Negara Maju Seperti Hongkong Masih Punya Penduduk Miskin

May 10, 2012 Add Comment
Warga Miskin
Pemberdayaan : Negara Maju Seperti Hongkong Masih Punya Penduduk Miskin. Hong Kong, salah satu kota terkaya dunia, dengan jumlah gerai butik mewah yang melebihi kota-kota Eropa. Namun, kondisi itu luar biasa timpang saat menyaksikan daerah kumuhnya.


Pesatnya pertumbuhan ekonomi Hong Kong juga berkat ledakan sektor properti yang memecahkan rekor. Hal ini disebabkan oleh strategi bisnis yang dilakukan oleh para pelaku bisnis sangat cocok dengan keadaan riil di situ. Namun bak koin, setiap hal pasti memiliki dua wajah. Dan wajah kumuh Hong Kong benar-benar memprihatinkan.

Lihat saja foto-foto yang diambil oleh fotografer Inggris Brian Cassey dan dimuat Daily Mail ini. Ia menangkap derita masyarakat kumuh, kira-kira jumlahnya mencapai seratus ribu orang, yang terpaksa tinggal di kandang anjing.

Kota ini merupakan salah satu area metropolitian terpadat dunia. Nyaris 16.500 orang tinggal di wilayah seluas satu mil persegi, dimana satu mil sekitar 1,5 km. Tinggal di kandang bukannya gratis, mereka harus membayar US$200, sekitar Rp1,8 juta, per bulannya.

Kandang-kandang itu dijejalkan ke dalam rusun kumuh. Satu kamar bisa berisi 20 kandang yang ditumpuk-tumpuk maksimal setinggi tiga kandang. Satu kandang berukuran sekitar 2x1x1,5 meter, seharusnya cukup untuk seekor anjing.

Kandang yang diletakkan paling bawah, biasanya yang paling besar. Harganya paling mahal, karena bisa hampir berdiri di dalamnya. Semua ini terdapat di dalam kota yang memiliki gerai butik mahal Louis Vuitton lebih banyak ketimbang Ibukota Prancis, Paris.

Pemilik kandang harus berbagai toilet dan fasilitas pencucian dengan penghuni lainnya. Beberapa rusun kumuh bahkan tak memiliki dapur, sehingga penghuni terpaksa mengeluarkan uang ekstra untuk membeli makanan di luar.

Rumah kandang ini sekian lama menjadi sebuah skandal di bisnis perumahan Hong Kong. Bukannya menghilang, jumlahnya malah meningkat pesat. Terutama setelah bekas jajahan Inggris ini terseret krisis ekonomi, membuat beberapa hal menjadi lebih mahal. Sektor usaha kecil dan wirausaha menjadi collaps sejak beberapa tahun terutama akibat krisis moneter beberapa tahun lalu.

Salah satu yang tinggal di kandang ini adalah Cheung di Sham Shui Po. Ia mengaku kerap menderita kram karena terpaksa tidur dalam posisi fetus atau seperti janin yang meringkuk. Belum lagi suhu di dalam kandang yang lebih panas ketimbang di luarnya.

“Sangat tak nyaman dan kadang-kadang saya baru bisa tidur pukul 05.00 pagi,” ujarnya. Berbagai macam hewan yang amat familiar di daerah kumuh seperti kecoak, kelabang, kutu dan tikus, juga sering menghampirinya dan para penghuni lain. “Terkadang saya khawatir jika ada kadal atau kecoak yang merayap dan masuk ke telinga saya,” imbuhnya.

Sebagaimana terlihat di foto-foto yang diambil Cassey, sebagian besar penghuni rumah kandang ini penduduk manula. Tak dijelaskan mengapa pemerintah kota sekaya Hong Kong tak menyediakan panti jompo yang memadai bagi mereka. Sebab bagi mereka yang menghuni rumah kandang ini, hanya ada satu pilihan lain: tinggal di jalanan.

Asuransi Untuk Pengentasan Masalah Kemiskinan

May 10, 2012 Add Comment
Masalah Kemiskinan
Pemberdayaan Asuransi Untuk Warga Miskin, Efektifkah Dalam Penanggulangan Kemiskinan? Saat ini, asuransi untuk warga miskin masih menjadi tanda tanya dan juga bahan perdebatan.


Asuransi merupakan salah satu bentuk proteksi terhadap segala bentuk kekayaan dan kepemilikan, dengan harapan bahwa kekayaan dan kepemilikan tersebut suatu waktu menjadi alat perlindungan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain sebagai proteksi terhadap kepemilikan, asuransi juga berguna dalam meningkatkan nilai investasi di masa depan, di mana saat ini terdapat banyak badan asuransi yang melayani investasi. Yang menjadi pertanyaan saat ini,  apakah sebagian besar masyarakat Indonesia masih mempunyai simpanan yang bisa dibeli untuk proteksi asuransi? Jika pun ada kelebihan konsumsi, uang berlebihnya lebih banyak disimpan di bank. Lalu bagaimana dengan warga miskin yang tidak punya uang berlebih? Apakah produk asuransi menjadi barang mewah bagi mereka yang secara finansial masih berada di bawah garis kemiskinan?

Sigma World Insurance in 2021 mencatat bahwa Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang terpuruk dalam upaya pelindungan atau proteksi terhadap jiwa manusia. Ukurannya adalah Insurance Density dan Insurance Penetration, yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-11 dari  27 negara di Asia. Posisi tersebut berdasarkan total premi Indonesia pada tahun 2021 sebesar 10,7 Milyar Dollar. Premi tersebut mencakup asuransi jiwa dan asuransi umum.  Jumlah premi tersebut sebenarnya meningkat 28,91 persen dibandingkan tahun 2021.

Jepang merupakan peringkat pertama dalam daftar ini, dan tiga negara ASEAN yaitu Singapura, Thailand, dan Malaysia yang berada pada peringkat 7 sampai 9, jauh di atas Indonesia.  Jika total premi tersebut dibagi dengan GDP- dikenal dengan insurance penetration- maka nilanya hanya 1,5 persen dari GDP. Untuk indikator tersebut, Indonesia menempati  peringkat ke-16. Jika total preminya dibagi dengan jumlah penduduk  maka  posisi Indonesia tambah melorot, yaitu pada posisi ke 22 di Asia dengan nilai premi per kapita sebesar 45.8 Dollar, atau sekitar Rp 400 Ribuan saja.

Untuk indikator asuransi jiwa, laporan yang dirilis Swiss Ree tersebut mencatat total premi asuransi jiwa di Indonesia sebesar 7.2 Milyar Dollar. Kecederungannnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,  yaitu  meningkat sebesar 31.1%. Bolehlah kita tidak perlu berkecil hati karena Indonesia berada di peringkat ke sepuluh di Asia. Nilai insurance density- yaitu nilai premi asuransi jiwa dibagi jumlah penduduk – adalah sebesar 30,9 USD, atau hanya Rp 275 Ribu.

Indikator tersebut menimbulkan keprihatinan,apakah memang seluruh masyarakat Indonesia tidak bisa menyisakan uangnya untuk perlindungan dirinya dari segala risiko yang mengancam jiwa atau kesehatan dirinya? Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor..

Pertama, kondisi tersebut bisa saja dikarenakan fungsi dan peran asuransi belum dan kurang dikenal oleh sebagian besar orang Indonesia. Orang Indonesia lebih mengenal produk-produk perbankan dibanding jasa asuransi.Kurang dikenalnya fungsi dan peran asuransi menjadi pekerjaan rumah dari pelaku industri asuransi.

Kedua, orang Indonesia mungkin sudah mengenal asuransi, namun belum merasa butuh atau perlu membeli asuransi. Sikap ini bisa saja dipengaruhi oleh persepsi bahwa asuransi itu adalah “bisnis janji”. Kita membeli produk asuransi tetapi manfaatnya baru dirasakan nanti. Bahkan bisa saja klaim asuransi tidak terjadi jika kita baik-baik saja, atau tidak mengalami musibah yang diproteksi oleh jasa asuransi. Faktor ini lebih banyak berhubungan dengan kesadaran atau tanggung jawab. Apalagi jika manfaat asuransi tersebut menjadi hak atau warisan dari anak atau keturunannya. Kepastian manfaat finansial bagi anak atau keluarga seharusnya bisa menjadi motivasi utama untuk membeli asuransi.

Ketiga, orang tidak membeli asuransi karena memang tidak punya uang untuk membelinya. Walaupun mereka tahu fungsi dan peranan asuransi, rasanya percuma saja karena ketidakberdayaan finansial membuat asuransi hanyalah mimpi. Jika kondisinya sudah begitu, apakah pemerintah harus lepas tangan dan membiarkan jiwa sebagian masyarakat Indonesia seolah tidak berharga sama sekali?

Berkenaan dengan faktor ketiga tersebut, pemerintah memang sudah melakukan berbagai upaya, di antaranya adalah jaminan kesehatan masyarakat bagi warga miskin, keberadaan asuransi sosial seperti jasa raharja, kewajiban perusahaan untuk mengasuransikan tenaga kerjanya melalui program jamsostek. Bahkan, UU Sistem Jaminan Sosial pun sudah diberlakukan sejak pemerintahan ibu Megawati pada tahun 2004. Namun, UU tersebut sepertinya belum ada gaungnya. Memang masih menunggu terbentuknya lembaga yang mempunyai kewenangan dalam mengelola dana untuk jaminan sosial, yang sampai saat ini masih diperdebatkan di legislatif.

Atau, kita mungkin pernah mengenal micro-insurance yang memang diperuntukan bagi masyarakat yang secara finansial masih kurang beruntung. Bisa saja, perusahaan asuransi menjual produk asuransi dengan nilai premi yang kecil, bahkan bisa ditarik per hari. Secara teoritis itu bisa saja diberlakukan. Kita lihat saja premi asuransi jiwa per kapita sebesar 275 ribu per orang. Itu berarti hanya menyediakan kurang dari 1000 rupiah per hari. Rasanya uang sebesar itu masih bisa disisihkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bukankah harga rokok atau gorengan saja lebih mahal dari itu?

Akhirnya, ini kembali ke kesadaran kita semua- baik pemerintah maupun masyarakat, termasuk juga peran para pelaku atau praktisi asuransi di Indonesia.

5 Strategi Bisnis dan Trik Marketing Yang Jitu Untuk Meningkatkan Peluang Penjualan

May 10, 2012 Add Comment
Apa strategi bisnis yang jitu untuk meningkatkan peluang penjualan ? Ada banyak trik strategi bisnis yang bisa dilakukan oleh anda yang sedang mengembangkan usaha atau baru mulai berbisnis. Anda bisa mencobanya satu persatu. Bila gagal, terus lakukan trik lainnya. Berikut ini adalah beberapa strategi bisnis yang bisa anda terapkan untuk mendongkrak penjualan anda.


Strategi usaha untuk mengembangkan usaha


Agar usaha dan produk anda dikenali orang serta jadi mandiri mengembangkan usaha, anda membutuhkan trik-trik bisnis yang oke punya, misalnya dengan menerapkan strategi pemasaran lewat internet marketing. Perlu diingat, bahwa pemasaran atau marketing adalah salah satu upaya utama yang perlu dipertimbangkan, karena marketing bukan sebatas promosi saja tapi juga kesempatan untuk menjual.

Tanpa pemasaran yang bagus, bisnis sulit untuk berkembang baik. Sebagus apapun produknya, namun bila tidak dibarengi dengan kemampuan memasarkan secara efektif, bisnis hanya akan jalan di tempat.Memang dalam bisnis apapun persaingan itu sudah pasti ada. Untuk itulah kita perlu strategi pemasaran yang jitu untuk menerobos ketatnya persaingan.

Strategi bisnis seperti apa yang harus dilakukan ketika anda merasa buntu memasarkansebuah produk? Menurut referensi yang saya kutip dari jokosusilo.com yaitu antara lain :

Strategi #1: Coba Pendekatan Baru


Ketika satu cara pemasaran yang anda lakukan dirasa kurang efektif, anda harus siapkan cara pemasaran baru. Anda butuh pendekatan baru untuk memasarkan produk anda. Coba lihat dari sudut pandang konsumen, apa yang kira-kira kurang dari pendekatan anda selama ini. Temukan di mana hambatannya dan mulai tindakan memperbaikinya!

Namun, ada satu hal yang tak berubah dalam dunia pemasaran yaitu anda harus selalu berbicara tentang nilai manfaat produk atau layanan anda. Ini berkaitan dengan opini pelanggan dan keberlanjutan dari peluang usaha yang sedang anda jalankan.

Strategi #2: Lakukan Ujicoba


Selalu upayakan untuk melakukan tes dalam setiap aktivitas pemasaran yang anda lakukan. Mengapa? Sebab hanya dengan demikian, anda bisa tahu seperti apa strategi pemasaran paling efektif untuk produk anda. Dengan melakukan tes juga, anda menghemat tenaga dan biaya. Dalam hal ini, online marketing merupakan salah satu trik promosi dan penjualan yang layak dicoba, apalagi dengan adanya program kemitraan yang didukung oleh Google untuk membantu perkembangan usaha kecil dan UKM.

Strategi #3: Berikan Penawaran Terbaik


Anda sudah memberikan penawaran terhadap prospek anda, namun ternyata sambutannya dingin saja. Penyebabnya bisa jadi prospek merasa penawaran anda belum deal terbaik. Setiap orang selalu ingin yang terbaik. Begitupun konsumen anda, dan anda sendiri tentunya. Dalam dunia UKM, sikap proaktif pelaku usaha dalam berbagai aspek sangat dibutuhkan, terutama dalam menyokong kekokohan usaha kecil yang mereka miliki.

Coba lihat kembali penawaran anda. Cari di bagian mana yang bisa anda tingkatkan sehingga menjadi nilai jual yang diinginkan konsumen. Mungkin soal keuntungan yang anda berikan, atau bisa juga soal harga, atau bisa jadi yang lainnya.

Strategi #4 : Gunakan Teknologi


Teknologi memberikan peluang dan kesempatan bagi siapa saja untuk berinovasi untuk mengembangkan bisnis. Salah satunya yaitu lewat internet. Internet memberikan manfaat besar dalam hal waktu dan jangkauan yang lebih luas. Anda bisa memanfaatkan internet sebagai sarana pemasaran yang efektif dengan biaya yang lebih hemat, tanpa perlu biaya besar untuk menyewa sales, menyewa lapak, door to door.

Anda juga bisa memanfaatkan media sosial sebagai strategi penjualan yang efektif dan corong promosi anda memanfaatkan internet. Media sosial sekarang tidak lagi sebatas diskusi, tapi juga ruang untuk berpromosi.

Selain itu, anda bisa jadi mandiri mengembangkan metode pembayaran, misalnya menggunakan internet banking. Internet banking bisa digunakan untuk menerima transfer dari pembeli, maupun untuk bayar belanja online ketika anda membeli kebutuhan usaha di toko online.

Strategi #5 : Kuasai Trik-Trik Internet Marketing


Agar strategi bisnis dan strategi pemasaran yang jitu itu tepat pada sasaran, maka anda harus menguasai trik-trik marketing yang benar. Salah satu media untuk melakukan internet marketing adalah dengan membuat website. Anda tahu cara membuat website atau blog ? Kalau anda belum tahu, anda bisa belajar membuat website atau membuat blog usaha dengan Kursus Website DUMET School

Di kursus Website Jakarta, Depok, Tangerang terfavorit ini anda akan dibimbing cara membuat berbagai jenis website untuk keperluan bisnis anda sampai bisa. 

Anda juga bisa mempelajari digital marketing dimana saja, misalnya di kursus. Kursus Internet Marketing Jakarta, Depok, Terbaik (bagi anda yang berdomisili di daerah tersebut) sangat banyak. Anda bisa memilih salah satu diantaranya. Kalau anda masih bingung dimana tempat kursus internet marketing terbaik di Jakarta, Depok, Tangerang, anda bisa mendaftar di Kursus Internet Marketing DUMET School. Bukan bermaksud promosi, tapi DUMET School adalah salah satu tempat kursus internet marketing paling favorit yang bisa membimbing anda menguasai trik-trik internet marketing dari nol sampai bisa. 

Baca Juga :



Hal di atas merupakan beberapa langkah untuk dapat meningkatkan peluang usaha dan peluang penjualan bagi produk dan bisnis anda. Selamat mencoba.


referensi: jokosusilo.com

Artikel Usaha : Cara Untuk Mengenali Ciri-ciri Bisnis Yang Sukses

May 10, 2012 Add Comment
Info Usaha Kecil UKM
Artikel Usaha : Cara Untuk Mengenali Ciri-ciri Bisnis Yang Sukses. Bilakah sebuah bisnis disebut sukses? Apakah waktu kondisi keuangan sehat dan stabil? Atau saat banyaknya konsumen dan calon konsumen yang datang ? 


Ada banyak indikator mengapa sebuah bisnis disebut sukses. Dari sekian banyak kriteria tersebut, beberapa tanda bisnis yang disebut sukses, seperti yang direferensikan oleh Mas Joko di JOKOSUSILO(dot)COM.Namun kesuksesan bisnis tentu harus memiliki strategi bisnis yang sudah dirancang sebelumnya, dan juga dengan berbagai metode promosi, pemasaran dan penjualan yang diterapkan dalam strategi itu.

Ciri-Ciri Bisnis Sukses
  1. Bisnis dan usaha kecil anda mencetak keuntungan. Ya, selamat bisnis anda sudah menghasilkan keuntungan. Itu artinya bisnis anda mampu tumbuh dengan baik dan diterima oleh pasar.
  1. Saat konsumen mencari-cari produk anda. Saat mereka memburu produk anda. Bahkan rela antri agar tak sampai kehabisan, dan mereka kemudian menjadi langganan. Online Marketing merupakan metode yang layak untuk dilakukan dalam mendukung bisnis online.
  1. Saat anda tetap mendapatkan uang meski sedang liburan. Saat itu berarti bisnis anda sudah berjalan dengan baik, walau anda tinggal jalan-jalan. Wirausaha menjanjikan kondisi seperti ini, tergantung seberapa kuat mental usaha anda dan seberapa jeli memanfaatkan peluang, khususnya dalam hubungan dengan cara meningkatkan penjualan produk.
  1. Diliput media. Saat media meliput bisnis anda, berarti mereka pun “mengakui” keberhasilan bisnis anda. Blog dan Internet merupakan media info yang pada dasarnya mampu meningkatkan dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh usaha anda.
  1. Saat konsumen merasakan manfaat dari produk anda. Bahwa produk yang dibelinya telah memberi perubahan lebih baik bagi hidupnya. Dan sebagai pelaku usaha UKM, ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, karena selain mendapatkan keuntungan finansial, produk yang kita jual ternyata memiliki manfaat luar biasa kepada pelanggan.
  1. Saat bisnis anda berhasil membuka lapangan kerja baru. Semakin banyak orang yang terlibat dalam bisnis sukses anda. Dan wirausaha serta usaha kecil menjanjikan terbukanya lapangan kerja baru.
 Beberapa hal di atas mungkin bisa jadi merupakan indikator mengenai kesuksesan sebuah bisnis, meskipun bukan menjadi patokan, namun paling tidak ciri-ciri di atas bisa menjadi patokan yang sederhana yang bisa dijadikan pertimbangan, semoga bermanfaat.




source : JOKOSUSILO(dot)COM

Strategi Bisnis Yang Harus Dipertimbangkan Para Pengusaha

May 10, 2012 Add Comment
Artikel Usaha UKM
Strategi Bisnis Yang Harus Dipertimbangkan Para Pengusaha Sebagai Solusi Alternatif WirausahaTidak bisa dipungkiri, Strategi Yang Harus Dipertimbangkan Para Pengusaha sangat mempengaruhi berkembang atau tidaknya usaha tersebut.

Wirausaha merupakan salah satu alternatif solusi sebagai sumber utama pencaharian keluarga. Berbagai potensi bisnis yang terdapat dalam wirausaha memiliki prospek yang sangat menjanjikan.  Namun dalam wirausaha tentu saja kita harus memiliki strategi bisnis. Memiliki strategi bisnis untuk usaha yang hendak dijalankan amat penting. Sebab setidaknya kita tahu bakal dibawa kemana usaha yang kita akan rintis ini. Dengan memiliki strategi pula, kita paling tidak sudah menyiapkan rencana untuk hal-hal terburuk, dan harapan untuk hal-hal terbaik, untuk menjadikan bisnis kita menjadi bisnis yang sukses.



Artikel usaha ini khususnya diperuntukkan bagi kita yang mengaku pengusaha, baik yang baru mulai usaha atau pun sudah lama menjalankan usaha. Kira-kira, apa saja strategi bisnis yang bisa  diterapkan? Berdasarkan pengamatan, referensi dan analisa dari berbagai sumber, berikut ini merupakan pengerucutan strategi bisnis yang ditawarkan, yaitu :
  1. Diversifikasi Bisnis. Bagi yang baru memulai bisnis, adalah hal yang bijaksana jika tidak langsung menjalankan strategi bisnis ini. Disarankan lebih baik fokus terlebih dahulu pada bisnis yang sedang dibangun, karena strategi ini tergolong beresiko tinggi. Melakukan diversifikasi bisnis, berarti kita membangun sebuah produk baru untuk dilempar ke pasar (yang mungkin juga baru). Jika tidak diiringi dengan kesiapan yang baik, melakukan diversifikasi dapat menggoyahkan dan bisa jadi malah meruntuhkan bisnis kita sebelumnya.
  2. Strategi menyerang. Strategi bisnis ini biasanya dijalankan untuk memperbesar tingkat penguasaan pasar. Pada strategi ini. biasanya promo besar-besaran dengan segala macam taktiknya dijalankan. Salah satu contohnya seperti menghadirkan program yang menarik bagi konsumen, seperti Beli 2 Gratis 1, Beli 3 Gratis 2, atau Belanja Kelipatan 50.000 Dapat Voucher.
  3. Mengembangkan pasar. Strategi yang ini relatif lebih kalem. Karena dengan produk yang selama ini ada, pebisnis akan berupaya untuk mengeksplorasi pasar yang selama ini digarapnya agar bisa lebih maksimal. Strategi ini perlu kejelian dalam melihat pasar. Apalagi bila pasar yang akan dijadikan target adalah pasar riil, demikian pula dengan online marketing yang pasarnya semakin dinamis.
  4. Mengembangkan produk. Berkebalikan dengan strategi bisnis mengembangkan pasar, strategi ini melempar sebuah produk baru pada pasar yang selama ini digarap. Kelebihan strategi bisnis ini adalah karena pasarnya telah dikenali, sedang tantangannya adalah bagaimana membuat produk baru tersebut bisa diterima oleh pasar. 
Demikian beberapa strategi bisnis yang bisa dijadikan pertimbangan untuk mengembangkan dan memperluas bisnis yang sedang kita rintis maupun akan kita pertahankan. Semoga menjadi referensi untuk usaha yang lebih baik. 




sumber : Strategi Bisnis at JOKOSUSILO(dot)COM

Warga Miskin Itu Akhirnya Meninggal Dunia

May 06, 2012 Add Comment
pemberdayaan masyarakat
Warga Miskin Itu Akhirnya Meninggal Dunia-Duka Cita BKM Dampingan Tim 03. Duka cita sedang menyelimuti Tim 03 dan 9 BKM Kelurahan Dampingan yang menjadi wilayah tugas pendampingan masyarakat di PNPM-P2KP Koorkot Kota Bengkulu.
Ibu Nurbaiti, warga RT 19 Kelurahan Sukarami Kota Bengkulu yang beberapa waktu lalu diupayakan bantuan kesehatannya akhirnya meninggal dunia, Sabtu pagi 5 Mei 2012. Duka cita yang teramat dalam tentu saja paling dirasakan oleh seluruh keluarga Mulyadi, 38 tahun, suami dari almarhumah (baca artikel Pemberdayaan Masyarakat : Cara Untuk Mengatasi Masalah Kemiskinan Membutuhkan Dukungan Dari Banyak Pihak)



Pada artikel  tersebut telah diceritakan kronologis kejadian dan proses pengupayaan bantuan kepada keluarga tersebut. Setelah dibawa ke RSUD M.Yunus, beberapa hari kemudian, secara tiba-tiba sejumlah uluran tangan datang kepada keluarga Mulyadi,diantaranya dari Plt.Gubernur Bengkulu Junaidi Chamsyah, dan H.Helmi Hasan, anggota DPRD Propinsi yang saat ini sedang dalam proses menjadi Calon Walikota Bengkulu untuk periode berikutnya. Selain dari kedua tokoh daerah tersebut, dukungan dan simpati juga datang tentunya dari BKM Kelurahan dampingan lainnya di wilayah Tim 3. Mulai dari bantuan kebutuhan dapur, perlengkapan keluarga dan biaya perobatan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada rekan-rekan TF lain bersama Tim Koorkot Kota Bengkulu Bpk.Dediyanto, SPt yang pada saat bersamaan turut serta mendampingi Plt.Gubernur Bengkulu turun langsung ke lapangan bersama Ibu Rufaida Umar selaku Senior Fasilitator  bersama Bpk.Alamsyah dan Bpk.Teddy dari TF 03. Ucapan syukur dan terima kasih ini patut diapungkan, mengingat upaya dan jerih payah Tim 03 bersama-sama BKM Kelurahan dampingan dalam membuka jaringan agar keluarga Mulyadi mendapatkan perhatian yang layak selaku warga masyarakat Kota Bengkulu. Dan harapan akan kesembuhan terhadap Nurbaiti semakin besar, salah satunya dengan kehadiran Ibu Ida Rufaida yang menjelma menjadi 'keluarga baru', ini dibuktikan dengan kesediaan waktunya untuk membawa bekal untuk Mulyadi saat sedang menjaga istrinya yang sakit.

Sayangnya, harapan itu tidak terwujud, seiring dengan turunnya semangat hidup Nurbaiti. Beberapa hari sebelum meninggal, Nurbaiti memang memaksa pulang, dan tidak mau makan lagi. Hal ini membuat sang suami menjadi jengkel. Namun setelah mendapat pertimbangan dari tim perawat, akhirnya Nurbaiti dibawa pulang Jumat 4 Mei setelah sholat jumat. Sore hari TF 3 menyempatkan diri datang ke rumah yang bersangkutan dan tetap memberi semangat.

Malang tak dapat ditolak,untung takdapat diraih, Nurbaiti akhirnya meninggal Sabtu pagi sebelum subuh. TF 3 datang beberapa jam setelahnya, di mana saat itu sudah memberitahu ke beberapa pihak di antaranya Camat Selebar dan Lurah Sukarami serta beberapa BKM dampingan lainnya. Jenazah kemudian dimakamkan siangnya. Takziah bersama akan dilakukan pada malam ke-3 bersama TF dan BKM Dampingan TF 03.

Semoga saja arwah almarhumah diterima di sisi Tuhan YME dengan menghapus segala dosa dan kekurangan semasa hidup. Dan terima kasih layak disampaikan kepada seluruh pihak yang telah turut membantu dan memeberikan perhatian kepada keluarga Mulyadi.

Peranan Pemerintah Dan Lembaga Lainnya Menanggulangi Kemiskinan

May 02, 2012 Add Comment
Pemberdayaan Masyarakat dan Peranan Pemerintah
Peranan Pemerintah Dan Lembaga Terkait Lainnya Dalam Penanggulangan Kemiskinan Harus Memiliki Komitmen Yang Benar-Benar Dijalankan. Ini tersirat dalam sosialisasi PMPK.
Kegiatan sosialiasi program bertajuk Lokakarya Tematik Program Peningkatan Mata Pencaharian Keluarga (PMPK) Livelihood yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu 1-2 Mei 2012 telah ditutup oleh perwakilan Bapedda Propinsi Bengkulu. Lokakarya yang digelar oleh Oversight Consultant (OC2) sebagai Konsultan Pemberdayaan Pelaksana Program PNPM Mandiri Perkotaan (dahulu P2KP) ini menampilkan topik "Membangun Komitmen Kemitraan Pemerintah Daerah dan Swasta dalam Mendorong Tumbuhnya Perekonomian Masyarakat", dengan narasumber Bapak Bobby dari SNVT-P2KP Pusat, Kepala Bappeda Propinsi Bengkulu, Kepala Dinas Koperasi-UKM Propinsi Bengkulu dan BRI.

Pada dasarnya konsep untuk program PMPK membutuhkan peranan dari berbagai pihak, dengan pola kemitraan. Hal ini dianggap sangat penting mengingat banyaknya program yang diusung sejumlah badan atau lembaga-lembaga sosial lokal,nasional maupun internasional belum benar-benar mengena pada target sasaran, yaitu kaum miskin. Melalui media sosial lokakarya seperti ini diharapkan gaung program penanggulangan kemiskinan sebagai bentuk intervensi pemerintah dapat didengar dan diimplementasikan sesuai prosedur di seluruh wilayah di Indonesia khususnya oleh Pemerintah Daerah dan Lembaga Swasta.

Pada hari kedua kegiatan, Rabu 2 Mei 2012, adalah penyampaian hasil diskusi kelompok yang dilakukan pada hari pertama, dimana hasil diskusi ini nantinya akan dijadikan sebagai bahan rujukan atau rekomendasi yang akan dijadikan dasar audiensi. Adanya penyampaian materi dari Wakil Bupati Bengkulu Selatan menambah informasi mengenai ketersediaan anggaran daerah terhadap program-program PNPM yang ada di Bengkulu. Dari sejumlah penyampaian hasil diskusi, yang paling mendapat sorotan adalah bagaimana sebenarnya hakekat kemitraan yang diinginkan, dan bagaimana pelaksanaannya. Tentu saja kemitraan merupakan salah satu bentuk kerja sama yang paling mendekati dalam banyak aspek, tergantung apa substansinya, siapa pelaksananya, dan pendekatan kemitraan yang bagaimana yang cocok untuk diimplementasikan.

Bengkulu merupakan daerah dengan potensi investasi yang cukup terbuka untuk menunjang pendapatan daerah, namun memberikan pengaruh yang nyata pula terhadap kesenjangan sosial. Adanya program dari PNPM-P2KP memiliki dampak signifikan terhadap mobilisasi masyarakat dan berpengaruh pula terhadap keberadaan masyarakat miskin, artinya warga miskin merasa bahwa dengan keberadaan mereka saat ini ada pihak yang dapat mengakomodir, paling tidak memberikan pencerahan dan harapan terhadap nasib mereka. Di saat instansi pemerintah, contohnya Pekerjaan Umum, baru dalam proses tender untuk pembangunan prasarana infrastruktur, PNPM-P2KP justru sudah dalam tahap pelaksanaan kegiatan nyata di lapangan. Dengan demikian, secara langsung PNPM-P2KP dapat memenuhi apa sebenarnya kebutuhan yang paling mendesak oleh masyarakat. 

Sedianya kegiatan ini dikonsentrasikan kepada peranan langsung seluruh SKPD yang ada di Bengkulu, karena sudah saatnya program kemitraan untuk masyarakat bawah harus benar-benar terlaksana. Adanya komitmen yang jelas dan tegas akan memperjelas posisi mereka dalam pembangunan manusia, atau dalam bahasa lain pemberdayaan masyarakat. Adanya kontribusi SKPD dan lembaga swasta akan membentuk hubungan keterikatan tertentu dan porsi peran sertanya dalam Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) baik tingkat Propinsi maupun Kota/Kabupaten. Adanya kontribusi ini diwujudkan dalam pembahasan bersama dalam sebuah wadah Sekretariat Bersama, yang juga memfasilitasi kepentingan-kepentingan program sosial pemberdayaan yang ada di Bengkulu. Dengan bersama-sama duduk dalam satu meja dan membawa hasil kemufakatan yang dihasilkan dari pembahasan bersama tadi ke lembaga yang lebih tinggi, misalnya DPRD Tingkat I dan II ataupun Pusat, akan jelas bagaimana sebenarnya alokasi anggaran oleh pemerintah sebagai wujud dukungan mereka terhadap penanggulangan kemiskinan. Pengalaman yang ada selama ini menunjukkan bahwa dengan misi yang sama, sejumlah lembaga sosial justru tidak mendapat kejelasan mengenai alokasi anggaran melalui dana dareah. Masing-masing seolah bekerja dan berjuang sendiri-sendiri, dan ini memperlihatkan pula seperti apa hubungan kedekatan yang ada lintas instansi.

Yang sangat disayangkan adalah, bahwa peranan SKPD yang sebenarnya dikumandangkan tidak didukung dengan komitmen mereka, paling tidak ini terlihat dari seberapa banyak SKPD yang hadir. Hal ini bisa menjadi pertanyaan apakah kehadiran SKPD dapat merepresentasikan seberapa besar komitmen mereka terhadap program ini, dan secara umum adalah program-program yang ada. Ini merupakan bentuk kritisi yang juga disampaikan oleh Bapak Bobby selaku SNVT-P2KP Pusat kepada Pemerintah Daerah. Dengan kata lain, program yang akan diusung tidak akan maksimal hasilnya bila koordinasi lintas instansi tidak berjalan lancar.

Dibalik itu semua, sangat diharapkan kerjasama semua pihak dalam hal peningkatan ekonomi dan mendorong perekonomian warga miskin. Rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan pada umumnya menekankan hal tersebut. Ditambah lagi adanya ketersediaan sarana dan prasarana dalam hal peningkatan keterampilan, analisis pasar dan analisis biaya dalam rangka kemandirian usaha, serta lembaga-lembaga yang dibentuk oleh pemerintah yang pro poor khususnya yang berhubungan dengan pemasaran hasil produk olahan. Hal ini juga harus didukung dengan ketersediaan dana dan modal oleh lembaga keuangan perbankan yang mudah diakses dan benar-benar tersosialisasi sehingga informasinya benar-benar terserap. Dengan kombinasi ini, maka tinggal lagi semangat dan fasilitasi untuk peningkatan kapasitas untuk benar-benar mau dan pasti menjalankan usaha yang dipilih.


artikel review dari pelaksanaan Lokakarya Tematik PMPK oleh OC2 PNPM Perkotaan-Bengkulu