Keripik Pisang Coklat sebagai Cemilan Makanan Khas Terlaris

March 21, 2021 Add Comment
Usaha Kecil Kemitraan
Salah satu cara untuk melakukan pemasaran adalah dengan produk review. Produk review memiliki fungsi penting dalam mempromosikan produk usaha dalam tujuan meningkatkan penjualan dan juga meningkatkan mata pencaharian.

Jasa Review Kanal Mitravisi di Media Info kali ini akan mengangkat tema Artikel Usaha : Keripik Pisang Coklat sebagai Cemilan Makanan Khas Terlaris di Bengkulu Expo 2012-Product Review. Ini adalah momen sangat tepat bagi Kanal MitraVisi melalui media online Media Info untuk berpartisipasi dan mendorong semangat kewirausahaan bagi para pengusaha kecil atau yang sedang merintis usaha, meskipun tidak menutup peluang bagi pengusaha besar untuk dapat bermitra dengan Kanal MitraVisi.


Keripik pisang adalah produk makanan ringan dan makanan khas dibuat dari irisan buah pisang dan digoreng, dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan. Tujuan pengolahan pisang menjadi kripik pisang adalah untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan/memperpanjang kemanfaatan buah pisang. Seperti dikutip dari artikel Keripik Pisang, bahwa standar mutu keripik pisang dapat mengacu pada SNI 01-4315-1996, Keripik Pisang. Standar Teknis ini berlaku untuk pembuatan Pisang menjadi Keripik Pisang. Prosedur Operasional Pengolahan Keripik Pisang terdiri dari beberapa kegiatan meliputi penyiapan bahan baku Keripik pisang, penyiapan peralatan Keripik pisang dan kemasan Kripik pisang, pengupasan Keripik pisang dan pengirisan Keripik pisang, pencucian Keripik pisang dan perendaman Kripik pisang, penggorengan Keripik pisang, penirisan minyak Keripik pisang, pemberian bumbu Keripik pisang, pengemasan Keripik pisang dan pelabelan Keripik pisang, serta penyimpanan Keripik pisang.

Keripik Pisang Cokelat adalah salah satu produk usaha andalan Ibu Teni, yang bersama suami dan anggota pengrajin home industry lainnya aktif dalam pembuatan sejumlah produk makanan ringan.Ibu Teni dan keluarganya yang tinggal di RT 2 adalah penerima manfaat kegiatan kegiatan Ekonomi Bergulir dana APBD Kota Bengkulu dalam wujud DDUB yang ditumbuhkembangkan oleh BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Danau Indah Kelurahan Dusun Besar. BKM merupakan kelompok yang dibentuk dan didampingi dalam program PNPM-P2KP (sekarang dikenal dengan PNPM-Perkotaan). Selama beberapa tahun terakhir, BKM Danau Indah Kelurahan Dusun Besar sangat aktif dalam kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya warga yang terbatas usahanya oleh permodalan.Oleh Bapak Budiarto dan Ibu Sustrawati, pasangan suami istri yang merupakan UPK dan pengurus di BKM tersebut, usaha kecil Ibu Teni dicoba untuk didorong peningkatan produksinya melalui pelatihan dan inovasi kreatif, dimana mereka mencoba menanamkan ide-ide kreatif dengan variasi-variasi jenis makanan ringan yang memiliki potensi. Hasilnya, selain Keripik Pisang Coklat Ibu Teni juga memproduksi Kerupuk Rengginang dan Pisang Salai.


Sebagai orang yang memahami apa itu keswadayaan, kemandirian dan kewirausahaan, tentu saja keduanya ingin memberikan contoh kepada para pengurus lain dan juga ke seluruh warga di Kelurahan Dusun Besar dan bila perlu seluruh warga di Propinsi Bengkulu, bahwa setiap orang bisa melakukan apa saja bila itu didasari semangat dan diiringi dengan kreatifitas serta keinginan kuat untuk mau belajar dan memiliki pengetahuan luas. Terlebih, Ibu Teni dan keluarga serta kelompok usahanya merupakan penggiat usaha kecil yang juga mau terus berinovasi. Salah satu metode yang dilakukan oleh Bapak Budiarto dan Ibu Sustrawati untuk membantu Ibu Teni yaitu dengan melakukan pengolahan produk yang disiapkan oleh Ibu Teni dan dimasak di rumah Bapak Budiarto. Dari momen tersebut terjadi interaksi dan transformasi informasi mengenai kekhasan produk, karena Bapak Budiarto juga menekankan pentingnya perbandingan bahan.Untuk beberapa program ke depan, BKM Danau Indah yang dikoordinatori oleh Bapak Agus Haryadi, setelah mendapat rekomendasi berdasarkan survey lapangan yang dilakukan oleh seluruh anggota BKM Danau Indah, usaha Ibu Teni dan kelompok-kelompok usaha sejenis akan dimasukkan sebagai calon penerima manfaat untuk KUBE.

Artikel Usaha : Usaha Kecil dan Strategi Bisnis
Bapak Budiarto dan Ibu Sustrawati, Pasangan Suami Istri Yang Giat Dalam Usaha Kecil

Di Bengkulu Expo 2012, Keripik Pisang Cokelat adalah salah satu makanan ringan laris yang paling banyak dicari oleh pengunjung di stand pameran PNPM-P2KP yang oleh Oversight Consultant dan Korkot Kota Bengkulu diembankan pengelolaannya kepada Tim 03 serta didukung oleh rekan-rekan dari tim yang lain.Hal ini terbukti selama 2 hari dari sejak penitipan pertama produk di stand tersebut Ibu Sustrawati mendapat order lagi untuk mengisi etalase display, yang kebetulan pada hari pertama, Jumat 25 Mei 2012 lalu memang belum menampilkan produk. 


Cara membuat Keripik Pisang Coklat usaha kecil milik Ibu Teni, menurut Bapak Budiarto dan Ibu Sustrawati sebenarnya sama saja dengan pembuatan keripik pisang yang biasanya dibuat . Dan lagi, produk Keripik Pisang Coklat bukan sesuatu yang baru di Indonesia. Namun yang membedakan adalah cita rasanya sehingga menjadi ciri khas tersendiri. Bahan-bahannya pun sama seperti membuat keripik sejenis, yaitu pisang. Hanya saja untuk Keripik Pisang Coklat ada tambahan berupa coklat bubuk. Nah, inilah yang membedakan. Mungkin di tempat lain ada yang menggunakan bahan berupa coklat padat atau coklat bubuk, namun untuk buatan keripik yang satu ini memiliki perhitungan cermat terhadap perbandingan antar bahan, sehingga menjadi daya tarik untuk dicicipi. Apalagi Bapak Budiarto memiliki modal keterampilan dan pengalaman dalam pembuatan produk kuliner khususnya kue, sehingga hal ini memudahkan para penggiat usaha kecil di Kelurahan Dusun Besar untuk melakukan perbandingan bahan dan peracikannya dengan tujuan untuk menciptakan kekhasan rasa.


Kanal MitraVisi, yang merupakan mitra ekspose dan informatif bagi Tim Fasilitator 3 mencoba membantu mensponsori produk tersebut dalam hal pelabelan. Memang pengemasan produk masih sederhana, yaitu plastik transparan. Namun paling tidak, adanya pelabelan memungkinkan produk tersebut memiliki nilai tambah tersendiri yaitu identitas dan ikon yang mewakili konten produk itu. Ini tentu saja menjadi hal yang sangat positif mengingat tingginya ketertarikan pengunjung terhadap Keripik Pisang Coklat, yang oleh inisiatif lembaga Kanal MitraVisi setelah berdiskusi dengan keduanya sepakat menamainya dengan Keripik Pisang Coklat Danau Indah, diambil dari nama BKM mereka sendiri yaitu BKM Danau Indah Kelurahan Dusun Besar Kota Bengkulu.

Usaha Keripik Pisang Coklat Danau Indah sebenarnya memiliki peluang usaha, prospek bisnis dan potensi peningkatan mata pencaharian yang besar, terutama dengan modal keterampilan dan pengalaman pembuatan produk kue dari Bapak Budiarto sendiri, dan semangat serta keluwesan Ibu Sustrawati dalam pengelolaannya. Apalagi keduanya sudah cukup dikenal dalam hal pemesanan pembuatan kue dan snack untuk acara-acara tertentu. Setelah event Bengkulu Expo 2012 ini, TF 3 PNPM-P2KP yang juga melakukan tugas pendampingan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Dusun Besar sebagai salah satu dari 9 Kelurahan wilayah tugas pendampingan, bersama-sama dengan Kanal MitraVisi akan mencoba melakukan follow up terhadap potensi yang ada, khususnya dalam hal sertifikasi dan pematenan produk ini.



Bagi masyarakat Indonesia penggemar kuliner dan makanan ringan khas daerah, dapat mendapatkan produk Keripik Pisang Coklat Danau Indah melalui pemesanan langsung maupun online melalui Kanal MitraVisi di Media Info (www.baladbisnis.blogspot.com) - HP. 081275582550 (CP.Roben) atau email (shadow_80string@yahoo.com), sekretariat Jl. Mahakam IV No.116 Bengkulu 


inspirasi : 

  • Keripik Pisang Mr Monkey
  • Cara Membuat Keripik Pisang Coklat

Usaha Kecil Omzet Di Bawah 300 Juta Kena PPh 0,5 %

March 21, 2021 Add Comment
Pajak Usaha Kecil UKM
MEDIA INFO | Info Usaha - Usaha kecil beromzet di bawah 300 juta akan dikenakan PPh 0,5 %. Ini menjadi berita hangat, mengingat banyaknya persoalan pajak di Indonesia.  Adil tidak adil, tetap saja ini menjadi hal yang harus dipahami oleh pelaku usaha kecil.

Namun demikian, Kementerian Koperasi dan UKM di Gedung Kementerian (5/2/2021) sedang mengupayakan agar badan usaha atau usaha mikro dengan omset rendah (di bawah 300 juta) tetap dikenakan pajak 0 %, karena pertimbangan ketidakadilan kategori usaha kecil dibandingkan usaha makro lainnya. Ini disebabkan karena pemerintah bersedia memberikan insentif pajak berupa tax holiday bagi investor, namun sulit memberikan insentif pajak berupa pembebasan PPh Badan bagi usaha mikro. Tax holiday yang diberlakukan menurut PMK no.130/PMK.011/2021 adalah pembebasan PPh Badan bagi industri yang berinvestasi paling sedikit Rp 1 triliun dengan kategori tertentu selama 5-10 tahun. Selain itu, industri yang bersangkutan juga mendapatkan pengurangan pajak setelah 2 tahun masa pembebasan pajak berakhir. Artinya, terdapat kesenjangan antara industri besar dengan usaha mikro yang dianggap tebang pilih kebijakan pajak. Padahal, usaha mikro terbukti memiliki ketangguhan selama terjadinya krisis ekonomi global dibandingkan industri makro yang mengalami pailit.

Namun, Kementerian mendukung pengenaan pajak 1 % bagi usaha yang beromzet antara Rp 300 juta sampai dengan Rp 4,8 miliar. 


Nah, bagi pelaku usaha kecil, tentunya kebijakan pajak harus benar-benar dipahami, tidak hanya berhitung soal untung rugi. Sudah saatnya pelaku usaha kecil UKM dan wirausaha lainnya mengerti seluk beluk pajak khususnya usaha mikro dan usaha makro. 


(sumber : Kementerian Koperasi dan UKM (www.depko.go.id)

Cara Meningkatkan Produktivitas UKM Dengan Klasterisasi

March 16, 2021 Add Comment
UKM Usaha Kecil Fashion
Cara meningkatkan produktivitas UKM dan kewirausahaan atau usaha kecil ternyata dapat dilakukan dengan klasterisasi, khusus untuk UKM dan usaha kecil yang bergerak di bidang fashion dan tekstil beserta turunannya.


Metode yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM ini konon bertujuan untuk mempermudah melakukan pembinaan sehingga produktivitas dapat meningkat.

Cara meningkatkan UKM dan usaha kecil dengan klasterisasi ini akan menggandeng asosiasi perancang mode hingga pengusaha para pengusaha besar untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UKM dan wirausahawan yang bergerak di bidang fashion. UKM fashion dan tekstil memiliki peranan penting dan signifikan, dimana sekitar 10% dari 55,3 juta pelaku UKM di Indonesia bergerak di bidang ini. 


UKM fashion dan tekstil akan disatukan dalam satu klaster, dimana tahap pertama akan dilakukan pemetaan terhadap pelaku usaha tersebut. Jika data telah diterima, maka akan dibentuk kluster fashion, lalu diberikan pelatihan, pendampingan dan pembinaan mengenai standarisasi, desain, perlindungan HKI,  hingga promosi dan pemasaran produk. 

UKM fashion ditargetkan akan menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia tahun 2021. Terkait hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan pusat wirausaha muda dimana salah satu divisinya menangani fashion berikut pembinaan kepada pelaku UKM tersebut. Selain itu juga telah dibangun Gedung Promosi Produk UKM SME Tower di UKM Gallery, pusat pelatihan UKM di Ciawi, 

Tentu saja ini menjadi info menarik karena UKM dan usaha kecil terbukti menjadi tumpuan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan di tengah krisis global saat ini. 


(sumber : Kementerian Ekonomi dan UKM)

Wirasaha dan UKM Indonesia Didukung Oleh Microsoft

March 16, 2021 Add Comment
UKM Wirausaha Indonesia
Wirausaha dan UKM Indonesia ternyata mendapat dukungan dari pendiri microsoft Bill Gates. Dalam suratnya kepada Menteri Koperasi dan UKM, Bill Gate mendukung Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang digelar oleh Kementerian Koperasi dan UKM.


Seberapa besarkah potensi UKM dan usaha kecil di Indonesia sehingga mendapat apresiasi dan dukungan dari dedengkot software dunia tersebut ?




Dalam surat elektronik (email) yang diterima oleh Menteri Koperasi dan UKM tanggal 23 Februari 2021 yang lalu disampaikan bahwa Bill Gate sangat mendukung Gerakan Kewirausahaan Nasional dan akan mengirimkan utusannya ke Indonesia yaitu Akhtar Badshah yang menjabat Senior Director Citizen Global Microsoft, yang merupakan orang kepercayaan Bill Gate.

Adanya apresiasi dan pengiriman utusan dari Bill Gate menunjukkan bahwa gerakan serupa khususnya untuk menanggulangi masalah-masalah keuangan global di seluruh dunia sangat berpotensi untuk membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan sosial khususnya di negara-negara berkembang. Pada kesempatan tersebut juga ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT. Microsoft Indonesia dan PT.Cyberindo Persada Nusantara dalam hal pengembangan kewirusahaan di Indonesia. 

Kedatangan utusan dari Microsoft tersebut akan diisi dengan presentasi kisah sukses Microsoft merajai dunia teknologi software, bersamaan dengan pelaksanaan puncak acara GKN 2021 di Stadion Gelora Bung Karno, 18 Maret 2021 ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur PT. Microsoft Indonesia, Andreas Diantoro, yang menyatakan bahwa GKN memiliki kesamaan visi dan misi dengan program global Microsoft yaitu memberikan peluang kepada enterpreneur digital, dimana mereka akan memfasilitasi segala hal yang berhubungan dengan pelatihan, peralatan, perangkat hingga program magang bagi calon wirausaha di tanah air. 

Hm, bagi calon wirausahawan ini tentu saja sangat menarik ditunggu...

sumber : Kementerian Koperasi dan UKM

Manfaat Pelatihan dan Pengembangan Dalam Berwirausaha

March 11, 2021 Add Comment
Halo sobat Media Info, kamu sudah pernah belum ikut Bimtek dan Diklat ? Kalau belum, kali ini kami akan memberi banyak informasi mengenai pentingnya mengikuti pelatihan dan pengembangan seperti training, re-training, maupun Bimtek/Diklat.

Pelatihan adalah salah satu proses untuk membekali diri dari berbagai dinamika khususnya dalam dunia pekerjaan/profesi. Apalagi persaingan kerja sekarang sangat tinggi seiring tuntutan publik akan layanan yang berkualitas yang juga sangat tinggi sehingga hanya orang-orang yang punya kapasitas dan berkompetenlah yang siap menghadapinya. Faktanya, SDM Indonesia masih tergolong rendah kualitasnya.



Kompetensi dan profesionalisme menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan ASN dan pemerintah dalam mengemban tugas melayani masyarakat. Terlebih lagi salah satu indikator daerah maju dan negara maju adalah memiliki aparatur pemerintah dan tenaga kerja yang berkualitas, siap pakai dan kompetitif. Itu sebabnya mengapa pegawai negara memerlukan pelatihan.

Tujuan Dan Manfaat Pelatihan Dalam Kewirausahaan


Tujuan pelatihan sebenarnya adalah menjawab permasalahan yang dihadapi oleh individu atau sekelompok orang dalam memperoleh dan meningkatkan kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan.

Tujuan pelatihan adalah memodifikasi perilaku, mindset, kepribadian, serta cara kerja seorang karyawan/staf agar lebih mandiri dan berkompeten untuk menjawab sejumlah masalah. Beberapa contoh pelatihan misalnya training, retraining, dan team training. Khususnya bagi yang berprofesi di bidang pemerintahan (ASN atau Pegawai Negeri Sipil) biasanya jenis pelatihannya lebih terfokus pada permasalahan sesuai bidangnya. Pelatihan untuk para ASN lebih umum digelar dengan istilah Bimtek dan Diklat.

Baca Juga : Kursus Internet Marketing Dumet School

Macam Jenis Pelatihan dan Pengembangan


Jenis dan tujuan pelatihan sangat beragam tergantung penyelenggaraannya. Dalam dunia perusahana atau organisasi, kegiatan training sangat penting untuk diikuti. Beberapa contoh jenis pelatihan untuk meningkatkan kapasitas karyawan yaitu :
  • Training
  • Re-training (Pelatihan Ulang)
  • Cross Functional Training (Pelatihan Lintas Bidang)
  • Team Training (Pelatihan Tim/Kelompok)
  • Creativity Training (Pelatihan Kreatifitas)

    Tujuan Pelatihan dan Pengembangan Bagi Karyawan Dan Perusahaan


    Menurut Wikipedia, ada sejumlah tujuan dan manfaat pelatihan. Menurut Cut Zurnali, manfaat pelatihan yaitu antara lain :
    • Membantu para karyawan yang mempunyai keahlian untuk bekerja dengan teknologi baru,
    • Meningkatkan pengetahuan para karyawan atas budaya dan para pesaing luar,
    • Memastikan bahwa budaya perusahaan menekankan pada inovasi, kreativitas dan pembelajaran,
    • Membantu para karyawan untuk memahami bagaimana bekerja secara efektif dalam tim untuk menghasilkan jasa dan produk yang berkualitas,
    • Menjamin keselamatan dengan memberikan cara-cara baru bagi para karyawan untuk memberikan kontribusi bagi perusahaan pada saat pekerjaan dan kepentingan mereka berubah atau pada saat keahlian mereka menjadi absolut,
    • Mempersiapkan para karyawan untuk dapat menerima dan bekerja secara lebih efektif satu sama lainnya, terutama dengan kaum minoritas dan para wanita.

    Nah, itulah sejumlah tujuan dan manfaat dari Pelatihan dan Pengembangan. Khususnya buat kamu yang terjun di bidang kepemerintahan, Bimtek dan Diklat adalah jenis lain dari Pelatihan dan Pengembangan yang sangat penting diikuti. 

    Pelatihan Bimtek yang penting untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme staf pemerintahan antara lain yaitu :
    • Bimtek Keuangan
    • Bimtek Kearsipan
    • Bimtek Kepegawaian
    • Bimtek Penanaman Modal
    • Bimtek DPRD
    • Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa
    • dan banyak lagi jenis Diklat lainnya yang seharusnya bisa diikuti ASN dari berbagai latar belakang bidang. 

    Salah satu tempat yang mumpuni untuk mengikuti Bimtek adalah Pusdiklat Pemendagri. Pusdiklat Pemendagri sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan dan pelatihan resmi yang menyelanggarakan berbagai pelatihan Bimtek dan Diklat dan terbuka untuk semua kalangan dari berbagai daerah serta memberikan info Bimtek Pusdiklat Pemendagri Terlengkap.

    Karena peminatnya banyak serta jadwalnya terbatas, maka kamu harus senantiasa rajin mengupdate Info Bimtek Pusdiklat Pemendagri supaya tidak ketinggalan. Info Bimtek yang mesti diakses adalah Jadwal Bimtek, Lokasi Bimtek, serta Materi Diklat. Ayo, tunggu apa lagi yuk ikutan pelatihan dan Bimtek.

    Manfaat Koperasi-Hubungannya Dengan Pemberdayaan Ekonomi

    February 25, 2021 Add Comment
    Manfaat Koperasi Dan Hubungannya Dengan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, ternyata memiliki keterkaitan. Dalam hubungannya dengan penurunan angka kemiskinan koperasi perlu meningkatkan kinerja dan pencitraan dengan mendorongnya agar lebih aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. 



    Menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan dalam sambutan pembukaan Gala Karya Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta (Kamis,27 September 2012), koperasi memiliki peran penting untuk menjamin kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
     
    Pemerintah mengklaim angka kemiskinan saat ini mencapai 11,9% dan ditargetkan bisa turun ke level 10%.
    Kementerian Koperasi dan UKM mencatat pertumbuhan koperasi rata-rata mencapai 7%-8% per tahun. Pada Juli 2012, tercatat sebanyak 192.943 unit koperasi yang beroperasi secara nasional. "Kami targetkan jumlah koperasi bisa mencapai 200.000 unit. Kami optimistis target itu bisa terealisasi," katanya.


    Syarifuddin mengatakan pemerintah juga memiliki Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat guna menekan angka kemiskinan. Koperasi, lanjutnya, perlu mengambil peranan di antaranya membuat kemitraan dengan pelaku usaha. "Kinerja koperasi sekarang sudah bagus, hanya tetap harus lebih baik lagi," katanya.Namun, Menteri Koperasi dan UKM itu berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih lembaga keuangan agar kasus penipuan seperti Koperasi Langit Biru tidak terulang kembali. Masyarakat diharapkan tidak langsung tergiur apabila ditawari return di atas BI Rate. Jangan sampai kasus penipuan berkedok koperasi kembali terulang." paparnya


    Usaha kecil melalui dorongan PPMK merupakan salah satu program yang merunut pada kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarkat khususnya warga miskin melalui optimalisasi usaha-usaha produktif. Komponen modal menjadi sebuah hal penting dalam usaha kecil atau usaha produktif. Sinergi antara usaha kecil dengan kemitraannya dengan koperasi tentunya sangat diharapkan dapat saling membantu.

    Kebijakan untuk meningkatkan koperasi juga dilakukan dengan rencana memperbaiki instrumen penyertaan modal di tubuh organisasi itu. "Melalui agenda itu, koperasi dan usaha kecil sebagai badan usaha harus diarahkan dan didorong berperan secara nyata meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya agar mampu mengatasi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial," ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliidi Sembiring pada Senin, (24/9).


    Dia melanjutkan koperasi perlu dibina di sisi kelembagaan dan usaha sehingga lebih berperan sebagai wadah kegiatan ekonomi rakyat. Adapun perbaikan peran itu membutuh kan dukungan modal kuat melalui perbaikan akses pembiayaan.


    Tahun ini, Kementerian Koperasi dan UKM akan melakukan soslalisasi dan bimbingan teknis modal penunaan di 10 provinsi masing-masing Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan Lampung, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Bali.

    Usaha Kecil dan Industri Kreatif Menyerap Banyak Tenaga Kerja

    February 25, 2021 Add Comment
    Pemberdayaan Usaha Kecil
    Usaha Kecil dan Industri Kreatif  Dapat Menyerap Lebih Banyak Tenaga Kerja. Perkembangan industri kreatif di Indonesia ternyata tidak hanya memberikan kontribusi cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga membukakan lapangan kerja baru bagi para pengangguran di negara kita.


    Bahkan menurut data yang kami peroleh, pada tahun 2021 silam sektor industri kreatif telah berhasil menyerap tenaga kerja hingga mencapai 5 juta orang.

    Kondisi tersebut tentunya dinilai cukup potensial, karena saat ini diperkirakan pertumbuhan industri kreatif sudah mencapai lebih dari empat juta orang pelaku usaha, yang masing-masing dari mereka mampu menyerap minimal dua orang tenaga kerja. Tidaklah heran bila sekarang ini banyak pihak yang mengatakan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia berangsur-angsur mulai berkurang seiring dengan pertumbuhan ekonomi kreatif di negara kita yang semakin hari kian membaik.

    Dari 14 subsektor industri kreatif yang berkembang di Indonesia, tak bisa kita pungkiri bila industri fashion dan kerajinan memberikan kontribusi yang paling besar. Bahkan sekarang ini perkembangan industri fashion bisa mencapai kurang lebih sekitar 54,32%, dengan angka penyerapan tenaga kerja sebanyak 4,13 juta orang atau setara dengan 4,22% dari angka penyerapan tenaga kerja tingkat nasional.

    Disamping itu, pada tahun 2021 silam nilai ekspor produk fashion mengalami peningkatan sekitar 18,04% dari tahun sebelumnya dan berhasil menembus angka ekspor hingga mencapai Rp 72 triliun. Kondisi inilah yang menjadikan produk-produk fashion di negara kita menjadi salah satu penyumbang paling besar dalam kegiatan ekspor, yakni berkisar 61,13% dari total ekspor keseluruhan produk kreatif.

    Tak mau kalah bersaing dengan perkembangan industri fashion, sektor kerajinan pun ternyata juga memberikan sumbangan cukup besar bagi perkembangan industri kreatif di Indonesia. Sekarang ini sentra industri kerajinan telah tersebar di berbagai wilayah, misalnya saja seperti di Daerah Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali dan sekitar Jakarta. Tercatat sejak tahun 2021 yang lalu, industri kerajinan terus mengalami peningkatan dan sekarang ini diperkirakan jumlahnya terus bertambah hingga lebih dari 1,2 juta orang pengrajin yang tersebar di berbagai penjuru nusantara.

    Melihat pertumbuhan tersebut, tidak heran bila sekarang ini Pemerintah mulai melakukan berbagai macam pendampingan untuk lebih menghidupkan 14 subsektor industri kreatif di Indonesia dan menargetkan bisa menyerap tenaga kerja hingga 10 juta orang pada tahun 2025. Semoga informasi berita bisnis tentang sektor industri kreatif memperbesar lapangan kerja ini bisa memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa terus berkarya menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

    source/link : bisnisukm.com