Showing posts with label UKM. Show all posts
Showing posts with label UKM. Show all posts

4 Strategi Penjualan Yang Efektif Meningkatkan Usaha Kecil/UMKM

November 07, 2021 Add Comment
Di Indonesia berdasarkan database hingga tahun 2021, jumlah UKM tercatat mencapai 52 juta UKM. Akan tetapi perkembangan UKM masih terhambat oleh berbagai persoalan seperti modal, manajemen bisnis sampai strategi pemasaran. Khususnya untuk promosi dan pemasaran, strategi penjualan yang efektif sekarang bisa melalui internet. 

Strategi Penjualan Untuk Usaha Kecil

Strategi Yang Perlu Dipertimbangkan Untuk Pengembangan Usaha Kecil


Di Indonesia berdasarkan database hingga tahun 2021, jumlah UKM tercatat mencapai 52 juta UKM. Akan tetapi perkembangan UKM agar berkembang masih terhambat berbagai persoalan seperti modal, manajemen bisnis sampai strategi pemasaran.Padahal, khususnya soal pemasaran, dengan memanfaatkan internetpelaku UKM bisa lebih meningkatkan pemasarannya. Lalu, bagaimana caranya meningkatkan usaha kecil menengah melalui internet?


Sebelum mengetahui Cara Meningkatkan Usaha Kecil dan UKM dengan Manfaat Internet, ada hal yang tak kalah pentingnya untuk dibahas yaitu mengenai strategi pengembangan UKM. Ini penting, sebab tanpa strategi yang tepat, usaha kecil menengah akan sulit berkembang.



#1 Segmentasi pasar

Dalam merancang suatu produk, UKM harus menjalankan segmentasi pasar. Cara ini yang juga dilakukan usaha-usaha besar dalam mempersiapkan produknya. Sebuah produk atau jasa, harus membidik pasar tertentu agar manfaat dari sebuah produk bisa maksimal dirasakan konsumen. Sebab, tiap market punya kebutuhan yang berbeda. Dengan melakukan segmentasi pasar,  usaha kecil menengah bisa lebih mengoptimalkan setiap produk yang dikeluarkannya.


#2 Menjadi pemimpin pasar


Ini mungkin sering dilupakan oleh usaha kecil menengah. Yang penting penjualan lancar, rasanya sudah cukup. Padahal, untuk melakukan lompatan yang lebih besar, UKM harus bekerja lebih keras agar bisa menjadi pemimpin pasar. Terlena dengan kenyamanan yang sudah dirasakan bisa menjadi blunder besar bagi sebuah usaha. Sebab situasi bisnis tidak berhenti berubah.


#3 Kerjasama antar usaha kecil menengah 


Melakukan kerjasama dengan sesama pelaku usaha kecil menengah perlu juga dilakukan agar bisa saling memperkuat usaha. Misalnya bisa dibuat paket promosi bersama yang bisa saling menguntungkan kedua UKM.


#4 Memanfaatkan Internet


Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan internet meningkat secara signifikan. Internet tidak lagi hanya buat mencari informasi, tapi juga untuk berpromosi dan berjualan. Coba lihat Lazada, Bukalapak, mereka sukses membuka e-commerce atau toko online sendiri dengan memanfaatkan internet.

Nah itulah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan usaha kecil menengah. Mengembangkan UKM sangat erat kaitannya dengan peningkatan penjualan. Khususnya untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil, berikut ini adalah trik yang efektif untuk meningkatkan penjualan produk.


Strategi Yang Efektif Untuk Meningkatkan Penjualan Produk UKM 

Untuk meningkatkan penjualan, usaha kecil menengah (UKM) harus gencar melakukan promosi. Salah satunya adalah lewat internet. Berikut strategi penjualan yang efektif utuk meningkatkan usaha kecil dan UMKM lewat internet. 



1. Membuat Website atau Blog Sendiri

Memiliki situs atau web sendiri sudah menjadi keharusan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang ingin maju. Dengan situs tersebut, UKM bisa mempromosikan produk-produk yang dimilikinya ke seluruh dunia.


Blog. Punya blog mendatangkan manfaat besar bagi usaha kecil menengah. Sebab akan membuat promosi yang dilakukan lebih lincah.


Sekarang orang sudah bisa belajar membuat blog atau website. Membuat blog gratis sendiri bisa membuat anda jadi mandiri untuk mengembangkan usaha. Anda juga bisa membuat website profesional baik untuk kebutuhan anda sendiri maupun untuk kebutuhan pemasaran. Dengan menggunakan website atau blog gratis, anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Website sangat bermanfaat karena jangkauannya lebih luas.


2. Menggunakan Sosial media (Facebook, Instragram, Youtube)

Peran social media makin penting bagi kehidupan masyarakat saat ini. Usaha kecil menengah tidak boleh ketinggalan berada di dalamnya untuk lebih mendekatkan diri dengan pasar. Pengelolaan sosial media yang tepat, seperti dengan menerapkan Facebook Marketing bisa meledakkan bisnis ukm. 


Selain Facebook, anda bisa memanfaatkan Twitter dan Instagram untuk memasarkan dan menjual produk-produk anda. Apalagi menggunakan media social sekarang sangat mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya banyak, paling-paling cuma perlu beli kuota internet bulanan. Di Youtube anda bahkan bisa dengan jelas memaparkan kelebihan produk yang anda miliki.

3. Membuat Fanspage 

Membuat fanspage sendiri di media sosial seperti Facebook sangat bermanfaat untuk anda agar pengguna facebook bisa lebih jauh mengenal dan menyukai produk-produk anda. Anda bisa memposting apa saja di fanspage.

4. Ikut Pelatihan UMKM

Pelatihan adalah salah satu cara untuk mendapatkan wawasan sekaligus kemampuan mengembangkan potensi. Khususnya untuk mengembangkan usaha kecil dan bidang UMKM, kelompok UKM perlu mengikuti pelatihan UMKM. Untuk itu para pelaku usaha kecil perlu mengakses info pelatihan dari lembaga pelatihan, misalnya info pelatihan Pusdiklat Pemendagri.

Dengan mengakses informasi seputar pelatihan, pelaku usaha bisa mengetahui info jadwal Diklat, materi Bimtek, maupun lokasi pelatihan. Mengingat Pusdiklat Pemendagri adalah salah satu lembaga penyelenggara Bimtek dan Diklat terbaik saat ini.

Itulah beberapa Strategi Penjualan Yang Efektif Untuk Meningkatkan Usaha Kecil dan UMKM bagi anda yang ingin mengembangkan dan meningkatkan usaha kecil.. Semoga bermanfaat ya sob.

Usaha Kecil dan Koperasi Strategi Pemerintah Meningkatkan Ekonomi

November 07, 2021 Add Comment
Usaha Kecil
Usaha Kecil dan Koperasi Menjadi Strategi Keseriusan Pemerintah Meningkatkan Ekonomi khususnya bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan usaha kecil (UMKM) dan koperasi dalam menyokong ekonomi nasional di tengah kemelut ekonomi dunia. 



Usaha kecil dan prospek ekonomi 2021-2021 memiliki keterkaitan erat dengan eksistensi koperasi, dimana keduanya saling mendukung. Koperasi merupakan pilihan alternatif yang seharusnya menjadi pilihan utama para pengusaha kecil khususnya pelaku industri rumah tangga, karena koperasi memiliki syarat-syarat yang sangat meringankan dan benar-benar membantu home industry.

Selain melalui kerja sama dengan koperasi, usaha kecil juga memiliki prospek melalui revitalisasi pasar, namun semuanya bergantung dengan strategi dan kebijakan pemerintah bagaimana agar dapat terakomodasi dengan baik.

Seperti telah dikemukakan sebelumnya, usaha kecil UKM dan koperasi sangat mendorong ekonomi nasional untuk mampu bersaing dalam kancah dunia. Di tengah mundurnya ekonomi makro secara global, usaha kecil UKM dan koperasi dapat menjadi benteng penyokong para usahawan kecil sehingga tidak terlalu terhantam imbas ketidakstabilan ekonomi dunia.

Seluruh komponen gerakan koperasi mempunyai kewajiban mengembangkan lembaga koperasi yang menjadi mesin penggerak bagi peningkatan perekonomian seluruh anggota. Untuk meningkatkan kinerja lembaga itu, pemerintah tidak akan pernah lepas tangan. "Jika pemerintah tidak berpihak, bagaimana mungkin jumlah koperasi bisa meningkat dari tahun ke tahun. Tahun pertama saya bekerja di instansi ini, jumlah koperasi sekitar 170.000 unit dan pada tahun ini sudah mencapai 192.000 lebih," tutur Syarief Hasan.


Peningkatan atau pertumbuhan koperasi secara otomatis meningkatkan jumlah keanggotaan yang sebelumnya sekitar 30 juta, kini meningkat ke angka 33 juta. Berdasarkan data-data tersebut, membuktikan bahwa pemerintah selalu mendampingi perkembangannya.


Pendampingan tersebut mencakup dari sisi kelembagaan maupun permodalan yeng menjadi kunci utama bagi setiap koperasi meningkatkan kinerjanya. Dalam konteks ini termasuk Koperasi Pegawai Republik Indonesia Dhaya Harta.


Secara rinci Menkop menjelaskan, memasuki tahun ketiga RPJM 2021-2021, pertumbuhan koperasi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 6,03 persen dari tahun 2021. Jumlah koperasi sampai dengan pertengahan tahun 2012 ini mengalami peningkatan sebanyak 192.443 unit dengan jumlah anggota sebanyak 33.687.417 orang.


Syarief Hasan menuturkan, salah satu pendukung peningkatan jumlah koperasi yaitu program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) dari Kementerian Koperasi dan UKM yang bekerja sama dan bersinergi dengan DEKOPIN dan sesuai dengan arahan serta direktif Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melakukan gerakan revitalisasi koperasi.


"Peningkatan kinerja kelembagaan dan kinerja usaha atau ekonomi koperasi ini dapat dipastikan pula dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja sampai dengan bulan Mei 2012 sebesar 425.822 orang, dan mampu memberikan kontribusinya dalam menurunkan angka pengangguran dan penurunan angka kemiskinan di Indonesia," jelasnya.


Meskipun terjadi peningkatan dan keberasilan, Menkop sadar masih adanya yang perlu dibenahi antara lain pengawasan operasional koperasi, peningkatan kualitas koperasi, penyalahgunaan nama koperasi dan masih adanya koperasi yang tidak aktif.


(referensi : Kemenkop-UKM : Jumlahnya Terus Meningkat, Pemerintah Serius Kembangkan Koperasi) 

Usaha Kecil Melalui Dorongan PPMK

November 07, 2021 Add Comment
Usaha kecil

Usaha Kecil Melalui Dorongan PPMK diharapkan dapat menjadi konsentrasi peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Seperti yang dikemukakan oleh Bapak Anang dari Tim Advisori PNPM. 


Beliau menyampaikan hal tersebut saat memberikan materi pembuka pada kegiatan Pelatihan Livelihood Fasilitator PNPM - Mandiri Perkotaan di Bappelkes tanggal 18 September 2012 yang lalu.



"Seluruh tim di jajaran pusat telah bekerja keras agar konsep livelihood melalui PPMK ini benar-benar dapat mengangkat derajat dan kesejahteraan masyarakat dengan mempertimbangkan banyak aspek yang saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain", demikian diutarakan beliau setelah membuka acara kegiatan pelatihan tersebut sebelum memberikan materi.


Tujuan dan sasaran PPMK sendiri seperti yang telah dirangkum dalam buku pedoman pelaksanaan PPMK adalah warga miskin yang berwadahkan KSM-KSM yang ada di BKM kelurahan dampingan. KSM-KSM ini terdiri dari para calon penerima manfaat yang diusulkan pada tahap usulan dan verifikasi awal, di mana pengusulan tersebut berdasarkan hasil survey dan pendataan yang jelas dari BKM terhadap para pelaku usaha mikro produktif dan potensial. Artinya, program ini ditujukan kepada warga masyarakat yang memiliki usaha kecil dan potensial untuk dikembangkan, dan dikelompokkan menjadi kelompok KSM berdasarkan karakteristik usahanya yaitu usaha aneka usaha (terdiri dari pelaku usaha dengan produk yang beragam), usaha sejenis (pelaku usaha memiliki kesamaan dari segi bahan baku maupun produk), dan KUBE (kelompok usaha bersama yang mengelola aset yang sama).

"Cara membuat aspek proyek sejalan dengan aspek pemberdayaan sebenarnya terletak dari pemahaman terhadap substansi yang ada. Namun yang pasti, setelah sekian tahun program PNPM-Mandiri Perkotaan berjalan, konsep tridaya tidak bisa dilepaskan, termasuk dalam penyelenggaraan program PPMK ini. Hanya saja, tridaya pemberdayaan di PPMK memang benar-benar dikonsentrasikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong tridaya tersebut menyokong usaha kecil potensial", demikian disampaikan oleh Bapak Anang. 

Oleh Team Leader Oversight Consultant (OC2) Bengkulu, Ir.Harmudya, program PPMK tidak bisa dijalankan hanya dengan memahami pedoman tanpa pembekalan. "Sangat dibutuhkan kreatifitas, keterampilan dan kecakapan pendamping masyarakat dalam hal ini fasilitator pemberdayaan di PNPM Mandiri Perkotaan dalam mengaplikasikan isi pedoman pada keadaan yang sebenarnya di lapangan. Maka untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan seperti kredit macet, setiap fasilitator harus dibekali pemahaman dan penguatan agar memiliki visi, misi dan karakter yang jelas mengenai kerangka dari PPMK ini. Tidak hanya fasilitator berbasis mikro (ekonomi), namun juga fasilitator lainnya di masing-masing tim yang wilayah dampingannya mendapatkan dana program ini", demikian arahannya dalam sesi kata sambutan pada acara pembukaan pelatihan tersebut."Cara meningkatkan semangat kerelawanan dengan mendorong inisiatif lembaga masyarakat yaitu BKM membutuhkan wadah dan referensi yang memadai, maka diperlukan sebuah pelatihan bagi fasilitator agar mampu mendampingi masyarakat sekaligus mengawal program ini. Ada tidaknya manfaat pelatihan dalam melakukan pendampingan ini tergantung kepada seberapa fokus tim fasilitator mengikuti kegiatan ini".

Sebagai informasi, program PPMK akan dilaksanakan di 596 Kelurahan di Indonesia, di mana 499 di antaranya direalisasikan pada tahun 2012 dan selebihnya 97 Kelurahan pada tahun 2021. Bengkulu akan diwakili oleh 15 Kelurahan di 3 Kabupaten/Kota, dengan besaran dana sebesar Rp 100.000.000,- per kelurahan dan terbagi atas 2 termin pencairan, yaitu 60% (tahap 1) dan 40%(tahap 2). Dana tersebut akan didistribusikan kepada anggota-anggota KSM yang memiliki usaha kecil dan potensial, yaitu maksimal Rp 5.000.000,- per anggota KSM dan atau maksimal Rp 30.000.000,- per KSM, di mana anggota KSM adalah 5 orang. PPMK akan dilakukan dengan konsep tridaya (ekonomi, sosial dan lingkungan) yang semuanya ditujukan kepada peningkatan usaha kecil. Artinya besaran dana tersebut tidak hanya difokuskan pada ekonomi bergulir, namun juga pelatihan keterampilan maupun sarana produktif yang menunjang berjalannya usaha tersebut. 

Berdasarkan pedoman terbaru PPMK, anggota KSM calon penerima PPMK adalah warga yang sebelumnya telah memiliki usaha kecil dan potensial dikembangkan, dan atau pernah terlibat sebagai anggota KSM dan mendapatkan pinjaman ekonomi bergulir oleh UPK di BKM Kelurahan yang bersangkutan, dengan perbandingan warga non miskin dan warga miskin minimal ada 1/3 dari anggota KSM yang diusulkan (paling tidak ada 3 orang warga miskin dan terlampir dalam lampiran data PS2 PJM Pronangkis). Selain itu, bagi KSM yang seluruh anggotanya adalah warga miskin yang baru akan memulai usaha, maka dipertimbangkan untuk memperoleh hibah alat produksi dari dana yang disalurkan, atau direkomendasikan untuk mendapatkan dana bantuan usaha tersebut melalui BLM reguler. 

Untuk merealisasikan program ini secara terstruktur, maka setiap jenjang atau fase pelaksanaan kegiatan akan dilakukan evaluasi dan monitoring (monev) oleh tim koordinasi yang lebih tinggi (Kota dan Propinsi), sehingga diharapkan prosesnya berlangsung tepat waktu dan tepat sasaran. Harapan dari kegiatan ini adalah dengan terserapnya dana secara maksimal dan tepat sasaran, maka akan memunculkan lebih banyak KSM-KSM produktif lainnya untuk dapat melakukan hal yang sama, sehingga pada akhirnya usaha yang mereka jalani benar-benar memberikan penghidupan yang layak dan memadai.

Realisasi KUR Untuk Usaha Kecil Tembus Rp 82,4 Triliun

March 21, 2021 Add Comment
Kredit Usaha Mikro
Realisasi KUR Untuk Usaha Kecil Tembus Rp 82,4 Triliun - Sejak diluncurkan 3 Oktober 2021, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat secara nasional terus meningkat. Hingga Juli 2012, realisasi KUR mencapai Rp 82,4 triliun. 


Dari jumlah itu penyaluran BRI yang terbesar.Menurut Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Tbk) Muhamad Ali, Rabu (15/8), di Jakarta, saat berkunjung ke Kompas, hingga Juli 2012 realisasi kumulatif KUR Bank BRJ sebesar Rp 20,23 triliun.

Distribusi KUR nasional sebagian besar masih ditopang oleh Bank BRI, yakni sebesar 60,92 persen dari total KUR. Direktur Utama Bank BRJ Sofyan Basir mengatakan, kontribusi Bank BRJ yang terbesar sesuai dengan bisnis serta luasnya jaringan BRJ. Di samping itu juga komitmen Bank BRI menyukseskan program pemerintah.


Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan mengatakan, sejak diluncurkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 Oktober 2021, realisasi kumulatif KUR per Juli 2012 telah menembus Rp 82,4 triliun.


Setelah mengalami beberapa kali penyederhanaan regulasi, penyaluran KUR telah sukses baik secara kuantitas maupun kualitas. "Secara kuantitas, terjadi peningkatan realisasi, lonjakan jumlah debitor, serta jangkauannya semakin luas. Sementam secara kualitas, rasio kredit bermasalahnya (NPL) sangat terjaga. Hal yang sama dengan jumlah klaim yang dibayar." katanya.


Syarifuddin mengatakan, KUR telah disalurkan kepada kurang lebih 68 juta debitor. Pada 2021, debitor KUR baru mencapai 1,6 juta. Namun hanya dalam empat tahun kemudian terjadi lonjakan sebanyak 5 juta debitor.


Sejalan dengan itu. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari menambahkan, penyaluran KUR terbesar berada di Jawa Timur yakni sebesar Rp 12,85 triliun, sedangkan yang terendah di Bangka Belitung yakni sebesar Rp 288.1 miliar.

"Keberhasilan KUR tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh pelaksana, baik pemerintah, regulator, maupun perbankan," ujar Choirul Djamhari.

Melihat keberhasilan ini, pemerintah akan mendorong penyaluran KUR naik 50 persen dan menargetkan pada tahun 2012 menjadi Rp 30 triliun "Ini sebagai upaya untuk mendorong lebih banyak lagi usaha mikro tersentuh KUR." jelas Choirul.

Sampai Juni 2012, bank pelaksana penyalur KUR terdiri atas lima bank umum konvensional, dua bank umum syariah, dan 26 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Bank-bank terus memacu pertumbuhan realisasi KUR secara nasional. Tahun 2012 (year to date), realisasi nasional telah mencapai Rp 19,04 triliun atau sebesar 63,48 persen dari target penyaluran nasional 2012 sebesar Rp 30 triliun.


(sumber : KepmenkopUKM-Realisasi KUR Tembus Rp 82,4 Triliun)

Cara Meningkatkan Produktivitas UKM Dengan Klasterisasi

March 16, 2021 Add Comment
UKM Usaha Kecil Fashion
Cara meningkatkan produktivitas UKM dan kewirausahaan atau usaha kecil ternyata dapat dilakukan dengan klasterisasi, khusus untuk UKM dan usaha kecil yang bergerak di bidang fashion dan tekstil beserta turunannya.


Metode yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM ini konon bertujuan untuk mempermudah melakukan pembinaan sehingga produktivitas dapat meningkat.

Cara meningkatkan UKM dan usaha kecil dengan klasterisasi ini akan menggandeng asosiasi perancang mode hingga pengusaha para pengusaha besar untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UKM dan wirausahawan yang bergerak di bidang fashion. UKM fashion dan tekstil memiliki peranan penting dan signifikan, dimana sekitar 10% dari 55,3 juta pelaku UKM di Indonesia bergerak di bidang ini. 


UKM fashion dan tekstil akan disatukan dalam satu klaster, dimana tahap pertama akan dilakukan pemetaan terhadap pelaku usaha tersebut. Jika data telah diterima, maka akan dibentuk kluster fashion, lalu diberikan pelatihan, pendampingan dan pembinaan mengenai standarisasi, desain, perlindungan HKI,  hingga promosi dan pemasaran produk. 

UKM fashion ditargetkan akan menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia tahun 2021. Terkait hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan pusat wirausaha muda dimana salah satu divisinya menangani fashion berikut pembinaan kepada pelaku UKM tersebut. Selain itu juga telah dibangun Gedung Promosi Produk UKM SME Tower di UKM Gallery, pusat pelatihan UKM di Ciawi, 

Tentu saja ini menjadi info menarik karena UKM dan usaha kecil terbukti menjadi tumpuan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan di tengah krisis global saat ini. 


(sumber : Kementerian Ekonomi dan UKM)

Wirasaha dan UKM Indonesia Didukung Oleh Microsoft

March 16, 2021 Add Comment
UKM Wirausaha Indonesia
Wirausaha dan UKM Indonesia ternyata mendapat dukungan dari pendiri microsoft Bill Gates. Dalam suratnya kepada Menteri Koperasi dan UKM, Bill Gate mendukung Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang digelar oleh Kementerian Koperasi dan UKM.


Seberapa besarkah potensi UKM dan usaha kecil di Indonesia sehingga mendapat apresiasi dan dukungan dari dedengkot software dunia tersebut ?




Dalam surat elektronik (email) yang diterima oleh Menteri Koperasi dan UKM tanggal 23 Februari 2021 yang lalu disampaikan bahwa Bill Gate sangat mendukung Gerakan Kewirausahaan Nasional dan akan mengirimkan utusannya ke Indonesia yaitu Akhtar Badshah yang menjabat Senior Director Citizen Global Microsoft, yang merupakan orang kepercayaan Bill Gate.

Adanya apresiasi dan pengiriman utusan dari Bill Gate menunjukkan bahwa gerakan serupa khususnya untuk menanggulangi masalah-masalah keuangan global di seluruh dunia sangat berpotensi untuk membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan sosial khususnya di negara-negara berkembang. Pada kesempatan tersebut juga ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT. Microsoft Indonesia dan PT.Cyberindo Persada Nusantara dalam hal pengembangan kewirusahaan di Indonesia. 

Kedatangan utusan dari Microsoft tersebut akan diisi dengan presentasi kisah sukses Microsoft merajai dunia teknologi software, bersamaan dengan pelaksanaan puncak acara GKN 2021 di Stadion Gelora Bung Karno, 18 Maret 2021 ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur PT. Microsoft Indonesia, Andreas Diantoro, yang menyatakan bahwa GKN memiliki kesamaan visi dan misi dengan program global Microsoft yaitu memberikan peluang kepada enterpreneur digital, dimana mereka akan memfasilitasi segala hal yang berhubungan dengan pelatihan, peralatan, perangkat hingga program magang bagi calon wirausaha di tanah air. 

Hm, bagi calon wirausahawan ini tentu saja sangat menarik ditunggu...

sumber : Kementerian Koperasi dan UKM

Manfaat Koperasi-Hubungannya Dengan Pemberdayaan Ekonomi

February 25, 2021 Add Comment
Manfaat Koperasi Dan Hubungannya Dengan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, ternyata memiliki keterkaitan. Dalam hubungannya dengan penurunan angka kemiskinan koperasi perlu meningkatkan kinerja dan pencitraan dengan mendorongnya agar lebih aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. 



Menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan dalam sambutan pembukaan Gala Karya Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta (Kamis,27 September 2012), koperasi memiliki peran penting untuk menjamin kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
 
Pemerintah mengklaim angka kemiskinan saat ini mencapai 11,9% dan ditargetkan bisa turun ke level 10%.
Kementerian Koperasi dan UKM mencatat pertumbuhan koperasi rata-rata mencapai 7%-8% per tahun. Pada Juli 2012, tercatat sebanyak 192.943 unit koperasi yang beroperasi secara nasional. "Kami targetkan jumlah koperasi bisa mencapai 200.000 unit. Kami optimistis target itu bisa terealisasi," katanya.


Syarifuddin mengatakan pemerintah juga memiliki Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat guna menekan angka kemiskinan. Koperasi, lanjutnya, perlu mengambil peranan di antaranya membuat kemitraan dengan pelaku usaha. "Kinerja koperasi sekarang sudah bagus, hanya tetap harus lebih baik lagi," katanya.Namun, Menteri Koperasi dan UKM itu berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih lembaga keuangan agar kasus penipuan seperti Koperasi Langit Biru tidak terulang kembali. Masyarakat diharapkan tidak langsung tergiur apabila ditawari return di atas BI Rate. Jangan sampai kasus penipuan berkedok koperasi kembali terulang." paparnya


Usaha kecil melalui dorongan PPMK merupakan salah satu program yang merunut pada kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarkat khususnya warga miskin melalui optimalisasi usaha-usaha produktif. Komponen modal menjadi sebuah hal penting dalam usaha kecil atau usaha produktif. Sinergi antara usaha kecil dengan kemitraannya dengan koperasi tentunya sangat diharapkan dapat saling membantu.

Kebijakan untuk meningkatkan koperasi juga dilakukan dengan rencana memperbaiki instrumen penyertaan modal di tubuh organisasi itu. "Melalui agenda itu, koperasi dan usaha kecil sebagai badan usaha harus diarahkan dan didorong berperan secara nyata meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya agar mampu mengatasi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial," ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliidi Sembiring pada Senin, (24/9).


Dia melanjutkan koperasi perlu dibina di sisi kelembagaan dan usaha sehingga lebih berperan sebagai wadah kegiatan ekonomi rakyat. Adapun perbaikan peran itu membutuh kan dukungan modal kuat melalui perbaikan akses pembiayaan.


Tahun ini, Kementerian Koperasi dan UKM akan melakukan soslalisasi dan bimbingan teknis modal penunaan di 10 provinsi masing-masing Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan Lampung, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Bali.

Usaha Kecil dan Industri Kreatif Menyerap Banyak Tenaga Kerja

February 25, 2021 Add Comment
Pemberdayaan Usaha Kecil
Usaha Kecil dan Industri Kreatif  Dapat Menyerap Lebih Banyak Tenaga Kerja. Perkembangan industri kreatif di Indonesia ternyata tidak hanya memberikan kontribusi cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga membukakan lapangan kerja baru bagi para pengangguran di negara kita.


Bahkan menurut data yang kami peroleh, pada tahun 2021 silam sektor industri kreatif telah berhasil menyerap tenaga kerja hingga mencapai 5 juta orang.

Kondisi tersebut tentunya dinilai cukup potensial, karena saat ini diperkirakan pertumbuhan industri kreatif sudah mencapai lebih dari empat juta orang pelaku usaha, yang masing-masing dari mereka mampu menyerap minimal dua orang tenaga kerja. Tidaklah heran bila sekarang ini banyak pihak yang mengatakan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia berangsur-angsur mulai berkurang seiring dengan pertumbuhan ekonomi kreatif di negara kita yang semakin hari kian membaik.

Dari 14 subsektor industri kreatif yang berkembang di Indonesia, tak bisa kita pungkiri bila industri fashion dan kerajinan memberikan kontribusi yang paling besar. Bahkan sekarang ini perkembangan industri fashion bisa mencapai kurang lebih sekitar 54,32%, dengan angka penyerapan tenaga kerja sebanyak 4,13 juta orang atau setara dengan 4,22% dari angka penyerapan tenaga kerja tingkat nasional.

Disamping itu, pada tahun 2021 silam nilai ekspor produk fashion mengalami peningkatan sekitar 18,04% dari tahun sebelumnya dan berhasil menembus angka ekspor hingga mencapai Rp 72 triliun. Kondisi inilah yang menjadikan produk-produk fashion di negara kita menjadi salah satu penyumbang paling besar dalam kegiatan ekspor, yakni berkisar 61,13% dari total ekspor keseluruhan produk kreatif.

Tak mau kalah bersaing dengan perkembangan industri fashion, sektor kerajinan pun ternyata juga memberikan sumbangan cukup besar bagi perkembangan industri kreatif di Indonesia. Sekarang ini sentra industri kerajinan telah tersebar di berbagai wilayah, misalnya saja seperti di Daerah Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali dan sekitar Jakarta. Tercatat sejak tahun 2021 yang lalu, industri kerajinan terus mengalami peningkatan dan sekarang ini diperkirakan jumlahnya terus bertambah hingga lebih dari 1,2 juta orang pengrajin yang tersebar di berbagai penjuru nusantara.

Melihat pertumbuhan tersebut, tidak heran bila sekarang ini Pemerintah mulai melakukan berbagai macam pendampingan untuk lebih menghidupkan 14 subsektor industri kreatif di Indonesia dan menargetkan bisa menyerap tenaga kerja hingga 10 juta orang pada tahun 2025. Semoga informasi berita bisnis tentang sektor industri kreatif memperbesar lapangan kerja ini bisa memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa terus berkarya menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

source/link : bisnisukm.com

Peluang Usaha dan Lapangan Kerja Industri Kreatif

February 18, 2021 Add Comment
Meningkatkan Lapangan Kerja
Peluang Usaha dan Lapangan Kerja Industri Kreatif memiliki hubungan dan keterkaitan satu sama lain. Di era saat ini, setelah terjadinya pergantian masa dari pertanian dan mekanisasi lalu industrialisasi, dengan adanya kemajuan perkembangan informasi dan teknologi kita dituntut untuk lebih kreatif.



Hal ini merupakan momentum yang sangat tepat mengingat telah terjadinya pergeseran atau transformasi pola, yaitu pola kerja, pola produksi dan pola distribusi yang seiring waktu akan menjadi faktor pendorong, baik itu mendorong maju, maupun mendorong mundur tingkat perekonomian dan kesejahteraan sosial secara umum.

Berdasarkan pengartian kata dasarnya, industri merupakan proses penciptaan barang dan jasa yang mempunyai nilai tambah. Sedangkan kreatif berarti create yaitu proses menciptakan sesuatu. Industri Kreatif merupakan salah satu bentuk industri yang menciptakan, memanfaatkan dan memodifikasi sumber daya atau bahan kelola yang sifatnya inovatif, dengan kata lain pada suatu titik waktu akan terjadi lagi penciptaan-penciptaan produk,desain dan pola dari hasil penciptaan yang sudah ada dengan mengandalkan keahlian, bakat dan kreatifitas sebagai kekayaan intelektual yang akan mendorong ekonomi kreatif. Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan industri-industri yang memanfaatkan sumber daya alam seperti migas (minyak dan gas) yang sudah pasti pada titik waktu tertentu akan habis.Selain itu, melalui industri kreatif potensi peningkatan lapangan pekerjaan juga meningkat.

Menurut Departemen Perdagangan Republik Indonesia pengertian industri kreatif didefinisikan sebagai “Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.” Ada 14 subsektoral  industri kreatif yang berpotensi menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, seperti dikuti dari blog AgusWibisono.com yaitu : 

1. Periklanan
Periklanan merupakan kegiatan yang berkaitan  dengan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan media tertentu), yang meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan, misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (Televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau samples, serta penyewaan kolom untuk iklan.

2. Arsitektur
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh dari level makro (Town planning, urban design, landscape architecture) sampai dengan level mikro (detail konstruksi, misalnya: arsitektur taman, desain interior).

3. Pasar Barang Seni
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet, misalnya: alat musik, percetakan, kerajinan, automobile, film, seni rupa dan lukisan.

4. Kerajinan
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi) kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal).

5. Desain
Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

6. Fashion
Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen, serta distribusi produk fesyen.

7. Video, Film & Fotografi
Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk di dalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film.

8. Permainan Interaktif
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Subsektor permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.

9. Musik
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.

10. Seni Pertunjukan
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan (misal: pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik), desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan.

11. Penerbitan dan Percetakan
Kegiatan kreatif yang terkait dengan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Subsektor ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi surat saham, surat berharga lainnya, passport, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikro film.

12. Layanan Komputer dan Piranti Lunak
 Kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.

13. Televisi & Radio
Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment, dan lainnya), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay (pemancar kembali) siaran radio dan televisi.

14. Riset dan Pengembangan
Kegiatan kreatif yang terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar; termasuk yang berkaitan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni; serta jasa konsultansi bisnis dan manajemen.

Industri kreatif di Indonesia harus dikembangkan karena  industri kreatif dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan dan menciptakan iklim bisnis yang positif serta membangun citra serta identitas bangsa.  Di sisi lain, industri kreatif berbasis pada sumber daya yang terbarukan, menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa serta memberikan dampak sosial yang positif. Meski demikian, untuk menggerakkan industri kreatif diperlukan beberapa faktor. Di antaranya, arahan edukatif, memberikan penghargaan terhadap insan kreatif, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Selain itu pemanfaatan industri kreatif yang ada dapat mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Misalnya pemanfaatan komoditas kayu hasil hutan. Apabila kayu tersebut hanya digunakan sebagai produk industri kertas maka kayu tersebut akan mempunyai harga (nilai tambah) yang sedikit bila dibandingkan dengan pemanfaatan untuk mebel atau untuk barang kerajinan tangan, dalam hal ini mewakili industri kreatif.  Ide-ide dan kreativitas ini yang menjadi barang berharga.

Namun, ada yang menjadi penghalang besar dalam industri kreatif, yaitu hak intelektual dan pembajakan. Aset yang berharga dari industri kreatif adalah ide penciptaan. Ide ini bersifat abstrak namun akan terasa manfaatnya. Ide inilah yang menciptakan nilai tambah, maka perlu adanya pengakuan hak kekayaan intelektual (HaKI) untuk mencegah terjadinya pembajakan. Pembajakan konten industri kreatif ( musik, film,software, desain seni dll) dapat merugikan industri kreatif dan mematikan inovasi.

Untuk itulah sangat diperlukan kegiatan-kegiatan Pelatihan, agar semua pelaku mengetahui kebijakan-kebijakan serta inisiatif yang perlu diambil. Mengakses Info Bimtek Pusdiklat Pemendagri bisa menjadi solusi bagi para pengambil keputusan dan pembuat kebijakan agar lebih berkompeten.

Strategi Bisnis Produk UKM Melalui Pemasaran

April 04, 2020 Add Comment
UKM
Strategi Bisnis Produk UKM Dan Cara Meningkatkan Peluang Usaha Melalui Pemasaran untuk peningkatan penjualan,peluang usaha dan peluang bisnis sangat dibutuhkan, apabila kita ingin benar-benar terjun dalam dunia wirausaha. 

Tanpa strategi yang tepat, akan sulit bagi kita untuk dikategorikan dalam pebisnis atau pengusaha yang berhasil, karena para pebisnis atau pengusaha yang sukses memiliki ciri-ciri bisnis sukses tersendiri yang menjadi ikon/ciri khasnya. Salah satu dari sejumlah strategi bisnis yang harus dipertimbangkan bagi para pengusaha yang dapat mempengaruhi terciptanya peluang usaha,peluang bisnis dan meningkatnya peluang penjualan adalah dengan memahami pasar dan pola pemasaran. 

Pemasaran adalah strategi bisnis atau cara melakukan berbagai aktifitas agar terjadi pertukaran (exchange) antara produsen dengan konsumen. Dalam hal pendidikan, pemasaran merupakan strategi bisnis dan cara untuk agar konsumen mau mengeluarkan uang yang mereka miliki untuk menggunakan produk atau jasa perusahaan.Untuk bisa memasarkan produk dengan baik, harus dimulai dari visi, misi, dan tujuan yang jelas perusahaan ingin diarahkan ke mana. Visi, misi dan tujuan ini biasanya harus dimulai dari manajemen, yang kemudian ditransfer kepada karyawan. Selanjutnya, perusahaan juga harus menganalisis berbagai faktor eksternal yang mungkin berpengaruh dengan lembaganya. Faktor-faktor eksternal tersebut yang pertama adalah Lingkungan Makro. Lingkungan makro di sini terdiri dari sisi perkembangan penduduk dengan segala sifat dan karakternya. Faktor lain dari lingkungan makro adalah teknologi, di mana kita juga harus melihat berbagai perkembangan teknologi yang mungkin bisa diterapkan di perusahaan kita.

Faktor berikutnya dari lingkungan makro adalah aturan Pemerintah. Di Indonesia termasuk unik, karena aturan pemerintah sering berubah dengan perubahan menteri. Karena itu, antisipasi berbagai aturan ini diperlukan agar perusahaan bisa fleksible dalam mengadaptasi berbagai perubahan aturan. Usaha kecil dan prospeknya di tahun 2021-2021 tidak pelak menjadi pertimbangan bagi para pelaku wirausaha berdasarkan aturan dan kebijakan yang diterapkan pemerintah pada waktu tersebut.

Setelah lingkungan makro, lingkungan eksternal lain yang perlu diperhatikan adalah peta industri dan persaingan. Perusahaan perlu memetakan siapa pesaing-pesaing mereka, baik yang berpotensi untuk bersaing langsung maupun tidak langsung. Pemetaan kondisi ini akan menghasilkan kekuatan dan kelemahan pesaing kita, sekaligus melihat aspek mana yang bisa dijadikan sebagai keunggulan bersaing.

Setelah melihat kondisi persaingan, perusahaan perlu memahami konsumen atau pelanggan. Pemahaman tentang konsumen, nilai-nilai yang mereka anut, dan nilai tambah seperti apa yang diinginkan mereka akan sangat membantu perusahaan dalam mendesain produk dan jasa yang dibutuhkan. Untuk bisa memberikan nilai tambah, perusahaan harus terlebih dahulu mengetahui selera dan kebutuhan konsumen secara baik.

Biasanya dilakukan survey ataupun wawancara dengan calon-calon konsumen mengenai apa harapan dan keinginan mereka tentang perusahaan. Perusahaan biasanya kesulitan untuk menentukan apakah perusahaannya diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah atas atau untuk menengah bawah. Perusahaan sejak awal harus menentukan lembaganya diarahkan untuk kelas mana.

Denganmenentukan target market yang dituju, perusahaan bisa memberikan satu nilai tambah yang menjadi pembeda dibandingkan dengan para pesaingnya. Nilai tambah inilah yang disebut sebagai differensiasi. Dengan differensiasi yang kuat, bisa menjadi senjata dalam menghadapi berbagai persaingan.

Setelah peta kondisi eksternal sudah didapatkan, perusahaan tinggal memikirkan kondisi internal strategi apa yang akan dilakukan untuk mengelola perusahaan. Cara pengelolaan strategi internal ini, dalam ilmu pemasaran sering disebut sebagai strategi 4 P yaitu mengelola produk, harga, saluran distribusi dan promosi (product, price, place of distribution, promotion). 

Produk-produk perusahaan bisa dibagi menjadi dua bagian; yaitu produk utama dan produk pendukung. Produk utama adalah kegiatan belajar mengajar dengan segala prosesnya. Karena bukan barang jadi, proses kegiatan belajar mengajar adalah produk utama yang melibatkan emosi dan perasaan dari peserta didik sebagai konsumen. Karena itu, agar produk utama ini baik harus diciptakan pengalaman belajar mengajar yang menyenangkan. 

Perusahaan harus menentukan produk apa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Survey kebutuhan pelanggan perlu dilakukan agar produk yang diberikan sesuai dengan pilihan mereka.

Setelah menentukan produk apa yang ingin ditawarkan, selanjutnya adalah menentukan berapa harga yang harus dibayar oleh konsumen. Prinsip utama dalam menentukan harga adalah menghitung keseluruhan biaya yang diperlukan. Dari situ, tinggal ditambahkan berapa persen laba yang ingin diperoleh untuk kepentingan pengembangan dan penghitungan berapa tahun akan balik modal.
Dalam hal distribusi, perlu juga dipikirkan bagaimana produk yang kita buat akan sampai kepada konsumen. Perlu dipikirkan apakah produk kita jual secara langsung atau dipercayakan kepada mitra usaha dan agen untuk penyebarannya. Yang penting adalah bagaimana produk tersebut bisa sampai ke tangan konsumen.

Salah satu faktor yang penting dalam pemasaran sebagai P yang terakhir dari 4P yaitu promosi. Promosi adalah usaha-usaha sadar untuk melakukan sosialisasi, penerangan, dan pemberitahuan kepada masyarakat tentang berbagai informasi, yang biasanya mengenai berbagai produk yang ditawarkan. Aktivitas promosi melibatkan berbagai bentuk dan variasi yang sangat beragam. Tinggal bagaimana para pengelola melakukan berbagai promosi kreatif sesuai dengan kebutuhan dan anggaran promosi yang disediakan.

Bentuk promosi yang paling tradisional adalah iklan. Iklan adalah pemasangan informasi produk di berbagai media dan penerbitan mulai dari koran, majalah, tabloid, televisi, dan juga radio. Iklan memang efektif menjangkau khalayak yang luas, tetapi dari sisi biaya memang membutuhkan anggaran yang besar. Jika terasa bahwa biaya iklan di media massa cukup besar, bisa dicoba bentuk lain yaitu dengan brosur, leaflet, dan juga spanduk yang dipasang di sekitar wilayah di mana konsumen berada. Dengan demikian, informasi lengkap tetap bisa didapatkan oleh target konsumen kita. 

Cara meningkatkan lainnya secara efektif adalah melalui promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) di mana satu orang memberikan penjelasan kepada orang lain karena merasa mendapatkan manfaat yang baik dari produk atau jasa yang digunakan. Promosi ini sangat efektif karena biasanya orang lebih percaya kepada apa yang dikatakan oleh saudara ataupun teman-teman yang sudah merasakan terlebih dahulu.

Pada akhirnya, aktifitas promosi apapun dalam perusahaan tidak bisa berjalan efektif jika secara internal tidak memperhatikan faktor kualitas sebuah perusahaan. Dengan kualitas produk yang baik, ditambahkan komunikasi yang mengena, maka aktifitas perusahaan bisa berjalan dengan baik. 


Ikut Bimtek UKM/UMKM

Sebagai salah satu bidang ekonomi mikro yang dilirik oleh Pemerintah, UKM dan UMKM haruslah dikelola secara berkelanjutan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan pemahaman dan peran banyak pihak. Agar UKM dan UMKM terkelola dengan baik, para pelaku yang terkait dengan UKM/UMKM harus dibekali dengan berbagai kompetensi dan pengembangan kapasitas. Misalnya pelatihan, atau Bimtek. 


Manfaat Pelatihan dan Pengembangan sangat banyak. Selain itu, pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif yang bernaung dalam UKM juga perlu didorong penguatan dan kapasitasnya, misalnya dengan ikut Bimtek Keuangan.

Ada banyak jenis pelatihan dan pengembangan yang bisa diikuti. Selain untuk pelaku usaha, pelatihan juga perlu untuk membekali para ASN dan pemangku jabatan. Oleh karena itu Bimtek UMKM perlu diikuti para ASN.  


Mereka bisa mengikuti Bimtek atau Diklat baik secara internal maupun di luar kedinasan. Tapi tentu saja harus di lembaga Bimtek dan DIklat terbaik. Oleh karena itu sangat direkomendasikan kepada para peminat pelatihan untuk selalu mengakses Info Bimtek terbaru. Salah satu lembaga penyelenggara Bimtek UKM terbaik saat ini adalah Pusdiklat Pemendagri.

Pusdiklat Pemendagri sangat diminati banyak orang. Karenanya mengakses info Bimtek Pusdiklat Pemendagri harus sedini mungkin agar tidak ketinggalan. Apalagi info Bimtek Pusdiklat Pemendagri terlengkap sudah bisa diakses oleh semua orang lewat smartphone.  


Referensi :

Usaha Kecil Dan Koperasi Mendorong Peningkatan Ekonomi Nasional

April 04, 2020 Add Comment
usaha kecil
Usaha Kecil UKM Dan Koperasi Mendorong Peningkatan Ekonomi Nasional - Sejalan peringatan Hari Koperasi Nasional(Harkopnas) ke-65 di seluruh Indonesia, pengurus, pengawas, pengelola dan anggota, serta penggiat koperasi, semakin terpicu untuk terus berkiprah lebih giat.


Terukir juga momentum bersejarah bagi gerakan koperasi di Indonesia dan dunia. Pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sustainable, semakin baik, cukup tinggi saat ini, telah menciptakan banyak peluang ekonomi bagi Koperasi Indonesia. Kedua, arahan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa melalui gerakan revitalisasi koperasi adalah salah satu program utama Pemerintah untuk menunjang perekonomian Indonesia menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera. Ketiga, PBB telah mencanangkan tahun 2012 sebagai Tahun Koperasi Dunia (International Year Co-operative).


"Kita patut berbangga sebagai warga koperasi, bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusinya No 64/136/2012 telah mengakui bahwa peran koperasi, khususnya Koperasi Indonesia, sebagai organisasi usaha telah terbukti, di samping mampu bertahan dalam keadaan krisis ekonomi global, juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, menurunkan tingkat kemiskinan, dan meningkatkan kemakmuran rakyat."ungkap Menkop UKM DR Syarifudin Hasan, MM. MBA di sebuah kesempatan saat memenngkati Harkop-Nas di Provinsi Sulawesi Utara.


Dia menegaskan, memasuki tahun ketiga Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2021-2021 Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) pada 2021 berhasil membentuk 17O4H unit Koperasi Indonesia. Lalu, jumlahnya naik menjadi 177.482 unit koperasi pada 2021. Pada 2021, jumlahnya kembali naik menjadi 188.181 unit koperasi. Hingga paruh 2012 ini, jumlah Koperasi Indonesia telah mencapai 192.443 unit dengan anggota sebanyak 33.687.417 orang.


"Peningkatan jumlah unit koperasi tersebut, tak lepas dan dukungan program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop) dan Kemenkop UKM bekerjasama dan sinergi dengan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)," tutur Menkop UKM Syarif Hasan.Namun saya menyadari bahwa masih terdapat banyak koperasi yang tidak aktif. Untuk itu melalui Gemaskop, kita harus mendorong agar koperasi-koperasi yang tidak aktif tersebut segera bangkit aktif untuk menggapai kemakmuran."


"Kepada para Kepala Dinas yang membidangi Koperasi UKM Provinsi, Kabupaten dan Kota, saya harapkan harus lebih meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap koperasi, karena hanya melalui pembinaan intensif akan menghasilkan koperasi yang kuat, besar, dan mandiri, serta memiliki SDM, manajemen, dan penguasaan teknologi yang tinggi dan berkualitas," tambah Menkop UKM.


"Karenanya saya menyadari, bahwa dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan Koperasi adalah tidak mudah serta penuh tantangan dan kendala. Untuk itu diperlukan perhatian dan komitmen tinggi Tingkatkan pembinaan dan pengembangan perkoperasian dengan jiwa, semangat, prinsip, dan nilai-nilai koperasi," ujar Menkop UKM DR Syarifudin Hasan, MM, MBA.


Hingga saat ini, tambah Menkop, di Tanah Air telah ada 8 Provinsi Penggerak Koperasi, yakni Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Serta sebanyak 134 Kabupaten dan Kota Penggerak Koperasi. Bahkan, 26 Kabupaten dan Kota di antaranya, ada yang sudah dua kali terpilih sebagai Kab/Kota Penggerak Koperasi.


"Tingkatkan terus sinergi dan kerja sama antarkoperasi atau koperasi dengan Badan Usaha lainnya. Beri dukungan dan fasilitasi, baik dalam penanganan kualitas SDM. kelembagaan, dan usaha, serta kemudahan koperasi dalam mengakses perijinan maupun permodalan, melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan murah. Semangat kebangsaan dan gotong royong harus dijadikan sebagai salah satu spirit dalam pemberdayaan koperasi secara integral dari seluruh komponen bangsa," harap Menkop Syarif Hasan.



(sumber : KemenkopUKM-Koperasi dan UKM Tingkatkan Ekonomi Nasional)