Meningkatkan Kerelawanan Dengan Mendorong Inisiatif dan Kreatifitas

June 28, 2012 Add Comment
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Kerelawanan merupakan salah satu kata kunci dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini adalah PNPM-Mandiri Perkotaan. Hal inilah yang menjadi faktor penentu keberlangsungan program, mulai dari awal hingga akhir berjalannya program.


Dengan kata lain, di tengah dualisme aspek program yaitu aspek proyek maupun aspek pemberdayaan dengan berbagai stimulan di dalamnya, kerelawanan merupakan ujung tombak pemberdayaan itu sendiri, dan rasanya akan sangat berat bila faktor kerelawanan ini dipinggirkan begitu saja dalam segala jenis kegiatan kemasyarakatan.

Pada artikel ini tidak akan dibahas dengan detil mengenai contoh-contoh kerelawanan tersebut, karena lebih kepada wacana dan tawaran solusi alternatif. Pada artikel sebelumnya yaitu Pemberdayaan : Adakah Manfaat Pelatihan Sebagai Cara Meningkatkan Kapasitas Dalam Pemberdayaan Masyarakat telah disebutkan bahwa salah satu butir kendala atau sebut saja stagnannya peranan dan semangat pemberdayaan dalam lingkup PNPM-Mandiri Perkotaan adalah adanya kemunduran dalam hal kerelawanan. Dari hasil sejumlah diskusi dalam Pelatihan Penguatan Fasilitator OC-2 Propinsi Bengkulu, kemunduran atau berkurangnya semangat kerelawanan ini bisa saja disebabkan berbagai faktor, yang saya sebut seperti lingkaran setan, meskipun tidak semua masyarakat atau pelaku program kehilangan jiwa kerelawanan atau kepeduliannya, yang kemungkinan karena belum atau tidak terdeteksi sama sekali karena tidak pernah eksis ke permukaan, atau karena belum atau tidak tersosialisasi sama sekali kepada mereka, dimana peran ini pada konsepnya adalah peran milik LKM/BKM bersama-sama dengan aparatur kelurahan sebagai 'tuan rumah' masyarakat yang dimaksud.

Nah, mungkinkah ada yang salah dari ketidaktahuan, ketidakpahaman, ketidakeksisan itu dalam hubungannya dengan peranan kerelawanan ? Bisa jadi ya, bisa jadi tidak. Namun pada dasarnya, hal tersebut mungkin dapat menjadi indikator bahwa untuk mencari dan menemukan relawan, serta menemukenali ulang kerelawanan berdasarkan aspek kondisi sosial dan dinamikanya, adalah sebuah pekerjaan yang berat bila tidak meletakkan keterlibatan kelompok-kelompok peduli didalamnya, dalam hal ini adalah LKM/BKM, aparat kelurahan, tokoh masyarakat dan kelompok-kelompok masyarkat dalam porsi dan prioritas yang besar. Apalagi bila tidak menyertakan komitmen, konsistensi, dan tanggung jawab yang proporsional sesuai dengan peranannya masing-masing. 

Sekedar mereview beberapa kegiatan yang dilakukan oleh TIM 03 Korkot Bengkulu yang biasanya dilakukan dengan pendekatan konvensional, yaitu pendekatan dengan komunikasi kekeluargaan, kekerabatan dan pertemanan, ternyata cara untuk meningkatkan kembali semangat kerelawanan itu bisa dilakukan bila ditambah bumbu inovasi dan kreatifitas, dengan cara mendorong masyarakat dalam hal ini adalah LKM/BKM untuk berani tampil dalam berbagai kegiatan, baik itu kegiatan 'kecil-kecilan' seperti pelatihan-pelatihan internal atau kelembagaan, diskusi-diskusi formal dan sejenisnya, maupun kegiatan skala regional atau nasional. Tim 03 sendiri pada akhir tahun 2021 sepakat mencanangkan tahun 2012 sebagai Tahun Terobosan Inovasi dan Kreativitas LKM/BKM (pencanangannya sih sebatas tim saja, namun sosialisasi dan aplikasi teknis di lapangan sarat dengan dorongan kreatif, dan secara implisit mendapat respon serius dari sejumlah LKM/BKM di wilayah TIM 03 sendiri meskipun tidak digembor-gemborkan secara 'wah'). 
Terobosan ini sebenarnya sangat sederhana, dimulai dari rapat keikutsertaan dalam event Pameran Seni dan Budaya Tabot Expo bulan November tahun 2021 lalu. Keberminatan dan ketertarikan itu sudah terlihat sejak Tim 03 menelurkan ide itu, dan secara spontan LKM/BKM menangkap isu itu secara positif dan langsung membentuk kepanitiaan. Keikutsertaan dan partisipasi di Tabot Expo itulah yang memunculkan ide-ide baru lainnya mengenai eksistensi masyarakat melalui LKM/BKM untuk mau tampil lebih berani, lebih inspiratif, lebih kreatif untuk even-event selanjutnya. 
Melalui sejumlah kegiatan yang sudah dilaksanakan berkaitan dengan partisipasi dan animo LKM/BKM serta masyrakat kelurahan dalam hal kerelawanan (Tabot Expo 2021, Pelatihan Fix Cost BKM-Relawan-Aparat Pemerintah di Wisma Loren, Rakor BKM 9 Kelurahan Dampingan Tim 03, Bengkulu Expo 2012, Arisan Bulanan dan Rakor Progres  9 BKM Dampingan), Tim 03  menangkap beberapa gejala, yaitu :
  • Cara meningkatkan animo dan semangat partisipasi dari LKM/BKM dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan yang komunikatif dan sarat dorongan kreatif dan inovatif yang bisa membuat  LKM/BKM dan masyarakat kelurahan bukan hanya sebagai objek, tapi juga subjek.
  • Bahwa sebenarnya penanggulangan kemiskinan ternyata tidak dapat diselesaikan hanya dengan produk-produk infrastruktur semata, namun juga kesempatan untuk memperoleh peningkatan kesejahteraan melalui kegiatan-kegiatan ekonomi produktif dan usaha kecil yang berimbang dan merata, serta kesempatan untuk bisa mendapatkan perlakuan dan penghargaan yang layak sehubungan dengan karya mereka, meskipun sangat sederhana.
  • LKM/BKM dan masyarakat kelurahan tidak hanya membutuhkan dana bantuan, tapi juga dukungan moril, fasilitas usaha, pengemasan dan pemasaran produk yang bisa mendorong peningkatan status sosial dan status ekonomi mereka. Sebagai contoh, pada even Tabot Expo 2021 dan Bengkulu Expo 2012, produk cemilan Peyek Pekan Sabtu dan Rengginang Danau Indah ternyata menjadi produk laris. Berkaca dari hal itu, para pelaku ekonomi dan usaha kecil bukan hanya sekedar membutuhkan dana bantuan untuk produksi, namun juga pangsa pasar. Artinya, dibutuhkan strategi bisnis yang bisa mengcover usaha kecil mereka untuk berani tampil.
  • LKM/BKM dan masyarakat kelurahan bisa menjadi satu potensi dan kesatuan yang kuat, bila metode pendekatan, penempatan posisi tawar, keterlibatan mereka secara aktif dan tujuan serta manfaat yang ditawarkan memang mengena pada kebutuhan masyarakat yang secara bersamaan juga dapat memenuhi keinginan-keinginan di dalamnya. Dengan kata lain, menempatkan mereka sebagai orang yang memiliki peranan dan tanggung jawab terhadap keberadaan orang lain bisa menjadikan mereka memiliki keterbebanan untuk melakukan yang terbaik. 
  • Bagaimana dengan point of interest dari masyarakat skeptis ? Kalo itu mah, gak usah repot mikirin, toh mereka juga belum tentu mau repot-repot mikirin sekelilingnya, tul gak ? Namun, yang pasti, ketika momen-momen keterlibatan pelaku aktif dan (yang) masih memiliki semangat kerelawanan berhasil dilewati dengan baik dan memiliki hasil yang positif, pada akhirnya kelompok masyarakat skeptis akan dapat menerima kondisi dan segera menyadari, bahwa ini semua tergantung dari perilaku masing-masing orang. 

Kadang kala, banyak orang hanya bisa menuntut namun belum tentu bisa memberikan. Dan kadang kala pula sejumlah orang selalu menempatkan dirinya sebagai orang yang paling pantas untuk mendapatkan perhatian yang lebih tanpa mau memperhatikan orang lain yang bisa jadi lebih pantas untuk menerimanya. Kadang kala banyak orang hanya mencibir ketika orang lain melakukan hal-hal kecil dan sederhana, namun kadang kala pula sejumlah orang dipaksa harus menerima kenyataan bahwa bahwa mereka adalah orang-orang yang justru pantas dikasihani karena tidak melakukan apa-apa selain mencibir.  Semoga review dan wacana ini bisa menjadi tawaran solusi cara meningkatkan kerelawanan di wilayah dampingan, sederhana namun inspiratif.


    Manfaat Pelatihan Upaya Meningkatkan Kapasitas Pemberdayaan

    June 19, 2012 Add Comment
    pemberdayaan masyarakat
    Adakah Manfaat Pelatihan Sebagai Cara Meningkatkan Kapasitas Dalam Pemberdayaan Masyarakat ? Ya, pertanyaan ini sangat krusial mengingat potensi, kualitas dan kapasitas dalam sejumlah kegiatan pendampingan untuk program pemberdayaan masyarakat.

    Sebagai program yang menggunakan metode pendampingan di lapangan terhadap segala aktivitas dan kegiatan masyarakat, baik yang berhubungan langsung dengan program, maupun sebagai efek samping program itu sendiri, pelatihan memiliki peranan penting, khususnya bagi pelaksana atau pelaku pendampingan dalam hal ini adalah fasilitator dan unsur-unsur organisasinya, maupun objek yang didampingi, dalam hal ini adalah masyarakat selaku penerima manfaat program.

    Sebelum kepada bahasan mengenai seberapa besar manfaat pelatihan terhadap pemberdayaan masyarakat, paling tidak kita bisa memahami terlebih dahulu konsep dasar pemberdayaan itu sendiri. Menurut Robinson (1994, seorang pakar ilmu sosial) seperti dikutip dari artikel terdahulu (Pemberdayaan : Cara Membuat Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Bentuk Fasilitasi Sosial Dalam Filosofinya), pemberdayaan adalah sebuah proses pribadi dan sosial, suatu bentuk pembebasan kemampuan pribadi, kompetensi, kreatifitas dan kebebasan bertindak. Bila mengacu pada konsep ini, pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai suatu proses pengembangan diri pribadi dalam lingkungan sosial, demikian pula dengan lingkungan sosial itu, sehingga individu dan kelompok-kelompok sosial serta ragam interaksi dan dinamika didalamnya yang membentuk sebuah masyarakat dengan karakternya, dapat memiliki peningkatan baik dari cara berpikir, cara bertindak, cara berkomunikasi dan berinteraksi, demikian pula potensi yang dimiliki. Dengan demikian terjadi perubahan selama proses itu terjadi.

    Dalam konteks PNPM-Mandiri Perkotaan, tujuan umum dari segala bentuk kegiatan pemberdayaan di dalamnya adalah meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri (Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum, Pedoman Pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan, 2021). Tentu saja dalam menuju ke arah tersebut harus melakukan dan mempertimbangkan banyak hal, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan di lapangan. Hal-hal tersebut antara lain kapasitas pelaku pemberdayaan, yaitu fasilitator dan lembaganya, kelompok organisasi masyarakat yang dibentuk melalui prosedur PNPM-Mandiri Perkotaan, dan juga memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat itu sendiri sebagai cerminan dari karakter sosial. 

    Indonesia merupakan salah satu negara dengan karakter dan dinamika sosial yang khas. Salah satunya adalah karena sangat dipengaruhi oleh akar budaya dan latar belakang setiap anggota masyarakat di dalamnya. Dalam artikel ini akan diambil lokasi sampel yaitu Kota Bengkulu. PNPM-Mandiri Perkotaan di Bengkulu sudah dimulai sejak tahun 2021-2021 yang lalu. Sebelum, atau bahkan pada saat program PNPM ini berjalan, tidak sedikit program lain baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun lembaga non pemerintah ikut berpartisipasi dalam rangka mencapai kesejahteraan sosial yang diinginkan. Di sini tidak akan dibahas lembaga apa saja, orientasi lembaga dan cara kerja lembaga tersebut, namun yang pasti program-program tersebut memiliki visi yang sama, yaitu bagaimana agar masyarakat Kota Bengkulu dapat mandiri, memiliki potensi dan kemandirian serta mampu sejahtera. Dan secara umum, program-program tersebut gagal dalam tujuannya, meskipun dalam perjalanannya sejumlah metode dan aspek-aspek pemberdayaan ada yang 'tertinggal' di masyarakat.

    Fenomena yang terjadi selama berjalannya program hingga saat ini, khususnya dalam lingkup PNPM-Mandiri Perkotaan, mengarah kepada dua pertanyaan umum. Benarkah metode dan aspek-aspek pemberdayaan yang telah dilakukan belum juga dapat meningkatkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat kelurahan di Kota Bengkulu, khususnya dalam lembaga LKM/BKM ? Benarkah kecenderungan ini disebabkan oleh masih lemahnya kapasitas pendampingan dan rendahnya kualitas pendamping/fasilitator ? 

    Dalam sejumlah kegiatan diskusi yang dilakukan selama kegiatan Pelatihan Penguatan Fasilitator PNPM-Mandiri Perkotaan beberapa waktu yang lalu, terdapat beberapa hal penting yang menjadi bahasan krusial yang tidak hanya melibatkan kapasitas fasilitator, namun juga melibatkan kapasitas organisasi LKM/BKM  dan kelompok masyarakat yang ada, dan juga peranan pihak lain, dalam hal ini adalah pihak-pihak peduli, khususnya pemerintah. Kenapa pemerintah ? Kenapa tidak difokuskan pada pihak swasta atau kelompok-kelompok tertentu lainnya ? Karena Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah dengan struktur kepemerintahan didalamnya berhubungan langsung dengan segala bentuk kegiatan pemberdayaan dan pelaku pemberdayaan, bukan hanya dalam konteks PNPM-Mandiri Perkotaan, tapi seluruh organisasi dan programnya. Pemerintah juga berperan langsung baik secara kebijakan dan keputusan maupun implementasi di lapangan sesuai dengan komitmen yang disepakati. 

    Salah satu butir permasalahan yang muncul ke permukaan adalah berkurangnya rasa kepedulian, kerelawanan dan partisipasi dari masyarakat. Penyebabnya adalah adanya ego dari sejumlah kalangan masyarakat mengenai keberpihakan dan kemanfaatan program, munculnya perasaan-perasaan sentimentil sebagai bagian dari ego tersebut, adanya dinamika mengenai paradigma dan orientasi masyarakat mengenai stimulan program dalam hal ini adalah dana bantuan program (BLM,BLT dan sejenisnya), dan juga sikap dan sifat dari pemimpin daerah, baik scoup luas maupun skala lebih sempit yang pada dasarnya merupakan simbol panutan masyarakat itu sendiri. Solusi yang ditawarkan ? Pelatihan. Ya, pelatihan untuk pendamping masyarakat, pelatihan untuk masyarakat, pelatihan untuk birokrat sebagai pengusung kebijakan yang dibuat. 

    Kembali pada tema di atas, seberapa besar sih manfaat pelatihan bagi keberlangsungan program, bukan hanya dalam lingkup PNPM, namun seluruh program ? Tidak bisa dibilang sedikit, namun sebenarnya pelaksanaan program bukan sebatas pelatihan penguatan, pelatihan kapasitas dan sejenisnya. Cara meningkatkan animo masyarakat dan pemerintah terhadap berjalannya program juga tidak melulu dengan meletakkan fasilitator dalam posisi sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap stagnannya animo tadi. Pelatihan merupakan bentuk pengisian dan pemulihan peranan, tanggung jawab dan aspek nilai yang terkandung dalam program kepada pelaku pemberdayaan. Ketika akhirnya apa yang didapat dalam pelatihan mengalami kebuntuan dalam pelaksanaannya, maka yang diperlukan adalah kreatifitas, kesabaran, dan dorongan serta motivasi lain. Waktu adalah kata kunci paling berpengaruh dalam segala aktivitas yang ada. Pengelolaan dan manajemen waktu tidak bisa dinafikan begitu saja.

    Tidak bisa disangkal, kebuntuan pendampingan ini (saya istilahkan demikian) seperti lingkaran setan. Begitu stimulan tidak bisa dimiliki semua pihak yang berkepentingan (pemanfaat dan pengelola), akan muncul opini yang diikuti perilaku pragmatis dan acuh tak acuh, lalu terjadi pemisahan dan pengelompokan. Ini menyebabkan melemahnya kekuatan secara kelembagaan dan secara perlahan paradigma turut berubah, di mana pada saat bersamaan terjadi visualisasi yang belum mengena hati masyarakat oleh lembaga pemerintah. Melemahnya organisasi akan menyebabkan berkurangnya spirit kerelawanan, dan perlahan-lahan menjadi redup. Ini tentu akan berpengaruh pada spirit yang dimiliki fasilitator pendamping. Kelanjutannya ? Progres ikut menjadi stagnan.

    Terlepas dari dualisme aspek program, yaitu aspek pemberdayaan dan aspek proyek melalui stimulan yang ada, adalah sangat baik bila keduanya bisa berjalan berdampingan. Namun bila harus mengerjakan salah satu pilihan secara terfokus, akan membutuhkan waktu pula dalam melaksanakan aspek yang satunya. Seperti pepatah sekali menembak dua tiga pulau terlewati, untuk konsep pemberdayaan masyarakat tentunya dibutuhkan waktu yang tidak sedikit agar bagaimana cara membuat pemahaman konsep pemberdayaan (dalam PNPM-Mandiri Perkotaan) benar-benar lekat dan menjadi jiwa masyarakat, dan bagaimana cara meningkatkan serta mengasah nilai-nilai kemanusiaan didalamnya adalah menjadi tugas bersama, tugas dan tanggung jawab semua pihak. Kata kunci perilaku (behaviour) adalah kunci dari semua perubahan yang diinginkan, dan ini kembali kepada diri kita masing-masing. 


    (opini penulis sebagai review dari rangkaian kegiatan Pelatihan Penguatan Fasilitator PNPM-Mandiri Perkotaan OC-2 Propinsi Bengkulu, 11-18 Juni 2012)

    Apa Itu UKM, Serta Bagaimana Cara Meningkatkan Usaha Kecil dan UKM

    June 16, 2012 Add Comment
    Cara Meningkatkan Ekonomi UKM - Dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya sejak akhir tahun 90'an gerakan ekonomi kecil mulai didengungkan. Kelompok dan usaha kecil itu sekarang tenar dengan istilah UKM. Apa sebenarnya UKM itu ? Dan apa saja kriteria usaha yang disebut sebagai UKM ? 


    Cara Meningkatkan Ekonomi UKM


    Apa Itu UKM

    UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri.

    Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”


    Kriteria UKM

    Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:
    • Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
    • Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah).
    • Milik Warga Negara Indonesia.
    • Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar.
    • Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

    Cara Meningkatkan Usaha UKM

    Cara meningkatkan usaha kecil dan meningkatnya pendapatan ekonomi rumah tangga, diperlukan peran serta semua pihak. Bukan hanya pemerintah saja, tapi juga non pemerintah seperti swasta, lembaga, maupun komunitas. 


    Ada beberapa hal yang bisa diupayakan untuk mendorong UKM, yaitu :

    • Peran serta pengambil kebijakan (dalam rangka kebijakan pajak, kebijakan fiskal dan peraturan-peraturan pemerintah lainnya yang mendorong meningkatnya ekonomi kecil).
    • Melakukan pendampingan terhadap perencanaan dan pengembangan usaha, termasuk di dalamnya pelatihan pembukuan ekonomi sederhana, pelatihan kapasitas dll.
    • Mengikutsertakan pelaku usaha untuk mengikuti seminar dan lokakarya kewirausahaan.
    • Melakukan pelatihan-pelatihan teknologi hasil, mulai dari pengolahan bahan, produksi, penyimpanan, pengemasan, penggunaan alat dan mesin dsb.
    • Penyediaan modal pinjaman bunga ringan. Modal merupakan salah satu aspek yang paling dibutuhkan dalam pengembangan usaha. Dengan adanya kebijakan perbankan yang mendukung kemaslahatan usaha kecil dalam hal bunga yang rendah, para pengusaha kecil akan sangat terbantu. 
    • Pemanfaatan internet untuk promosi dan pemasaran serta penjualan. Adanya internet sangat membantu promosi para pengusaha kecil, karena area jangkauannya sangat luas dan hemat biaya. Tidak perlu lagi jor-joran mencetak spanduk, iklan di koran dsb. 
    Oleh karena itu, agar UKM/UMKM ini berhasil dibutuhkan dukungan dari semua pihak terkait. Masalahnya belum semua lembaga dan aparatur menguasai atau memahami tentang latar belakang UMKM dan strategi serta kebijakannya. Untuk itulah diperlukan pembekalan, misalnya dengan ikut Bimtek. Untuk Bimtek ini bisa mengikutinya di sejumlah lembaga pelatihan, contohnya Pusdiklat Pemendagri.

    Info Bimtek Pusdiklat Pemendagri untuk ASN bisa didapatkan secara luas dan mudah lewat berbagai perangkat. Peserta bisa mengikuti berbagai jenis pelatihan kompetensi, khususnya Diklat UKM/UMKM Pusdiklat Pemendagri.

    Baca Juga :

    Nah, sobat, demikian ulasan kita kali ini tentang apa itu UKM dan bagaimana cara meningkatkan usaha KSM. Semoga bermanfaat. 

    Cara Meningkatkan Usaha Dengan Promosi Budaya

    June 16, 2012 Add Comment
    Cara Meningkatkan Usaha Dengan Promosi Budaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengupayakan beragam cara untuk memperoleh akses yang lebih besar ke pasar-pasar non-tradisional, seperti Afrika Selatan demi mencapai target pertumbuhan ekspor sebesar 25 persen, tak terkecuali melalui promosi budaya.




    "Pada misi dagang ke Afrika Selatan yang akan dimulai dari tanggal 9 sampai 14 April 2012 nanti, kami (Kemendag) akan melakukan promosi kuliner melalui acara `Indonesia Night` yang akan diselenggarakan di Cape Town," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamukthi di Jakarta, Rabu.

    Menurut Bayu, acara tersebut akan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat di Afrika Selatan serta komunitas Cape Malay atau warga negara Afrika Selatan keturunan Melayu.

    "Komunitas Cape Malay terdiri dari 1,5 juta orang, dan mereka memiliki kesamaan budaya dengan Indonesia, sehingga diharapkan mampu meningkatkan permintaan terhadap produk Indonesia ke Afrika Selatan," kata Bayu.

    Rencananya, acara tersebut akan mengusung konsep diplomasi kultur dan kuliner dengan menyajikan beragam kuliner nusantara yang diiringi dengan pertunjukan musik khas Indonesia.

    "Acara `Indonesia Night` juga akan dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Afrika Selatan mengenai Makassar, yang dikenal sebagai tanah kelahiran Syekh Yusuf atau penyebar agama Islam di Afrika Selatan," kata Bayu.

    Bayu mengungkapkan bahwa pada kesempatan tersebut, pihaknya akan mengundang tokoh masyarakat Cape Malay untuk melakukan wisata religi yang bertepatan dengan pelaksanaan program `Visit South Sulawesi 2012` dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

    "Kami berharap cara ini akan mampu meningkatkan people-to-people contact yang tentunya akan berdampak positif terhadap kemajuan interaksi business-to-business atau `B-to-B`," kata Bayu.

    Kegiatan penetrasi ke pasar Afrika Selatan akan dilakukan secara berkesinambungan, sambung Bayu. Setelah misi dagang itu, pihaknya telah berencana untuk turut berpartisipasi dalam pameran `Africa Big Seven 2012` yang akan diselenggarakan pada 15-17 Juli 2012 di Johannesburg.

    Bayu menambahkan, sektor lain yang ingin digarap lebih lanjut oleh Kemendag adalah industri pariwisata Indonesia. "Kami akan melakukan promosi pariwisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Afrika ke Indonesia," kata Bayu.

    Bayu menuturkan hal tersebut kemungkinan dapat diawali dengan konsep wisata religi yang memanfaatkan kedekatan religius dan emosional masyarakat Cape Malay di Cape Town dengan masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Goa, yang menjadi asal muasal Syekh Yusuf.

    sumber : Antara News

    Cara Untuk Membuat Sirsak Menjadi Obat Kanker

    June 16, 2012 Add Comment
    Cara Membuat Sirsak Menjadi Obat KankerTidak dipungkiri, bahwa rekomendasi sirsak sebagai buah yang memiliki kemampuan untuk membunuh dan atau mencegah kanker cukup mengejutkan.

    Yang lebih mengejutkan adalah bahwa fakta telah dilakukannya lebih dari 20 uji coba mengenai sirsak untuk memastikan bahwa khasiatnya memang nyata sejak tahun 70'an, yang notabene pada era tersebut kemoterapi kanker baru atau bahkan sedang dijalankan oleh sejumlah media klinis dan rumah sakit di beberapa belahan dunia ! .


    Graviola, bahasa lain dari ekstrak sirsak ini telah lama dikonsumsi oleh masyarakat pedalaman hutan Amazone. Oleh masyarakat setempat buah ini dianggap sebagai obat dewa atau obat kehidupan karena khasiatnya yang mampu menyembuhkan beberapa penyakit. 

    Ternyata sirsak untuk diambil khasiatnya bukan hanya berasal dari buah, namun juga daunnya. Bahkan penelitian tersebut lebih merekomendasikan daun sirsak yang sudah dewasa atau sudah pernah berbuah. Khasiatnya bukan hanya untuk kanker, tapi juga untuk beberapa keluhan atau penyakit lainnya, diantaranya polip, sinusitis, ginjal, rematik, sakit pinggang, liver, darah tinggi, eksim dan uritritis (kandung kemih). Cara pengolahan bagian tanaman sirsak untuk dijadikan obat untuk beberapa penyakit juga berbeda-beda, ada yang hanya direbus, dijadikan kolak, atau dibuat jadi berbentuk tuh atau jamu. Cara-cara tradisional ini bila dikelola dengan pengetahuan dan teknologi yang baik (dalam hal manajemen pengelolaan dan fasilitas) akan memiliki peluang. Potensi bisnis dari khasiat sirsak dan cara pengelolaannya mengatasi kanker menjanjikan peningkatan penghasilan dan perbaikan ekonomi dari sisi kesejahteraan, dan juga memiliki manfaat kesehatan bagi banyak orang.

    Berikut adalah beberapa contoh cara pengelolaan tanaman sirsak :

    Pengobatan Kanker
    Sirsak diyakini bisa melawan sel-sel kanker terutama 12 jenis kanker mematikan, diantaranya kanker payudara, kanker usus besar, kanker paru-paru, dan kanker pankreas. Untuk membunuh kanker, caranya adalah 10 lembar daun sirsak yg tua direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, minum 2 kali per hari selama 2 minggu. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.
    Untuk mencegah terjadinya kanker, maka yang dikonsumsi adalah daging buahnya dengan rutin.  
    Sakit Pinggang
    20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
    Bayi Mencret
    Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.
    Ambeien
    Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
    Bisul
    Daun sirsak yang masih muda secukupnya, tempelkan di tempat yang terkena bisul.
    Anyang-anyangen
    Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.
    Sakit Kandung Air Seni
    Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
    Penyakit Liver
    Puasa makanan lain, hanya minum juice sirsak selama 1 minggu
    Eksim dan Rematik
    Tumbuk daun sirsak sampai halus dan tempelkan di bagian yang sakit
    Katarak
    Bunga sirsak dapat digunakan utk menyembuhkan katarak tapi bagaimana penggunaannya belum diketahui lebih detil.

    Itulah beberapa cara pengelolaan tanaman sirsak, mulai dari akar hingga daun. Mungkin di masa datang akan ada cara-cara baru dan juga khasiat-khasiat baru untuk melawan berbagai jenis penyakit yang selama ini belum diketahui cara ampuh untuk mencegah atau mengobatinya.

    Sumber :
    The Graviola Tree - Miraculous Secret
    KANDUNGAN, KHASIAT DAN MANFAAT DAUN & BUAH SIRSAK
    Khasiat Sirsak 10.000X Lebih Kuat dari Kemoterapi Kanker
    Khasiat Sirsak Dalam Penyembuhan Kanker

    Komoditi Sirsak Sebagai Terapi Pembunuh Kanker Terampuh

    June 16, 2012 Add Comment
    Usaha rumahan
    Komoditi Sirsak Sebagai Terapi Pembunuh Kanker Terampuh. Sirsak adalah salah satu jenis buah yang sangat enak untuk dinikmati, baik dalam bentuk potongan atau dibuat dalam bentuk jus.

    Tapi, selain untuk dinikmati, ternyata sirsak memiliki banyak khasiat kesehatan, dan memungkinkan kita bukan hanya untuk sekedar menikmati. Sirsak direkomendasikan oleh beberapa kalangan sebagai asupan yang wajib dikonsumsi, terutama bagi para penderita kanker. Rekomendasi itu justru muncul dari salah satu perusahaan farmasi di Amerika Serikat.

    Perusahaan tersebut merekomendasikan sirsak atau dulu dikenal dengan nangka Belanda ini karena memiliki manfaat :
    - Berfungsi untuk mencegah dan atau mengobati kanker
    - Melindungi sistem kekebalan tubuh dan menghindari dari infeksi mematikan
    - Lebih kuat dan lebih sehat, penampilan fisik membaik setelah mengkonsumsi
    - Menambah tenaga dan meningkatkan kesehatan mental

    Pada awalnya sirsak sudah dikenal oleh penduduk asli Sungai Amazon di Amerika Selatan, karena oleh penduduk setempat dianggap sebagai obat kehidupan yang menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Yang mengejutkan, temuan mengenai khasiat sirsak ini terjadi pada era 70'an, setelah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan farmasi Amerika Serikat dengan melakukan lebih dari 20 uji laboratorium, dan hasilnya sungguh menggembirakan.

    Secara umum, kandungan yang terdapat dalam sirsak selain air adalah karbohidrat. Salah satu karbohidrat dalam sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kandungan 81,9-93,6 persen dari kandungan gula total. Buah sirsak mengandung sedikit lemak, sekitar 0,3/100 g sehingga baik untuk kesehatan. Rasa asam yang terdapat di dalamnya adalah asam organik non volatil, terutama asam malat, sitrat, dan isositrat. Vitamin C adalah vitamin yang dominan dalam sirsak, mengandung kurang lebih 20 mg vitamin C, dimana kebutuhan per orang untuk vitamin C adalah 60 mg perhari. Ini berarti 1/3 kebutuhan vitamin C per orang perhari didapat dari hanya mengkonsumsi buah sirsak. Tingginya vitamin C ini berakibat positif karena merupakan antioksidan yang sangat baik untuk melawan penyakit serta untuk menghambat penuaan secara fisik.

    Mineral yang terkandung dan cukup dominan adalah fosfor dan kalsium (masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 ). Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.
    Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah. Dengan mengkonsumsi buah sirsak sebanyak 100 g per hari telah memenuhi 13 persen kebutuhan serat yang sangat dibutuhkan dalam tubuh, terutama dalam hal proses metabolisme.

    Berdasarkan hasil penelitian lanjutan sebagai follow up dari penelitian awal mengenai studi sirsak, ternyata sirsak merupakan pembunuh kanker paling ampuh. Ini dibuktikan oleh beberapa resume dan pengakuan dari beberapa penderita kanker yang awalnya hanya coba-coba. Setelah melakukan pemeriksaan ke dokter, terjadi perubahan signifikan terhadap jumlah dan perkembangan sel kanker. Oleh karena itu, sejumlah dokter dan pakar kesehatan (bukan dalam forum resmi atau terbuka), menyarankan untuk mengkonsumsi sirsak dengan fakta bahwa sirsak dapat membunuh dan mencegah sel-sel kanker, terutama 12 jenis kanker diantaranya kanker usus besar, kanker payudara, kanker prostat, kanker paru-paru, kanker pankreas. Mereka meyakini (berdasarkan hasil penelitian) bahwa sirsak sepuluh ribu kali lebih kuat dari kemoterapi. Selain itu, kandungan sirsak selektif dalam membunuh atau mengeliminasi sel-sel yang memiliki kelainan terutama sel-sel oksidan yang menyebabkan banyak penyakit, dan tidak mempengaruhi sel-sel yang baik untuk kelangsungan hidup.

    Di Indonesia, sirsak merupakan tanaman buah-buahan yang cukup digemari. Namun dibalik itu ternyata sirsak memiliki potensi lain dari segi peningkatan pendapatan, yaitu peluang usaha yang sangat menjanjikan. Dengan perkembangan teknologi di masa ini memungkinkan kita untuk dapat mengolah sirsak menjadi komoditi yang sehat, menyegarkan dan menguntungkan, tentu juga sangat bermanfaat bagi banyak orang.  Seperti telah diuraikan di atas bahwa sirsak memiliki banyak manfaat kesehatan, sangat memungkinkan untuk mengakomodasi kepentingan kesehatan dalam bentuk asupan maupun suplemen dengan bahan sirsak. Sebagai contoh yaitu pembuatan jus, dengan pengolahan yang sederhana dan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Dengan sedikit pengalaman pemasaran sebagai salah satu strategi bisnis dan penjualan saja pun jus sirsak dapat dinikmati, bahkan di pinggir jalan sekalipun. Tinggal  menambah intuisi dan informasi dalam hal promosi agar bagaimana produk jus bisa lebih dikenal dan memiliki nilai jual lebih dan dinikmati lebih banyak orang.

    Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya informasi, tentunya semakin mempermudah proses pemasaran. Saat ini tersedia media-media pemasaran online berupa toko online. Namun sebelum ke sana kita harus memahami dasar-dasarnya dahulu, paling tidak melalui blog atau website. Untuk itu kita harus juga mengetahui Cara Untuk Memulai Blogging Sebagai Media Pemasaran Produk itu, dan juga memiliki Tips dan Trik Menulis Artikel Blog Yang Menarik Mengenai Usaha dan Produk Unggulan terutama dengan komoditi sirsak. 

    Selain jus, komoditi sirsak juga dapat diolah dalam wujud herbal, di mana dilakukan proses pengeringan untuk dijadikan sebagai bahan untuk membuat teh herbal menyehatkan. Peluang ini tentu saja menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia umumnya, mengingat tingginya kebutuhan untuk kesehatan yang berbanding lurus dengan mahalnya harga obat. Berusaha membuat sehat banyak orang dan mendapatkan keuntungan yang setara, tentunya merupakan perbuatan baik bukan ?



    Produk Obat Tradisional Berbahaya

    June 16, 2012 Add Comment

    Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM di seluruh Indonesia sampai dengan bulan Juli tahun 2021, ditemukan 21 OT-BKO, 20 di antaranya merupakan obat tradisional tidak terdaftar (ilegal).

    Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan POM Kustantinah, saat jumpa pers Hasil Operasi Pangea IV dan Pengawasan Obat Tradisional, di Gedung BPOM, Rabu, (5/10/2021) yang lampau.


    "Sebagai tindak lanjut terhadap temuan OT-BKO tersebut, maka akan dilakukan penarikan produk dari peredaran dan pemusnahan. Untuk obat yang telah terdaftar dan ditemukan mengandung BKO maka nomor registrasi akan kita cabut," katanya.
    Meki begitu, Kustantinah mengakui, hasil temuan selama lima tahun terakhir menunjukkan telah terjadi penurunan terkait temuan Obat Tradisional dengan Bahan Kimia Obat dari 1,65 persen menjadi 0,72 persen dari seluruh obat tradisional yang disampling.


    "Kemungkinan bahwa pelaku usaha sudah mulai menyadari bahwa obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia obat. Ini mungkin juga dikarenakan pembinaan yang dilakukan secara terus menerus oleh lembaga instansi, termasuk oleh asosiasi PB jamu," ucapnya.
    Ia menambahkan, Bahan Kimia Obat (BKO) yang diidentifikasi terkandung dalam Obat Tradisional cenderung menunjukkan tren yang berbeda-beda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada kurun waktu 2001-2021 temuan OT-BKO menunjukkan tren ke arah obat rematik dan penghilang rasa sakit. Sedangkan pada periode 2021 sampai pertengahan 2021 temuan OT-BKO menunjukkan perubahan tren ke arah obat pelangsing dan obat penambah stamina (aprodiaks).


    Kustantinah berharap, masyarakat melaporkan kepada Badan POM atau Pemda setempat apabila diduga adanya produksi dan peredaran Obat Tradisional secara ilegal kepada Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI dengan nomor telepon: 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id atau  melalui Layanan Informasi Konsumen di Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.


    Berikut adalah daftar Obat Tradisional Mengadung Bahan Kimia Obat Tahun 2021  :
    No  Nama /No. Izin Edar,  Nama dan Alamat Produsen/Importir yang Tercantum, Pada Label, Bahan Kimia Obat (BKO), Keterangan
    1. Poten-Zhi kapsul TR 042337421  PT. Daxen Indonesia, Bogor, Tadalafil,  Izin Edar dibatalkan
    2. Asam Urat Nyeri Tulang Cap Gunung Krakatau serbuk Citra Herbindo Utama, Jakarta, Parasetamol dan fenilbutason, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 993200421
    3. Buah Naga kapsul  Lebah Makasar     Parasetamol dan fenilbutason, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 003228621
    4. Dewa Dewi kapsul    PJ. Kurnia, Jateng, Parasetamol, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 993299761
    5. Jamu Cap Putri Sakti Penyehat Badan (Penggemuk Badan) cairan obat dalam CV Putri Sakti Husada Jawa Timur, Fenilbutason, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 013611911
    6. Jamu Tradisional Jawa Asli Cap Putri Sakti cairan obat dalam  CV Putri Sakti Husada, Jawa Timur,  Fenilbutason, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 103609311
    7. Kapsul Telat Bulan (Tiauw Keng Poo Sae) Tabib Jaya Sakti, Jawa Tengah, Parasetamol,  Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TDP 11072600063
    8. Kuat Tahan Lama Surabaya Madura serbuk,  Racikan Madura, Sildenafil sitrat, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 001508741
    9. Lebah Mutiara Asam Urat kapsul Perusahaan Jamu Tradisional Solo, Parasetamol, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 043274672
    10. Lebah Mutiara Gatal-Gatal kapsul  Perusahaan Jamu Tradisional Solo, Parasetamol, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 943274672
    11. Linu Rat kapsul  PJ. Sido Mekar,  Piroksikam, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 003202171
    12. MD dan SM Obat Asam Urat Nyeri Tulang/Sendi Cicunguya kapsul     PJ. Ramuan Dayak,Parasetamol dan fenilbutason, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 993202183  
    13. Obat Kuat dan Tahan Lama Powerman kapsul     Indo Alam Perkasa, Denpasar, Sildenafil sitrat,  Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 893518902
    14. Obat Kuat dan Tahan Lama Super X kapsul  PJ. Husodo Jaya,  Sildenafil sitrat dan parasetamol,  Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 053347131
    15. Pil Anti Sakit Gigi Plus Pak Tani tablet   Sari Tani Jateng,  Parasetamol, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 003503787
    16. Prima Setia kapsul  CV. Manshuba Indo Herba, Jakarta, Sildenafil sitrat,  Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif 403.10.16.2001
    17. Scorpion kapsul   PJ. Sinar Makmur, Madura,  Parasetamol,  Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 202568336
    18. Spider kapsul  PJ. Sinar Makmur, Madura, Sildenafil sitrat, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 9935758412
    19. Tangkur Cobra Laut kapsul   PJ. Bima Perkasa, Sildenafil sitrat dan natrium diklofenak,  Tidak Terdaftar, mencantumkan, No. Izin Edar fiktif TR 993728001
    20. Tiger Fit Asam Urat Flu Tulang kapsul   Akar Tiongkok Indonesia, Parasetamol, Tidak Terdaftar, mencantumkan No. Izin Edar fiktif TR 048473777
    21. Power Up kapsul  Tibet Sheng Yang Bioengineering Co. Ltd. / PT. Woo Tekh Indonesia  Sildenafil sitrat, tidak terdaftar