RAT mempersilakan koperasi tersebut membentuk unit usaha lain dalam bentuk PT,ya silakan berlanjut Namun kalau RAT memutuskan tidak mau, ya tidak usah dipaksa. Artinya seperti itu," kata Braman.


Braman menuturkan, pihaknya tidak memodifikasi model seperti ini karena selama ini banyak koperasi mempunyai unit usaha dalam bentuk PT. Dia mencontohkan, PUSKUD di Jawa Timur memiliki unit usaha berbentuk PT yang bergerak di bidang angkutan.


Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Revrisond Baswir, ketika dihubungi dari Jakarta, tidak sependapat dengan langkah revitalisasi koperasi dengan membentuk unit usaha berbentuk PT.
"Menurut saya, cara tersebut keblinger karena secara prinsip koperasi dengan PT itu berbeda," kata Revrisond. Revrisond menegaskan, bentuk koperasi jangan dijadikan alasan rendahnya daya saing.
"Rabobank, misalnya, juga koperasi. Jadi, jangan kok alasan bentuk itu dijadikan sebagai alasan. Harus dicari akar masalah mengapa daya saing koperasi sampai harus ditingkatkan, dan selesaikan masalah itu," ujarnya.


Revrisond juga mempertanyakan langkah yang sudah dilakukan Kemenkop dan UKM untuk meningkatkan daya saing koperasi di Indonesia. "Apa yang selama ini sudah dilakukan Kemenkop agar daya saing koperasi iini? Daripada merevitalisasi koperasi, lebih tepat kalau Kemenkop yang direvitalisasi agar mampu meningkatkan daya saing koperasi." tuturnya.


Revrisond mengatakan, pemerintah seharusnya mencari cara lain untuk meningkatkan daya saing koperasi. Hambatan yang selama ini dihadapi koperasi harus dihilangkan, misalnya bank yang menutup diri pada koperasi.

(sumber : Kemenkop-UKM : Surat Edaran Revitalisasi Koperasi Dikoreksi )