Cara Untuk Membangun Usaha Kecil Yang Tangguh Dan Kreatif

August 22, 2012 Add Comment
Media Info

Cara Untuk Membangun Usaha Kecil Yang Tangguh Dan Kreatif. Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia sudah selayaknya dilakukan dengan melakukan pemberdayaan dan peningkatan kualitas.


Jika selama ini suntikan modal yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengembangkan UKM sudah dilakukan, namun lebih penting lagi adalah memberikan pembelajaran agar UKM bisa tangguh bersaing dan memiliki kreatifitas dalam membangun usaha. Dua hal tersebut lebih bisa memberikan jaminan UKM Indonesia bisa lebih maju.


Media online merupakan salah satu alternatif pemasaran produk UKM yang memiliki efek yang besar namun memerlukan budged yang rendah. Karena itu pemanfaatan media online bagi UKM sangat sesuai
.
Acara bertajuk Festival UKM Nasional: Menuju UKM yang Tangguh dan Kreatif” pada tanggal 31 Maret 2012 di Convention Hall, SMESCO Tower, Jakarta, merupakan upaya beberapa kalangan untuk memberikan pembekalan bagi UKM agar memiliki daya saing di tingkat lokal maupun Global.


Program “Bisnis Lokal Go Online” ini merupakan inisiatif sebuah inisiatif dari GOOGLE bekerja sama dengan Kementerian Koordinasi Perekonomian, Kementerian Industri, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Bakrie Connectivity, Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM), Melsa dan Multiply.com sebagai mitra program.

Acaranya sendiri didesain sebagai seminar, workshop untuk site-builder dari Google, serta pameran case study pelaku UKM yang sukses di dunia online.

Acara yang diselenggarakan secara gratis ini tersedia untuk anda pelaku UKM, terutama yang ingin mempelajari banyak hal untuk meningkatkan bisnisnya. Dalam acara tersebut akan diisi dengan kegiatan :
  • Belajar Low Budget, High Impact Marketing Langsung Dengan Hermawan Kartajaya.
  • Belajar Goblok Bersama Bob Sadino
  • Belajar Menjadi UKM Yang Super Langsung Dengan Mario Teguh.
  • Gratis Bawa Pulang Website dan Domain premium CO.ID atau WEB.ID Untuk Anda mulai usaha di dunia Online.
  • Tips dan pelatihan yang berkelanjutan

Manfaat TIK Dan Cara Meningkatkan Bisnis UKM

August 22, 2012 Add Comment
UKM
Manfaat TIK Dan Cara Meningkatkan Bisnis UKM. Teknologi Informasi Dan Komunikasi telah mendorong pertubuhan ekonomi dan sektor kehidupan lain menjadi lebih baik. Usaha Kecil dan Menengah tidak ketingalan ikut mencicipi manisnya perkembangan teknologi tersebut.


Pemanfaatan Teknologi oleh pelaku Usaha Kecil dan menengah mampu menjadikan usaha kecil berkembang dengan pesat. Perputaran bisnis di kalangan para pelaku usaha  kecil dan menengah (UKM), nilainya bisa melonjak triliunan rupiah jika saja mereka menerapkan solusi teknologi komunikasi informasi (TIK) yang tepat.



Executive General Manager Telkom Divisi Business Service Slamet Riyadi menuturkan, prospek bisnis UKM melalui TIK akan mencapai Rp 18,6 triliun di tahun 2021 mendatang. Melonjak 60,3% dari nilai bisnis di 2021 yang diperkirakan berjumlah Rp 11,6 triliun.

“Dengan solusi TIK yang tepat, bisnis UKM per tahunnya bisa tumbuh 12,83% jika dilihat dari Compound Annual Growth Rate atau CAGR,” jelasnya melalui surat elektronik yang dikutip detikINET, Senin (29/3/2021).

Melalui dukungan solusi TIK yang sesuai kebutuhan para pebisnis UKM, Slamet bahkan optimistis nilai bisnis di kalangan pengusaha kelas small medium enterprise (SME) ini akan mulai meningkat 10,9% menjadi Rp 12,87 triliun di tahun 2021 mendatang.

Menurut Slamet, komunitas UKM atau SME yang melek TIK, mulai tumbuh dan membutuhkan solusi serta mobilitas yang bisa menunjang kelancaran bisnisnya. Kebutuhan akan TIK di segmen UKM ini, sayangnya, selama ini belum dilayani secara serius.

“Itu sebabnya, Telkom membentuk Divisi Business Service atau DBS untuk melayani para pelaku bisnis UKM ini. Posisi kami di sini tidak hanya sekadar memberikan solusi TIK saja, namun juga untuk membantu masyarakat memberdayakan ekonominya,” papar Slamet.

DBS sendiri dibentuk khusus oleh Telkom untuk mengelola pelanggan bisnis yang sebagian besar merupakan segmen UKM. Pada segmen ini, Telkom akan menawarkan beragam solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis melalui penerapan TIK yang tepat.

“Beberapa aplikasi cloud computing berbasis platform as as services (PAAS) sudah disiapkan Telkom, di antaranya e-UKM, aplikasi untuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat), aplikasi untuk pengelolaan koperasi, pendidikan, dan lainnya,” papar Slamet.

Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi, hingga Juni 2021 lalu jumlah koperasi di Indonesia telah mencapai 166.155 unit, dengan permodalan koperasi aktif yang terdiri dari modal sendiri Rp 27,27 triliun dan modal luar Rp 36,25 triliun dengan nilai volume usaha Rp 55,26 triliun.

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun lalu juga mencatat jumlah UKM di Indonesia sebanyak 520.220 unit. Diperkirakan akan ada 600.000 pelaku UKM baru pada 2021 ini. Sementara dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan sejak Januari 2021-Januari 2021 sekitar Rp 17,541 triliun untuk 2,4 juta debitur.

Sektor tertinggi investasi yang dilakukan kalangan SME atau UKM adalah pada bidang jasa (57%), perdagangan (20%), dan manufaktur (23%). SME atau UKM bahkan ditengarai memberi kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto nasional sebesar 54%. (sumber : GALERI UKM)

Cara Untuk Membangun Masyarakat Cerdas : Opini Pemberdayaan

August 17, 2012 Add Comment
Opini Pemberdayaan
Cara Untuk Membangun Masyarakat Cerdas : Opini Pemberdayaan.  Miskin adalah cerita lama dan selalu menimbulkan permasalahan yang meresahkan. Permasalahan ini menjadi persoalan dunia. 

MDGs mencoba memberikan solusi untuk menangani permasalahan ini.Solusi ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur dalam menyelesaikan segala persoalan terkait kemiskinan di seluruh dunia.


Jangan beri Ikan, tapi beri kail

Istilah  ini sering kita dengar ketika seorang fasilitator mencoba membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membiasakan diri untuk meminta bantuan. Adanya program-prgoram bantuan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga lainnya menjadikan masyarakat biasanya menjadi sangat manja, mudah meratap dan gampang putus asa. Dampak negatifnya terjadi kecemburuan sosial yang berujung pada meningkatnya angka kriminalitas, angka depresi dan lainnya. Sehingga menjadi generasi yang tidak berguna.

Di satu sisi pendapat ini bisa jadi benar, namun di sisi lain bisa jadi kurang tepat. Karena tidak semua kelompok masyarakat benar-benar membutuhkan fasilitasi berwujud pendampingan, namun membutuhkan fasilitasi kebutuhan yang benar seperti makanan, minuman, pakaian, pendidikan dan sebagainya. Masalah kesadaran, penyadaran,menyadarkan dan segala bentuk definitif yang berkaitan dengan kesadaran sosial bisa menjadi prioritas nomor kesekian apabila kebutuhan fisik sudah terpenuhi. Bencana alam, kebakaran massal, perang, adalah sedikit dari sejumlah faktor nyata kenapa masyarakat sebuah negara menjadi miskin, bukan hanya sekedar bahwa manusia itu malas, tidak punya pendidikan dan tidak bisa menangkap atau memanfaatkan kesempatan yang ada untuk keluar dari status kemiskinan.

Tapi apakah angka kemiskinan yang seperti itu sangat besar di negeri ini sehingga harus menghabiskan anggaran yang besarnya triliunan? Sepertinya harus dipikirkan dan didata kembali angka yang valid, sehingga penanganan masalah kemiskinan tidak berkutat dalam program charity yang membuat masyarakat tidak kreatif.

Perlu diingat bahwa masyarakat Indonesia tiba-tiba persentasinya naik menjadi 50 % per tahun 2021 !!! Apakah ini berarti bahwa program-program pendampingan pro poor yang seharusnya diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan benar-benar tidak efektif ?  Atau malah pendampingan sosial justru lebih menyadarkan masyarakat mampu agar 'pintar-pintar' memposisikan dirinya supaya sama seperti masyarakat awam lainnya yang kurang mampu yang sebenarnya lebih pantas mendapatkan perhatian ?

Belum lagi ditambah dengan sikap masyarakat yang tidak peduli dengan kriteria miskin yang telah ditetapkan misalnya dalam BLT, JAMKESMAS dan program charity lainnya. Sehingga menimbulkan salah sasaran bagi penerima manfaatnya.

Ketika Masyarakat harus Cerdas
MDGs telah memberikan arahan yang jelas untuk penanggulangan kemiskinan secara tuntas. Dimana ketika masyarakat sedang lapar bukan hanya diberi makan saja. Ketika sudah kenyang, mereka harus diajak berfikir untuk mencoba keluar dari kemiskinan. Tampung semua keluhan mereka, dari sisi kesehatan, lingkungan, keahlian yang sangat minim sampai pada masalah permodalan usaha.

Kemudian ajak diskusi dengan mereka bagaimana caranya untuk keluar dari kukungan kemiskinan. Keinginan yang diharapkan dijadikan acuan yang realistis dan sangat mungkin untuk direalisasikan. Hal ini harus digabungkan dengan potensi pemecahan permasalahan dari lingkungan terdekat dahulu. Karena setiap wilayah (contoh Desa) pasti ada potensi pemecahan masalah, biasanya masyarakat telah tahu pemecahanannya, tapi berat untuk menjalankannya.

Memang perlu leader/fasilitator yang handal, perlu waktu untuk merubah paradigma yang terbiasa pasrah menjadi jiwa pejuang.Tapi itu adalah proses belajar, dimana ketika ingin mewujudkan masyarakat cerdas perlu waktu untuk belajar. tidak semudah membalikan telapak tangan.

Prinsip Membangun masyarakat Cerdas:
  1. Jadikan kejujuran hal yang paling utama
  2. Jangan pikir nanti jadi apa, tapi pikirkan apa yang harus dikerjakan sekarang untuk persiapan masa depan
  3. Dapat membangun lembaga yang dipercaya
  4. Dapat merencanakan kegiatan untuk 3 tahun kedepan apa yang akan dilakukan
  5. Dapat membangun kebersamaan dengan pihak lain
Kejujuran adalah hal utama dalam memperbaiki segala hal, begitu pula halnya untuk membangun masyarakat cerdas.

Ketika transparansi dan akuntabilitas berjalan dengan baik, maka otomatis akan menimbulkan kepercayaan dari masyarakat. Ketika kepercayaan itu telah ada, maka akan mudah bagi fasiltator/lembaga untuk membangun masyarakat cerdas yang didalamnya penuh dengan kebersamaan dan ide-ide kreatif untuk kesejahteraan wilayah (desa) masing-masing.

Yang menjadi kendala kini adalah ketika golongan masyarakat elit dan lebih mampu secara ekonomi 'lebih sadar' dan 'pintar-pintar' memposisikan diri, sehingga  kesempatan yang seharusnya diberikan kepada golongan miskin malah 'tepat sasaran' kepada golongan tadi. Maka seluruh komponen yang terkait juga harus 'lebih sadar' dan 'lebih peka' untuk menentukan prioritas utama kepada siapa seharusnya penyadaran tadi diimplementasikan, atau dengan kata lain menempatkan kebijakan yang benar pada orang yang tepat dan kondisi yang tepat.


 (referensi : Fasilitator Masyarakat : Membangun Masyarakat Cerdas) - Artikel ini juga telah diposting di Kompasiana : Opini Pemberdayaan Dalam Membangun Masyarakat Cerdas

Penambahan Anggaran Sosial Untuk Pengentasan Kemiskinan

August 16, 2012 Add Comment
Pemberdayaan Masyarakat
Penambahan Anggaran Sosial Untuk Pengentasan Kemiskinan. Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri meminta Pemerintah Daerah (Pemda), ikut mendukung pengentasan kemiskinan. Salah satunya dengan memberikan anggaran lebih banyak kepada Dinas Sosial di masing-masing daerah.

”Anggaran daerah untuk dinas sosial harus ditambah. Pemerintah daerah, harus membantu pengentasan kemiskinan,” kata dia setelah memberi bantuan penderita lumpuh di Desa Kedungwringin, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Sabtu (7/7).

Menteri membantu empat anak purnawirawan Polri (alm) Peltu Sahirun. Mereka kakak beradik, Amin Muntoha, Musiaroh, Musinah, dan Riyatin. Mereka menderita lumpuh. Selama ini, kebutuhan hidup anak-anak itu ditanggung oleh Kiswanto (30), anak kedua yang sehat, belas kasihan warga sekitar, dan bantuan.

Pegentasan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjadi persoalan serius, termasuk di dalamnya kemiskinan. Pemerintah pusat, membuat target tahun 2021, kemiskinan bisa turun 8-10 persen.  ”Peran pemda itu misalnya, 50 persen. Nanti kami siapkan juga 50 persen untuk mengatasi kemiskinan atau PMKS,” kata dia. Karena itu pemda dan pemerintah pusat perlu bersinergi.

Di Kandang Babi

Penderitaan kakak beradik Amin Muntoha, sudah mereka rasakan sejak 2005. Karena keterbatasan ekonomi, mereka pernah terpaksa tinggal di bekas kandang babi. Pemerintah daerah, Polri melalui Polres Banyumas, dan sejumlah pihak, termasuk Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) mulai memberi perhatian.

Kemensos memberi bantuan kursi roda, paket sembako, dan sejumlah uang santunan. Dengan bantuan kursi roda, tiga perempuan bersaudara itu mengaku bahagia dan terharu. Sebelumnya, hanya Amin Muntoha (anak pertama) yang berkursi roda.

Kades Kedungwringin, Sirin, selain berterima kasih, juga menyampaikan bahwa penderita lumpuh tersebut membutuhkan pelatihan ketrampilan. Amin misalnya, selama ini memiliki keahlian membuat wayang dari kertas kardus. Sementara tiga wanita bersaudara juga berbakat menjahit.

”Yang paling dibutuhkan adalah pelatihan dan pemberdayaan dari pemerintah dalam hal ini Kemensos. Dengan pelatihan dan pemberdayaan sesuai ketrampilan mereka, maka, di masa depan mereka bisa hidup mandiri,” kata Sirin dalam dialog.

Menanggapi hal itu, Mensos Salim Segaf Al Jufri berjanji akan segera menindaklanjuti. Dalam sepekan akan segera ada keputusan, apakah penderita lumpuh tersebut akan dimasukkan panti rehabilitasi, atau masuk ke pelatihan untuk dididik.

Dalam kunjungannya, Salim Segaf juga melakukan sejumlah kegiatan, di antaranya memberikan bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) perkotaan dan pedesaan di Banyumas. Total penerima RTLH dari APBN sebanyak 88 rumah.


Ada juga bantuan untuk balita tanpa anus di Kecamatan Sumbang. Selebihnya, Menteri melakukan kunjungan dan menyalurkan bantuan ke Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) Satria di Baturraden, Banyumas.



 (sumber : KEMENSOS RI-Anggaran Dinas Sosial Harus Ditambah)

Pemberdayaan : 50% Penduduk Menjadi Miskin ?

August 16, 2012 Add Comment
Pengentasan Kemiskinan
Pemberdayaan : 50% Penduduk Menjadi Miskin ? ::: Informasi dari Jakarta, Lebih dari 50% penduduk yang pendapatannya naik melebihi garis kemiskinan kembali tercatat sebagai penduduk miskin pada tahun berikutnya.



Ekonom Bank Dunia Vivi Alatas mengatakan kecenderungan tersebut menyebabkan laju penurunan angka kemiskinan di Indonesia semakin lambat setiap tahun.


Data BPS menyatakan laju penurunan presentase penduduk miskin terhadap jumlah penduduk year on year bulan Maret turun secara bertahap dari 1,16% pada 2021 menjadi 0,53% pada 2012.


“Kemiskinan sekarang ada di  end tails [ujung ekor] yang memang lebih sedikit daripada yang di tengah, ini butuh usaha lebih,” katanya hari ini, Senin (9/7/2012).


Dia menjelaskan laju pertumbuhan pasti melambat karena kenaikan pendapatan yang dibutuhkan penduduk sangat miskin untuk naik ke atas garis kemiskinan lebih tinggi. 


Pada presentase penduduk miskin yang saat ini sudah mencapai 11,96%, lanjutnya, sebagian besar perubahan demografi terjadi pada penduduk berpendapatan di sekitar garis kemiskinan.


“Kalau dilihat, setiap tahun orang yang naik turun sama, bisa lebih dari 50%. Kalau sekarang sudah tidak miskin bukan berarti tahun depan tidak lagi,” lanjut Vivi. 


Ekonom Indef Enny Sri Hartati mengatakan peningkatan koefisien gini dari 0,38 pada Maret 2021 menjadi 0,41 menujukkan tingkat kemiskinan penduduk relatif di Indonesia semakin buruk.


Koefisien tersebut menggambarkan bahwa 20% dari penduduk Indonesia menguasai 48% pendapatan domestik bruto, sedangkan mayoritas 80% menguasai 52% pendapatan domestik bruto.


Dia menambahkan presentase penduduk miskin seharusnya turun 0,8% tiap ekonomi tumbuh 1% untuk mencapai pembangunan ekonomi yang optimal.


“Padahal anggaran pemerintah untuk kemiskinan naik terus, artinya program kemiskinan pemerintah tidak tepat sasaran,” kata Enny.


Vivi mengatakan angka turnover demografi yang tinggi di sekitar garis kemiskinan dibarengi oleh peningkatan koefisien gini menandakan pemerintah harus merancang program pengentasan kemiskinan yang lebih komperhensif.


Pemerintah diminta untuk merancang kebijakan yang meliputi program penanggulangan kemiskinan berbasis promosi penduduk miskin menjadi penduduk tidak miskin dan proteksi penduduk tidak miskin yang berpendapatan sedikit di atas garis kemiskinan.


“Jangan terus-terusan yang sudah keluar [dari kemiskinan] masuk lagi. Pemerintah harus membuat definisi penduduk miskin yang lebih detil, bukan hanya siapa saja yang di bawah garis kemiskinan tapi siapa saja yang rentan,” kata Vivi. 




(sumber  : Bisnis Indonesia )

PNPM Mandiri Papua Butuh 900 Tenaga Pendamping

August 15, 2012 Add Comment
PNPM Mandiri
PNPM Mandiri Papua Butuh 900 Tenaga Pendamping. Informasi dari Jayapura, Provinsi Papua membutuhkan 900 tenaga pendamping untuk menjalankan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Rencana Strategis Pembangunan Kampung (Respek) di wilayah tersebut.


"Dari 388 distrik (kecamatan) yang ada di Papua, harusnya terisi 900 lebih tenaga pendamping PNPM Mandiri-Respek, tetapi yang baru terisi untuk pendamping pemberdayaan baru 160 orang sedangkan pendamping teknik baru 200 orang," kata Koordinator Provinsi PNPM Mandiri-Respek Papua Susiyanto di Jayapura, Papua, Kamis (26/07).

Ia menjelaskan, untuk mengisi kekurangan tenaga pendamping PNPM Mandiri-Respek tersebut, pihaknya telah membuka lowongan pekerjaan dan merekrut tenaga teknik, akan tetapi animo warga Papua masih kurang.

"Kekosongan itulah maka kita merekrut tenaga teknik, sebelumnya kita telah membuka pendaftar reguler untuk S1 dan yang mendaftar ada 60 orang, tetapi yang mendaftar ulang hanya 40 orang kemudian yang lolos 37 orang," katanya.

Saat ini, pihaknya sedang menunggu dana dari pusat untuk pelatihan pratugas para tenaga pendamping yang lolos seleksi dan kemungkinan kegiatan itu akan diselenggarakan setelah Lebaran mendatang.

Terkait dengan kekosongan dan sulitnya mendapatkan pendamping tenaga teknik, pihaknya mendapatkan bantuan dari USAID melalui Lembaga Bhakti untuk mendidik anak-anak lulusan SMK dan SMU, Jurusan IPA selama enam bulan.

"Yang kami harapkan dalam waktu enam bulan setelah melalui pelatihan, para tenaga teknik lulusan SMK dan SMU Jurusan IPA sudah mampu melakukan pendampingan dan mendesain program infrastruktur di kampung yang dibutuhkan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, pendaftaran untuk posisi itu sudah mulai sejak beberapa waktu dan ditutup pada Rabu (25/7). Ia berharap, September 2012 pelatihan terhadap mereka sudah berjalan, sedangkan tenaga yang akan direkrut sebanyak 300 orang. Sebanyak 200 orang di antaranya untuk penempatan di Papua dan 100 orang lainnya untuk penempatan Papua Barat.

"Dengan adanya penerimaan dan pelatihan ini berharap bisa memenuhi kekosongan yang selama ini terjadi dan tidak lagi menjadi suatu hambatan," katanya.
Informasi yang didapatkan ANTARA Jayapura, saat ini PNPM Mandiri-Respek memiliki 360 tenaga pendamping. 



(sumber : Bisnis Indonesia).

Bagaimana dengan Bengkulu, apakah membutuhkan tenaga pendamping tambahan ...?

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Strategi Secara Konseptual

August 13, 2012 Add Comment
Strategi Pendampingan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Strategi Pendampingan Secara Konseptual. Pemberdayaan Masyarakat memiliki definisi yang beragam namun memiliki keterkaitan satu sama lain. Namun yang memiliki kaitan erat terhadap strategi pendampingan sosial adalah menurut Ife ((1995:182).

“Providing people with the resources, opportunities, knowledge and skills to increase their capacity to determine their own future, and to participate in and affect the life of their community”.  
(Menyiapkan kepada masyarakat berupa sumber daya, kesempatan, pengetahuan dan keahlian untuk meningkatkan kapasitas diri masyarakat di dalam menentukan masa depan mereka, serta berpartisipasi dan mempengaruhi kehidupan dalam komunitas masyarakat itu sendiri).


Salah satu strategi yang tidak umum dipakai dalam proses pemberdayaan masyarakat adalah pendampingan. Menurut Sumodiningrat (2021:106), pendampingan merupakan kegiatan yang diyakini mampu mendorong terjadinya pemberdayaan fakir miskin secara optimal. Perlunya pendampingan dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan pemahaman diantara pihak yang memberikan bantuan dengan sasaran penerima bantuan. Kesenjangan dapat disebabkan oleh berbagai perbedaan dan keterbatasan kondisi sosial, budaya dan ekonomi. Dalam melaksanakan tugasnya, para pendamping memposisikan dirinya sebagai perencana, pembimbing, pemberi informasi, motivator, penghubung, fasilitator, dan sekaligus evaluator. Kegiatan pemberdayaan dapat dilakukan melalui pendampingan sosial. terdapat 5 (lima) kegiatan penting yang dapat dilakukan dalam melakukan pendampingan sosial, yaitu:

1. Motivasi
Masyarakat khususnya keluarga miskin perlu didorong untuk membentuk kelompok untuk mempermudah dalam hal pengorganisasian dan melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat. Kemudian memotivasi mereka agar dapat terlibat dalam kegiatan pemberdayaan yang nantinya dapat meningkatkan pendapatan mereka dengan menggunakan kemampuan dan sumber daya yang mereka miliki.

2. Peningkatan Kesadaran dan pelatihan kemampuan
 Membantu masyarakat miskin untuk menciptakan sumber penghidupan mereka sendiri dan membantu meningkatkan keterampilan dan keahlian mereka sendiri melalui pendidikan dasar, pemasyarakatan imunisasi dan sanitasi, sedangkan untuk masalah keterampilan bisa dikembangkan melalui cara-cara partisipatif. Sementara pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat melalui pengalaman mereka dapat dikombinasikan dengan pengetahuan yang dari luar.

3. Manajemen diri
Pada tahap awal, pendamping membantu mereka untuk mengembangkan sebuah sistem. Kemudian memberikan wewenang kepada mereka untuk melaksanakan dan mengatur sistem tersebut, dimana setiap kelompok harus mampu memilih atau memiliki pemimpin yang nantinya dapat mengatur kegiatan mereka sendiri seperti melaksanakan pertemuan-pertemuan atau melakukan pencatatan dan pelaporan.

4. Mobilisasi sumber
Pengembangan sistem penghimpunan, pengalokasian, dan penggunaan sumber-sumber ini perlu dilakukan secara cermat sehingga semua anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan hal ini dapat menjamin kepemilikan dan pengelolaan secara berkelanjutan. Ini didasari oleh pandangan bahwa setiap orang memiliki sumber daya yang dapat diberikan dan jika sumber-sumber ini dihimpun, maka nantinya akan dapat meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat secara substansial.

5. Pembangunan dan pengembangan jaringan
Pengorganisasian kelompok-kelompok swadaya masyarakat perlu disertai dengan peningkatan kemampuan para anggotanya membangun dan mempertahankan jaringan dengan berbagai sistem sosial disekitarnya. Jaringan ini sangat penting dalam menyediakan dan mengembangkan berbagai akses terhadap sumber dan kesempatan bagi peningkatan keberdayaan masyarakat miskin.

Upaya yang dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat menurut konsep ini adalah dengan meningkatkan kemampuan atau kapasitas masyarakat khususnya masyarakat miskin. Meningkatkan kemampuan dan kapasitas masyarakat ini disebut juga dengan penguatan kapasitas (capacity building), yaitu suatu proses meningkatkan atau merubah pola perilaku individu, organisasi, dan sistem yang ada di masyarakat untuk mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif dan efisien. Sehingga masyarakat dapat memahami dan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki untuk mencapai tujuan pemberdayaan, yaitu kesejahteraan hidup masyarakat.  Jadi, strategi pendampingan sangat efektif dan efisien dalam proses pemberdayaan masyarakat, karena dengan adanya pendampingan maka kapasitas masyarakat dapat dikembangkan atau diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat dan secara tidak langsung dapat membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan. 



(sumber : Erick Azof : Pendampingan Sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat).