Product Reviews-The Influence For Customer Purchase Decisions

May 21, 2012 Add Comment
Product Reviews
At this time, Product Reviews Influence The Customer Purchase Decisions. A report from AYTM Market Research found that product reviews are increasingly popular among consumers shopping on the web.

More than 82 percent of respondents have been directly influenced by a review on a website, and 24.6 percent say reviews “often” impact their purchase decisions.When it comes to generating or cultivating reviews, marketers can opt for different methods.



 In general, the review as website content is most likely to suit B2C companies or resellers in the B2B sector. Including reviews as part of a content marketing strategy is one approach. This can help businesses improve on two fronts. While the fresh, relevant content will help the technical side of SEO, high-quality review articles will also keep consumers engaged and returning to the site for insights on future purchases.



However, many have opted to allow consumers to write their own reviews as part of a comments system on product pages or service landing pages. Providing prospects with this option conveys transparency that builds trust and encourages engagement that can keep customers returning to the website. Moreover, when these reviews are well done and help others make purchase decisions, they add even more value to a website – which ultimately supports SEO.

More than 87 percent of respondents to the AYTM survey said that they usually trust reviews they see on the web to provide a “truthful and impartial” look at a product.

Because of the fact, a local vendoor of product reviews that review all kind of bussines, products, and also blogs or sites articles named Kanal MitraVisi is now trying to serve the marketers and all people who want to increase the selling of their products by reviewing and promoting on internet and direct selling especially in Bengkulu City, Indonesia. The consumers are generally from small industries or home industries like UKM or UMKM (Small and Medium Industries). With low price, Kanal MitraVisi accept all orders with nice and good bids, depends on the products.


           

Database Menjadi Faktor Kelemahan Industri Kreatif

May 16, 2012 Add Comment
Industri Kreatif

Database Menjadi Faktor Kelemahan Industri Kreatif khususnya di Indonesia.Tahun ini, pemerintah baru akan menggarap penyusunan data base untuk sejumlah bidang yang diprioritaskan, seperti kuliner, fesyen, dan film.


Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, I Gde Pitana di kegiatan Asia Tourism Forum (ATF) 2012 di Gedung Merdeka, Bandung, 8-10 Mei 2012.

Pada kegiatan yang diikuti oleh 16 negara selama tiga hari tersebut dikemukakan bahwa cara untuk melakukan penyusunan basis data bukan persoalan mudah. Kendati sudah dikelompokkan menjadi 15 subsektor, definisi industri kreatif akan terus berkembang, termasuk mengenai siapa saja yang masuk ke dalam kriteria. Maka akan sulit mengetahui, misalnya jumlah serapan tenaga kerja industri yang tergolong baru ini.

Momen yang menghadirkan sejumlah pembicara kunci di antaranya Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti, serta pembicara dari luar negeri seperti Kaye Chon dan Haiyan Song dari Hongkong, Abdul Kadir Haji Din dari Malaysia, dan Geo ffWall dari Canada merupakan salah satu kegiatan yang membahas eksistensi dan peranan industri kreatif dalam mendorong naiknya tingkat ekonomi khususnya ekonomi kreatif dan ekonomi warga kurang mampu. Oleh karena itu, direncanakan penyelesaian data base tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menetapkan tahun 2012 sebagai roadmap dengan penyelesaian dua atau tiga sektor, yang kemungkinan akan melibatkan aspek-aspek pemberdayaan masyarakat.

Sektor yang akan didahulukan untuk penyusunan data base (seperti dikutip dari artikel pada Pikiran Rakyat ONLINE) diantaranya kuliner, fesyen, dan film. Sejumlah pertimbangan menjadi landasan pemilihan sektor tersebut sebagai prioritas, mulai dari kondisi aktual masing-masing sektor, hingga potensi pertumbuhan.


Pada sektor fesyen yang selama ini menjadi salah satu tujuan kunjungan wisatawan, pelaku industri kreatif telah menunjukkan kemampuan dengan terus berkembangnya distribution outlet (distro) dengan nilai ekonomi yang besar.

Kemudian sektor kuliner atau makanan khas juga dinilai terus tumbuh dan akan tetap potensial. Bahkan pamor sejumlah produk kuliner Indonesia sudah menembus dunia internasional. Proyeksi serupa juga berlaku untuk dunia perfilman.
Secara teknis, penyusunan basis data ini akan dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, karena sekarang banyak kewenangan yang ada di propinsi dan kabupaten, dan pihak pusat hanya akan melakukan fasilitasi dan regulasi.

Di sisi lain, permodalan juga kerap menjadi kendala pertumbuhan industri kreatif. Pelaku industri kreatif kerap kesulitan mengakses perbankan karena karakter yang tidak bankable. Oleh karena itu akan diusahakan untuk melakukan fasilitasi serta rumusan strategis tentang cara meningkatkan pengelolaan usaha kecil agar pekerja kreatif bisa mendapat kepercayaan dari bank untuk memperoleh pinjaman modal, dimana penjaminnya adalah pemerintah atau lembaga tertentu yang bisa menaungi industri kreatif.

Cara Mengatasi Masalah Pembiayaan UKM

May 13, 2012 Add Comment
Usaha Kecil UKM
Artikel Usaha : Cara Mengatasi Masalah Pembiayaan UKM ::: Peluang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) untuk menjadi motor perekonomian dan industri kreatif saat ini sangat besar. KUMKM berperan bagi industri kreatif untuk mengetahui arah dan tujuannya dalam sektor industri kreatif itu sendiri.



Hal ini tentu saja harus didukung oleh permodalan dan pembiayaan dalam menjalankan aktifitasnya, dimana kemitraan dengan lembaga atau instansi pembiayaan akan menimbulkan dampak yang harus dipertimbangkan terhadap perkembangannya.PERAN koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) telah terbukti memberikan sumbangan yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, demikian juga terhadap penyerapan tenaga kerja. Hal ini dapat dilihat dari catatan sejarah tentang krisis ekonomi, baik pada 1997 maupun pada 2021, KUMKM merupakan sektor yang tidak terkena dampak krisis. 



Salah satu yang menarik adalah potensi dan peluang usaha UMKM yang ditunjukkan oleh keberadaannya sekitar 49,7 juta unit usaha pada 2021, dengan kegiatan usaha yang mencakup hampir semua lapangan usaha, serta tersebar di seluruh tanah air. Pemberdayaan KUMKM merupakan sisi lain pemberdayaan masyarakat, yang akan mendukung peningkatan produktivitas, penyediaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat miskin. Kegiatan UMKM menyerap 96,8 persen dari seluruh pekerja yang berjumlah 80,3 juta pekerja. Kontribusi UMKM terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB) pada 2021 sebesar 54,2 persen, dengan laju pertumbuhan nilai tambah 6,3 persen. Angka pertumbuhan tersebut melampaui laju pertumbuhan nilai tambah untuk usaha besar. Sementara itu, sampai akhir 2021, jumlah koperasi telah mencapai 132.000 unit, dengan anggota 27,3 juta orang.


Melihat database tersebut maka KUMKM sangat eksotis, seksi, dan menarik bagi kalangan lembaga pembiayaan seperti lembaga keuangan (bank dan nonbank-red.). Hanya, KUMKM ibarat gadis ndeso yang sangat polos, lugu, dan jujur, sehingga untuk pendekatannya pun perlu strategi dan taktik, baik strategi bisnis maupun strategi teknis yang sesuai dengan karakteristik KUMKM. Di sisi lain, KUMKM sebagai pelaku usaha memerlukan kehadiran lembaga keuangan untuk kepentingan modal kerja ataupun investasi.


Namun, karena terdapat keterbatasan di kedua belah pihak, jalinan hubungan baik antara keduanya sulit terjadi. Untuk itu, kedua belah pihak perlu menyamakan sudut pandang dan bahasa, agar dapat terjalin hubungan yang harmonis.


Dari sisi sudut pandang, terutama dikaitkan dengan prinsip prudential (kehati-hatian) lembaga keuangan. Hal ini harus dapat dimengerti oleh KUMKM sebagai prasyarat utama yang disepakati bersama. Jika tidak maka tidak akan muncul trust (kepercayaan). Padahal, hal itu modal dasar dalam hubungan bisnis.


Biasanya lembaga keuangan menerapkan persyaratan tinggi untuk prinsip kehati-hatian ini, sehingga sulit untuk dipenuhi beberapa KUMKM terutama bagi yang belum bankable (layak dari sisi bank). Jika terjadi, KUMKM akan menuding lembaga keuangan arogan.

Dari sisi bahasa, KUMKM mempunyai latar belakang intelektual yang berbeda dengan mereka di lembaga keuangan. Terkadang pemahaman bahasa menjadi kendala terutama bahasa atau istilah-istilah dalam bidang keuangan. Komunikasi sebagai modal untuk menjalin hubungan baik, maka perlu digunakan bahasa atau istilah-istilah yang mudah dan dipahami oleh KUMKM.

Dikutip dari artikel Potensi dan Masalah Pembiayaan KUMKM-Heri Nugraha ( diposting oleh sentraukm)

Mari Mengenali Arah dan Tujuan Dari Industri Kreatif

May 13, 2012 Add Comment
Cara  Mengenali Arah dan Tujuan Dari Industri Kreatif. Di saat ini, Industri Kreatif Harus Mengenali Arah dan Tujuannya.Industri kreatif merupakan salah satu industri yang potensial yang dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi kreatif.


Ekonomi kreatif saat ini selalu ramai didengung-dengungkan, terutama setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pentingnya pengembangan ekonomi ini bagi masa depan ekonomi Indonesia. Pencanangan tersebut dilakukan setelah lebih dari dua tahun diperkenalkan konsep ekonomi kreatif dan berbagai kegiatan, diskusi, serta studi sampai diluncurkannya Cetak Biru Ekonomi Kreatif, sehingga 2021 ditetapkan sebagai tahun Indonesia Kreatif. 

Blueprint atau cetak biru tersebut berisi bagaimana ekonomi kreatif bekerja, serta presentasi konsep "triple helix" untuk pondasi pilar ekonomi kreatif. Inti dasar konsep tersebut adalah sinergi antara pemerintah, kaum usaha dan kaum intelektual yang menyangkut pengembangan ekonomi kreatif. Hal ini dengan tujuan untuk memberdayakan usaha kecil agar menjadi sektor yang mampu bertahan di era ekonomi global.

Sumbangan industri ekonomi kreatif seperti seni, musik, fesyen, dan periklanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat. Selain itu masih ada bagian dari pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk meningkatkan terus industri ekonomi kreatif termasuk perlindungan atas Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Ini sangat disokong oleh daya tahan sektor wirausaha dalam menghadapi pengaruh perkembangan isu ekonomi global.


Pasalnya industri ini merupakan hasil dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu. Dan tentu saja hal ini membutuhkan ide kreatif dan strategi bisnis yang matang dan terkonsentrasi.


Industri ekonomi kreatif merupakan basis dari karakter dan simbol kehadiran Bangsa Indonesia di tengah pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia.


Dengan memperkuat struktur industri berbasis tradisi dan budaya, kekayaan intelektual dan warisan budaya bangsa dapat dilestarikan sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan produk-produk inovatif baru bernilai tambah dan berdaya saing tinggi dan umumnya berskala kecil menengah seperti industri rumah tangga terutama bagi penggiat UKM

Data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2021 menyebutkan, dalam sepuluh tahun terakhir bisnis industri berbasis tradisi dan budaya meningkat pesat. Di kawasan Asia Timur volume bisnis meningkat dari 0,944 miliar dolar AS pada 1993 menjadi 2,159 miliar dolar pada 2005.

Sementara itu Eric Santosa, Ketua Kelompok Kajian Ekonomi Kreatif, Universitas Atma Jaya menilai saat ini ekonomi kreatif di Indonesia masih kurang gaungnya. Meskipun pemerintah sudah mulai memperkenalkan Cetak Biru Ekonomi Kreatif melalui Konvensi Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) 2021.

"Hal yang sederhana saja, masyarakat saat ini susah untuk mengakses tentang ekonomi kreatif, ketidaktahuan masyarakat dalam mengakses tentang informasi ini akhirnya menimbulkan kebingungan," ujarnya

Dapat dikatakan implementasi untuk ekonomi kreatif tidak jelas arahnya, kata Eric seraya menambahkan, padahal sudah satu triwulan industri ekonomi kreatif dicanangkan pemerintah.

Ekonomi kreatif punyai 14 subsektor industri yakni periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fesyen, video/film/animasi/fotografi, game, musik, seni pertunjukan ("showbiz"), penerbitan/percetakan, perangkat lunak, televisi/radio ("broadcasting") serta riset dan pengembangan.

"Industri kreatif ini boleh dikatakan merupakan industri ekonomi yang potensial untuk dikembangkan. Namun kita belum dapat menarik keuntungan dari itu, karena implementasinya yang kurang jelas arah serta tujuannya," ujar Eric.

Kurang kejelasan itu terutama dalam pengelolaan industri ekonomi kreatif dari sisi manajemen, serta soal komunikasi dalam membangun jaringan, meskipun saat ini Jaringan Ekonomi Kreatif Indonesia (JEKI) sudah ada.

JEKI dianggapnya tidak berjalan dengan baik hal ini disebabkan sosialisasi untuk pengembangan jaringan yang kurang. Selain itu pemerintah kabupaten dan kota perlu mendukung secara penuh dalam pengembangan industri ekonomi kreatif kepada para pelaku bisnis dan kaum intelektual.

Ketua Kelompok Kajian Ekonomi Kreatif ini mengharapkan peran pemda yang besar, karena daerahlah yang mengerti kondisi budaya masing-masing untuk dikembangkan.

Diharapkan pemerintah melakukan pengembangan sentra ekonomi kreatif di Indonesia, di luar Yogyakarta, Bali dan Bandung.

"Karena Indonesia memiliki potensi industri ekonomi kreatif terutama di daerah-daerah lainnya," ujar Eric.

Perlu pula konsistensi pihak pemerintah dan keseriusan dalam mengembangkannya dalam bentuk jaringan informasi, sehingga para pelaku industri ekonomi kreatif dapat mengaksesnya.

Selain itu perlu banyak melaksanakan acara yang membangkitkan industri ekonomi kreatif dan bukan sekedar acara pameran atau diskusi yang dilakukan hanya satu tahun sekali.

Eric menjelaskan, peranan pemda hendaknya membantu pihak Usaha Kecil Menengah (UKM) terutama dalam hal memasarkan produk, pembiayaan dan manajemen perusahaan.

Industri ekonomi kreatif yang paling menyentuh ke masyarakat kebanyakan adalah UKM dan menurutnya saat ini pengelolaannya belum profesional.

Pasalnya industri ekonomi kreatif merupakan basis dari karakter dan identitas bangsa. Dengan memperkuat struktur industri berbasis tradisi dan budaya, kekayaan intelektual dan warisan budaya bangsa dapat dilestarikan sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan produk-produk inovatif baru bernilai tambah dan berdaya saing tinggi.

Ia mencontohkan, produk kreatif seperti di daerah wisata candi Borobudur saat ini harganya sangat rendah, padahal kualitasnya bagus.

Para perajin dengan skala kecil kebanyakan menghitung harga jual hanya berdasarkan biaya produksi bahan baku dan belum berdasarkan nilai seni tradisional.

Peminat produk dalam negeri untuk kerajinan tradisional sangat minim, tetapi justru dari luar negeri yang banyak. "Selain itu para perajin kita, kebanyakan belum dapat membaca keinginan pasar dalam memproduksi barang-barang kerajinan, hal inilah yang menghambat pemasaran produk," tandasnya.

Pekerjan rumah lain untuk pengembangan ekonomi jenis ini, Eric mengatakan adalah tentang HaKI, karena dari produk kerajinan tradisional belum mengetahui jelas asal-usul penciptanya, termasuk untuk seni kontemporer.

Hal ini disebabkan produk ekonomi kreatif yang ada di Indonesia kebanyakan produk komunitas. Padahal, menurut Eric untuk pengakuan Haki tidaklah mudah, karena tidak dapat menerapkan sistem HaKI yang berlaku di Amerika dan Eropa.

Untuk itu perlunya ditingkatkan kerjasama dan koordinasi 12 Departemen yakni Departemen Perindustrian, Perdagangan, Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Negara Ristek, BUMN, Dalam Negeri, Luar Negeri, Hukum dan HAM, Diknas, Kominfo, Koperasi dan UKM serta Menko Kesra guna mencapai arah dan tujuan industri kreatif tersebut. 

Negara Maju Seperti Hongkong Masih Punya Penduduk Miskin

May 10, 2012 Add Comment
Warga Miskin
Pemberdayaan : Negara Maju Seperti Hongkong Masih Punya Penduduk Miskin. Hong Kong, salah satu kota terkaya dunia, dengan jumlah gerai butik mewah yang melebihi kota-kota Eropa. Namun, kondisi itu luar biasa timpang saat menyaksikan daerah kumuhnya.


Pesatnya pertumbuhan ekonomi Hong Kong juga berkat ledakan sektor properti yang memecahkan rekor. Hal ini disebabkan oleh strategi bisnis yang dilakukan oleh para pelaku bisnis sangat cocok dengan keadaan riil di situ. Namun bak koin, setiap hal pasti memiliki dua wajah. Dan wajah kumuh Hong Kong benar-benar memprihatinkan.

Lihat saja foto-foto yang diambil oleh fotografer Inggris Brian Cassey dan dimuat Daily Mail ini. Ia menangkap derita masyarakat kumuh, kira-kira jumlahnya mencapai seratus ribu orang, yang terpaksa tinggal di kandang anjing.

Kota ini merupakan salah satu area metropolitian terpadat dunia. Nyaris 16.500 orang tinggal di wilayah seluas satu mil persegi, dimana satu mil sekitar 1,5 km. Tinggal di kandang bukannya gratis, mereka harus membayar US$200, sekitar Rp1,8 juta, per bulannya.

Kandang-kandang itu dijejalkan ke dalam rusun kumuh. Satu kamar bisa berisi 20 kandang yang ditumpuk-tumpuk maksimal setinggi tiga kandang. Satu kandang berukuran sekitar 2x1x1,5 meter, seharusnya cukup untuk seekor anjing.

Kandang yang diletakkan paling bawah, biasanya yang paling besar. Harganya paling mahal, karena bisa hampir berdiri di dalamnya. Semua ini terdapat di dalam kota yang memiliki gerai butik mahal Louis Vuitton lebih banyak ketimbang Ibukota Prancis, Paris.

Pemilik kandang harus berbagai toilet dan fasilitas pencucian dengan penghuni lainnya. Beberapa rusun kumuh bahkan tak memiliki dapur, sehingga penghuni terpaksa mengeluarkan uang ekstra untuk membeli makanan di luar.

Rumah kandang ini sekian lama menjadi sebuah skandal di bisnis perumahan Hong Kong. Bukannya menghilang, jumlahnya malah meningkat pesat. Terutama setelah bekas jajahan Inggris ini terseret krisis ekonomi, membuat beberapa hal menjadi lebih mahal. Sektor usaha kecil dan wirausaha menjadi collaps sejak beberapa tahun terutama akibat krisis moneter beberapa tahun lalu.

Salah satu yang tinggal di kandang ini adalah Cheung di Sham Shui Po. Ia mengaku kerap menderita kram karena terpaksa tidur dalam posisi fetus atau seperti janin yang meringkuk. Belum lagi suhu di dalam kandang yang lebih panas ketimbang di luarnya.

“Sangat tak nyaman dan kadang-kadang saya baru bisa tidur pukul 05.00 pagi,” ujarnya. Berbagai macam hewan yang amat familiar di daerah kumuh seperti kecoak, kelabang, kutu dan tikus, juga sering menghampirinya dan para penghuni lain. “Terkadang saya khawatir jika ada kadal atau kecoak yang merayap dan masuk ke telinga saya,” imbuhnya.

Sebagaimana terlihat di foto-foto yang diambil Cassey, sebagian besar penghuni rumah kandang ini penduduk manula. Tak dijelaskan mengapa pemerintah kota sekaya Hong Kong tak menyediakan panti jompo yang memadai bagi mereka. Sebab bagi mereka yang menghuni rumah kandang ini, hanya ada satu pilihan lain: tinggal di jalanan.

Asuransi Untuk Pengentasan Masalah Kemiskinan

May 10, 2012 Add Comment
Masalah Kemiskinan
Pemberdayaan Asuransi Untuk Warga Miskin, Efektifkah Dalam Penanggulangan Kemiskinan? Saat ini, asuransi untuk warga miskin masih menjadi tanda tanya dan juga bahan perdebatan.


Asuransi merupakan salah satu bentuk proteksi terhadap segala bentuk kekayaan dan kepemilikan, dengan harapan bahwa kekayaan dan kepemilikan tersebut suatu waktu menjadi alat perlindungan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain sebagai proteksi terhadap kepemilikan, asuransi juga berguna dalam meningkatkan nilai investasi di masa depan, di mana saat ini terdapat banyak badan asuransi yang melayani investasi. Yang menjadi pertanyaan saat ini,  apakah sebagian besar masyarakat Indonesia masih mempunyai simpanan yang bisa dibeli untuk proteksi asuransi? Jika pun ada kelebihan konsumsi, uang berlebihnya lebih banyak disimpan di bank. Lalu bagaimana dengan warga miskin yang tidak punya uang berlebih? Apakah produk asuransi menjadi barang mewah bagi mereka yang secara finansial masih berada di bawah garis kemiskinan?

Sigma World Insurance in 2021 mencatat bahwa Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang terpuruk dalam upaya pelindungan atau proteksi terhadap jiwa manusia. Ukurannya adalah Insurance Density dan Insurance Penetration, yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-11 dari  27 negara di Asia. Posisi tersebut berdasarkan total premi Indonesia pada tahun 2021 sebesar 10,7 Milyar Dollar. Premi tersebut mencakup asuransi jiwa dan asuransi umum.  Jumlah premi tersebut sebenarnya meningkat 28,91 persen dibandingkan tahun 2021.

Jepang merupakan peringkat pertama dalam daftar ini, dan tiga negara ASEAN yaitu Singapura, Thailand, dan Malaysia yang berada pada peringkat 7 sampai 9, jauh di atas Indonesia.  Jika total premi tersebut dibagi dengan GDP- dikenal dengan insurance penetration- maka nilanya hanya 1,5 persen dari GDP. Untuk indikator tersebut, Indonesia menempati  peringkat ke-16. Jika total preminya dibagi dengan jumlah penduduk  maka  posisi Indonesia tambah melorot, yaitu pada posisi ke 22 di Asia dengan nilai premi per kapita sebesar 45.8 Dollar, atau sekitar Rp 400 Ribuan saja.

Untuk indikator asuransi jiwa, laporan yang dirilis Swiss Ree tersebut mencatat total premi asuransi jiwa di Indonesia sebesar 7.2 Milyar Dollar. Kecederungannnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,  yaitu  meningkat sebesar 31.1%. Bolehlah kita tidak perlu berkecil hati karena Indonesia berada di peringkat ke sepuluh di Asia. Nilai insurance density- yaitu nilai premi asuransi jiwa dibagi jumlah penduduk – adalah sebesar 30,9 USD, atau hanya Rp 275 Ribu.

Indikator tersebut menimbulkan keprihatinan,apakah memang seluruh masyarakat Indonesia tidak bisa menyisakan uangnya untuk perlindungan dirinya dari segala risiko yang mengancam jiwa atau kesehatan dirinya? Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor..

Pertama, kondisi tersebut bisa saja dikarenakan fungsi dan peran asuransi belum dan kurang dikenal oleh sebagian besar orang Indonesia. Orang Indonesia lebih mengenal produk-produk perbankan dibanding jasa asuransi.Kurang dikenalnya fungsi dan peran asuransi menjadi pekerjaan rumah dari pelaku industri asuransi.

Kedua, orang Indonesia mungkin sudah mengenal asuransi, namun belum merasa butuh atau perlu membeli asuransi. Sikap ini bisa saja dipengaruhi oleh persepsi bahwa asuransi itu adalah “bisnis janji”. Kita membeli produk asuransi tetapi manfaatnya baru dirasakan nanti. Bahkan bisa saja klaim asuransi tidak terjadi jika kita baik-baik saja, atau tidak mengalami musibah yang diproteksi oleh jasa asuransi. Faktor ini lebih banyak berhubungan dengan kesadaran atau tanggung jawab. Apalagi jika manfaat asuransi tersebut menjadi hak atau warisan dari anak atau keturunannya. Kepastian manfaat finansial bagi anak atau keluarga seharusnya bisa menjadi motivasi utama untuk membeli asuransi.

Ketiga, orang tidak membeli asuransi karena memang tidak punya uang untuk membelinya. Walaupun mereka tahu fungsi dan peranan asuransi, rasanya percuma saja karena ketidakberdayaan finansial membuat asuransi hanyalah mimpi. Jika kondisinya sudah begitu, apakah pemerintah harus lepas tangan dan membiarkan jiwa sebagian masyarakat Indonesia seolah tidak berharga sama sekali?

Berkenaan dengan faktor ketiga tersebut, pemerintah memang sudah melakukan berbagai upaya, di antaranya adalah jaminan kesehatan masyarakat bagi warga miskin, keberadaan asuransi sosial seperti jasa raharja, kewajiban perusahaan untuk mengasuransikan tenaga kerjanya melalui program jamsostek. Bahkan, UU Sistem Jaminan Sosial pun sudah diberlakukan sejak pemerintahan ibu Megawati pada tahun 2004. Namun, UU tersebut sepertinya belum ada gaungnya. Memang masih menunggu terbentuknya lembaga yang mempunyai kewenangan dalam mengelola dana untuk jaminan sosial, yang sampai saat ini masih diperdebatkan di legislatif.

Atau, kita mungkin pernah mengenal micro-insurance yang memang diperuntukan bagi masyarakat yang secara finansial masih kurang beruntung. Bisa saja, perusahaan asuransi menjual produk asuransi dengan nilai premi yang kecil, bahkan bisa ditarik per hari. Secara teoritis itu bisa saja diberlakukan. Kita lihat saja premi asuransi jiwa per kapita sebesar 275 ribu per orang. Itu berarti hanya menyediakan kurang dari 1000 rupiah per hari. Rasanya uang sebesar itu masih bisa disisihkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bukankah harga rokok atau gorengan saja lebih mahal dari itu?

Akhirnya, ini kembali ke kesadaran kita semua- baik pemerintah maupun masyarakat, termasuk juga peran para pelaku atau praktisi asuransi di Indonesia.

5 Strategi Bisnis dan Trik Marketing Yang Jitu Untuk Meningkatkan Peluang Penjualan

May 10, 2012 Add Comment
Apa strategi bisnis yang jitu untuk meningkatkan peluang penjualan ? Ada banyak trik strategi bisnis yang bisa dilakukan oleh anda yang sedang mengembangkan usaha atau baru mulai berbisnis. Anda bisa mencobanya satu persatu. Bila gagal, terus lakukan trik lainnya. Berikut ini adalah beberapa strategi bisnis yang bisa anda terapkan untuk mendongkrak penjualan anda.


Strategi usaha untuk mengembangkan usaha


Agar usaha dan produk anda dikenali orang serta jadi mandiri mengembangkan usaha, anda membutuhkan trik-trik bisnis yang oke punya, misalnya dengan menerapkan strategi pemasaran lewat internet marketing. Perlu diingat, bahwa pemasaran atau marketing adalah salah satu upaya utama yang perlu dipertimbangkan, karena marketing bukan sebatas promosi saja tapi juga kesempatan untuk menjual.

Tanpa pemasaran yang bagus, bisnis sulit untuk berkembang baik. Sebagus apapun produknya, namun bila tidak dibarengi dengan kemampuan memasarkan secara efektif, bisnis hanya akan jalan di tempat.Memang dalam bisnis apapun persaingan itu sudah pasti ada. Untuk itulah kita perlu strategi pemasaran yang jitu untuk menerobos ketatnya persaingan.

Strategi bisnis seperti apa yang harus dilakukan ketika anda merasa buntu memasarkansebuah produk? Menurut referensi yang saya kutip dari jokosusilo.com yaitu antara lain :

Strategi #1: Coba Pendekatan Baru


Ketika satu cara pemasaran yang anda lakukan dirasa kurang efektif, anda harus siapkan cara pemasaran baru. Anda butuh pendekatan baru untuk memasarkan produk anda. Coba lihat dari sudut pandang konsumen, apa yang kira-kira kurang dari pendekatan anda selama ini. Temukan di mana hambatannya dan mulai tindakan memperbaikinya!

Namun, ada satu hal yang tak berubah dalam dunia pemasaran yaitu anda harus selalu berbicara tentang nilai manfaat produk atau layanan anda. Ini berkaitan dengan opini pelanggan dan keberlanjutan dari peluang usaha yang sedang anda jalankan.

Strategi #2: Lakukan Ujicoba


Selalu upayakan untuk melakukan tes dalam setiap aktivitas pemasaran yang anda lakukan. Mengapa? Sebab hanya dengan demikian, anda bisa tahu seperti apa strategi pemasaran paling efektif untuk produk anda. Dengan melakukan tes juga, anda menghemat tenaga dan biaya. Dalam hal ini, online marketing merupakan salah satu trik promosi dan penjualan yang layak dicoba, apalagi dengan adanya program kemitraan yang didukung oleh Google untuk membantu perkembangan usaha kecil dan UKM.

Strategi #3: Berikan Penawaran Terbaik


Anda sudah memberikan penawaran terhadap prospek anda, namun ternyata sambutannya dingin saja. Penyebabnya bisa jadi prospek merasa penawaran anda belum deal terbaik. Setiap orang selalu ingin yang terbaik. Begitupun konsumen anda, dan anda sendiri tentunya. Dalam dunia UKM, sikap proaktif pelaku usaha dalam berbagai aspek sangat dibutuhkan, terutama dalam menyokong kekokohan usaha kecil yang mereka miliki.

Coba lihat kembali penawaran anda. Cari di bagian mana yang bisa anda tingkatkan sehingga menjadi nilai jual yang diinginkan konsumen. Mungkin soal keuntungan yang anda berikan, atau bisa juga soal harga, atau bisa jadi yang lainnya.

Strategi #4 : Gunakan Teknologi


Teknologi memberikan peluang dan kesempatan bagi siapa saja untuk berinovasi untuk mengembangkan bisnis. Salah satunya yaitu lewat internet. Internet memberikan manfaat besar dalam hal waktu dan jangkauan yang lebih luas. Anda bisa memanfaatkan internet sebagai sarana pemasaran yang efektif dengan biaya yang lebih hemat, tanpa perlu biaya besar untuk menyewa sales, menyewa lapak, door to door.

Anda juga bisa memanfaatkan media sosial sebagai strategi penjualan yang efektif dan corong promosi anda memanfaatkan internet. Media sosial sekarang tidak lagi sebatas diskusi, tapi juga ruang untuk berpromosi.

Selain itu, anda bisa jadi mandiri mengembangkan metode pembayaran, misalnya menggunakan internet banking. Internet banking bisa digunakan untuk menerima transfer dari pembeli, maupun untuk bayar belanja online ketika anda membeli kebutuhan usaha di toko online.

Strategi #5 : Kuasai Trik-Trik Internet Marketing


Agar strategi bisnis dan strategi pemasaran yang jitu itu tepat pada sasaran, maka anda harus menguasai trik-trik marketing yang benar. Salah satu media untuk melakukan internet marketing adalah dengan membuat website. Anda tahu cara membuat website atau blog ? Kalau anda belum tahu, anda bisa belajar membuat website atau membuat blog usaha dengan Kursus Website DUMET School

Di kursus Website Jakarta, Depok, Tangerang terfavorit ini anda akan dibimbing cara membuat berbagai jenis website untuk keperluan bisnis anda sampai bisa. 

Anda juga bisa mempelajari digital marketing dimana saja, misalnya di kursus. Kursus Internet Marketing Jakarta, Depok, Terbaik (bagi anda yang berdomisili di daerah tersebut) sangat banyak. Anda bisa memilih salah satu diantaranya. Kalau anda masih bingung dimana tempat kursus internet marketing terbaik di Jakarta, Depok, Tangerang, anda bisa mendaftar di Kursus Internet Marketing DUMET School. Bukan bermaksud promosi, tapi DUMET School adalah salah satu tempat kursus internet marketing paling favorit yang bisa membimbing anda menguasai trik-trik internet marketing dari nol sampai bisa. 

Baca Juga :



Hal di atas merupakan beberapa langkah untuk dapat meningkatkan peluang usaha dan peluang penjualan bagi produk dan bisnis anda. Selamat mencoba.


referensi: jokosusilo.com