Pemberdayaan Dan Tantangannya Di Indonesia

October 08, 2012 Add Comment
Pemberdayaan Masyarakat Dan Tantangannya
Pemberdayaan merupakan salah satu pendekatan yang menjadi tumpuan terhadap pengentasan permasalahan di Indonesia. Dengan konsep dan aplikasi yang ada di dalamnya, diharapkan paradigma pembangunan yang sebelumnya berlangsung dapat perlahan-lahan mengubah wajah sosial Indonesia, baik terhadap masyarakatnya sendiri dan juga di dunia.


Tak bisa ditampik, gemuruh pembangunan yang dilakukan pemerintah telah menuai hasil: perbaikan ekonomi terus terjadi. Pertumbuhan ekonomi, misalnya, rata-rata di atas 6 persen per tahun sejak tahun 2021. Di tahun 2021, pertumbuhan ekonomi memang sempat terkoreksi pada angka 4,6 persen. Tapi, itu adalah hal yang bisa dimaklumi. Kala itu, badai krisis ekonomi global tengah menerpa.


Dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 4,6 persen pun sebetulnya kita patut diacungi jempol. Pasalnya, kita bisa tumbuh positif dan moderat sementara pada saat yang sama banyak negara-negara di dunia mengalami resesi dan tumbuh negatif. Bahkan, angka pertumbuhan sebesar itu telah menempatkan kita sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia setelah China dan India. Ini tidak terlepas dari peran usaha kecil UKM dan koperasi dalam mendorong peningkatan ekonomi nasional.


Seiring pertumbuhan ekonomi yang mengesankan, pendapatan per kapita terus meningkat. Di tahun 2021, misalnya, telah mencapai 3.543 dollar AS. Dengan angka pendapatan per kapita sebesar ini, kita telah tercatat sebagai negara dengan penduduk berpendapatan menengah (middle income country). Hal ini tentu berkaitan dengan cara meningkatkan usaha kecil dan ekonomi dengan optimalisasi potensi ekonomi.


Sejumlah tantangan dan Solusi
Sayangnya, perbaikan ekonomi masih menyisakan tiga tantangan berikut: kemiskinan (poverty), kerentanan (vulnerability), dan ketimpangan (inequality).Selama ini, gemuruh pertumbuhan ekonomi memang telah mendongkrak proporsi kelas menengah. Namun, juga masih menyisakan kelompok miskin dan rentan. Sepanjang tahun 2003-2021, jumlah penduduk kelas menengah, yakni mereka yang memiliki pengeluaran sebesar 360 ribu – 3,6 juta rupiah per bulan, memang telah bertambah dari 80,8 juta orang (37,6 persen) pada tahun 2003 menjadi 133,4 juta orang pada tahun 2021. Namun, pada Maret 2012, jumlah penduduk miskin mencapai 29,13 juta orang (11,96 persen), sementara penduduk rentan miskin (hampir miskin) mencapai 26,39 juta orang (10,83 persen).


Dalam satu dekade terakhir, penurunan tingkat kemiskinan berjalan lambat. Bahkan, ada kecenderungan semakin jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2021. Celakanya, ini juga dibarengi dengan ketimpangan pendapatan yang kian melebar. Indek Gini, yang merupakan indikator untuk mengukur ketimpangan pendatan, bahkan telah menembus rekor tertinggi, yakni mencapai 0,41 di tahun 2021. Artinya, ketimpangan pendatan telah memasuki skala medium. Meskipun demikian tetap harus diwaspadai mengenai akurasi data dan angkat kemiskinan ini dalam hubungannya antara pemberdayaan dan perbedaan angka profil kemiskinan di Indonesia.


Di antara penyebab penurunan kemiskinan berjalan lambat adalah dua hal berikut: kebijakan penanggulangan kemiskinan yang kurang tepat karena kurang memperhatikan karakteristik kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi kurang berkualitas. Hal ini terkait  antara pemberdayaan dan 50% penduduk Indonesia menjadi miskin.


Ada empat karakteristik utama kemiskinan di Indonesia. Pertama, tingkat kesenjangan kemiskinan antar provinsi sangat tinggi. Pada Maret 2012, misalnya, tingkat kemiskinan di Jakarta sebesar 3,69 persen, sementara di Papua mencapai 31,11 persen. Hal ini tentu tidak terlepas dari disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah yang masih tajam. Faktual, sampai saat ini aktivitas ekonomi masih terkonsentrasi di Jawa.


Kedua, kesenjangan kemiskinan antara kota dan desa juga tinggi. Pada Maret 2012, misalnya, tingkat kemiskinan di perkotaan sebesar 8,2 persen, sementara di pedesaan mencapai 15,12 persen. Selain itu, sebagian besar rumah tangga miskin tinggal di pedesaan (63 persen) dan menggantungkan hidupnya di sektor pertanian (71,26 persen).


Ketiga, jumlah penduduk yang hidup di sekitar garis kemiskinan (hampir miskin) cukup banyak. Mereka tidak tergolong miskin, tetapi rentan terhadap kemiskinan. Mereka bakal jatuh miskin jika sewaktu-waktu terjadi gejolak ekonomi yang memukul telak daya beli mereka.


Keempat, kontribusi makanan (terutama beras) terhadap garis kemiskinan sangat tinggi. Pada Maret 2012, misalnya, kontribusi komoditas pangan terhadap garis kemiskinan sebesar 73,50 persen: beras memberi kontribusi paling dominan, yakni mencapai 29,23 persen di perkotaan dan 35,61 persen di pedesaan.


Sementara itu, pertumbuhan ekonomi yang tidak berkualitas ditunjukkan oleh sensifitasnya yang lemah terhadap penurunan kemiskinan. Hasil execises Suhariyanto (2012) menunjukkan, sepanjang tahun 2000-2021, elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap perubahan tingkat kemiskinan hanya sebebar -0.3990. Artinya, penurunan jumlah penduduk miskin untuk setiap satu persen pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 143.050 orang.


Temuan ini tentu tidak mengherankan, melihat struktur pertumbuhan ekonomi selama ini yang lebih digerakkan oleh sektor non-tradable (jasa) ketimbang sektor tradable (riil). Padahal, sebagian besar angkatan kerja kita, termasuk penduduk miskin, menggantungkan hidupnya di sektor tradable (utamanya sektor pertanian).


Jadi, tidak mengherankan kalau pendapatan per kapita terus meningkat, sementara pada saat yang sama ketimpangan pendapatan juga terus melebar karena rata-rata pengeluaran/pendapatan penduduk golongan bawah tumbuh lebih lambat dibanding kelompok kelas menengah dan kaya.


Dengan memperhatikan apa yang telah diuraikan sebelumnya, maka: (1) perlu dirancang program penanggulangan kemiskinan (dalam skala besar) yang fokus di daerah pedesaan, baik di sektor pertanian (untuk petani gurem dan nelayan) maupun sektor non-pertanian (untuk buruh tani); (2) pertumbuhan ekonomi harus inklusif, pertumbuhan yang dibarengi dengan pemerataan hanya akan terwujud jika pembangunan sektor pertanian-pedesaan menjadi prioritas, kebijakan perpajakan dan subsidi yang benar (subsidi orang), dan relokasi akonomi di luar Jawa; (3) program penanggulangan kemiskinan harus dibuat berbeda untuk wilayah perkotaan dan pedesaan (juga antar provinsi), karakteristik daerah harus diperhatikan, dan terkait hal ini peran pemerintah daerah mutlak diperlukan; (4) program penanggulangan kemiskinan juga harus memperhatikan penduduk yang rentan miskin, bukan hanya yang miskin; dan (5) harga komoditas pangan, terutama beras, harus stabil.

Indikator Keberhasilan Dalam Pendampingan Masyarakat

October 08, 2012 Add Comment
Pemberdayaan Masyarakat Di Bengkulu
Apa Indikator Keberhasilan CD ?
  • Keberlanjutan organisasi-organisasi komunitas yang telah terbangun
  • Keberlanjutan dana dan program oleh komunitas
  • Keberlanjutan visi, misi, prinsip dan nilai-nilai yang dianut dalam pelaksanaan CD program
 Apa Ciri Khas Masyarakat  Berdaya ?
  • Mampu mengidentifikasi permasalahn yang dihadapi, merumuskan serta menetapkan prioritasnya
  • Mampu merumuskan alternatif jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tersebut
  • Mampu mengorganisasikan diri, sebagai salah satu cara penanggulangan secara bersama
  • Mampu mengembangkan aturan main, nilai, norma yang disusun, disepakati serta dipatuhi bersama
  • Mampu memperluas kerjasama serta mampu menjalin ‘kemitraan’ yang setara
Kredo (keyakinan) CDO oleh Phillippine Rural Construction Movement atau lebih dikenal dengan Credo of Rural Reconstruction
  • Go to the community ( datanglah ke komunitas)
  • Life among them (hiduplah bersama mereka)
  • Learn from them ( belajarlah dari mereka)
  • Plan with them (susunlah rencana bersama mereka)
  • Start with what they know (mulailah dengan sesuatu yang mereka ketahui)
  • Build on what they have (bangunlah dengan sesuatu yang mereka miliki)
  • Teach by showing, learn by doing (mengajar sambil memeragakan, belajar sambil bekerja)
  • Not a show case but a pattern (bukan memberitahu, tetapi memberi contoh)
  • Not odds or ends but a system (bukan acak-acakan, tetapi suatu sistem)
  • Not piece meal but an integrated approach (bukan sepotong-potong tetapi sesuatu pendekatan terpadu).
  • Not to confirm but to transform (bukan  menyesuaikan, tetapi membuat perubahan)
  • Not Relief but release (bukan mengasihani, tetapi membebaskan).

(dikutip dari : Indikator Keberhasilan Pemberdayaan Komunitas)

Manfaat Besar Bagi Petani Sayur Terbentang Di Jalan Ini

October 05, 2012 Add Comment
Pemberdayaan Masyarakat Jembatan Kecil
Manfaat Besar Bagi Petani Sayur Terbentang Di Jalan Ini. Begitulah harapan yang terpancar dari wajah-wajah para penduduk RT 10 Kelurahan Jembatan Kecil yang sebagian besar adalah warga yang berprofesi sebagai petani sayuran.

Namun bukan hanya warga RT 10 saja yang berharap demikian. Warga RT lain yang memiliki aset lahan di sentra pertanian tersebut memiliki harapan yang sama, karena jalan tersebut juga menjadi akses yang selama ini sangat ditunggu untuk menjadi lalu lintas produksi.


Usaha kecil yang berada di RT 10 dan RT yang ada sekitarnya, termasuk wilayah yang berbatasan dengan kelurahan tetangga, turut merasakan imbasnya. Areal tersebut yang dulunya sering tergenang air, dan lalu lintas terbatas karena jalan setapak sehingga membatasi ruang gerak dari luar dan menuju keluar area, kini menjadi lebih mudah dan lancar. Bila sebelumnya para petani sayur musiman harus bersusah payah naik ke jalan utama yang berada lebih tinggi dari areal tersebut pada saat akan mengangkut hasil panen untuk dijual ke pasar, kini mereka bisa lebih mudah karena jalan rabat beton tersebut bisa dilalui sepeda motor sehingga lebih cepat dan lebih mudah keluar dari situ menuju jalan utama.

Membuat Jalan Dengan Swadaya
Jalan ini menjadi harapan terhadap akses produksi bagi warga petani sayur kelurahan Jembatan Kecil

Koordinator BKM Bersaudara Kelurahan Jembatan Kecil, Bpk. M.Yunus Samosir beserta perangkat strukturnya turut berbangga meskipun tidak banyak yang mengekspos hal tersebut. Baginya yang terpenting adalah bagaimana cara membuat usaha kecil menjadi usaha kecil memiliki nilai lebih yang menguntungkan, dan bagaimana cara membuat usaha kecil yang tangguh dan kreatif, dan cara meningkatkan usaha kecil dengan optimalisasi potensi ekonomi yang ada di Kelurahan Jembatan Kecil.

"Bila Bapak Mardan sukses dengan manfaat barang bekas dan eksistensi KUGERBAS-nya, saya dan teman-teman ingin melakukan hal yang sama melalui potensi yang ada di kelurahan ini, yaitu sentra produksi sayuran. Tentunya harapan itu tidak bisa diwujudkan begitu saja bila dikerjakan tanpa kerja keras dan perhatian dari pihak lain, dalam hal ini PNPM-P2KP Bengkulu. Oleh karena itu, saya berharap lembaga-lembaga lain dapat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan teman-teman dari PNPM-P2KP dan dapat menjalin kemitraan dengan masyarakat di sini", demikian disampaikan oleh Bapak M.Yunus Samosir. 

Bapak M.Yunus Samosir memiliki hubungan erat dengan para petani, karena beliau juga memberdayakan peran penyuluh pertanian. Beliau bekerja di Dinas Pertanian Propinsi Bengkulu, dan tidak sedikit informasi mengenai pertanian termasuk pembinaan kelompok-kelompok tani di Kelurahan Jembatan Kecil. 

Jalan rabat beton yang dibangun di sentra pertanian tersebut dibangun dengan menggunakan dana BLM 1 tahun 2012 sebesar Rp 25 juta dengan panjang jalan 130 meter. Jalan tersebut menjadi akses utama para petani sayur dengan pemanfaat lebih dari 50 KK, dan itu belum dihitung pula pemanfaat dari RT lain maupun kelurahan lain tetangga yaitu Tanah Patah yang penduduknya juga menjadi petani. 

Manfaat besar bagi petani sayur terbentang di jalan ini, memang benar demikian. Maka sudah menjadi tugas dan tanggung jawab semua lapisan masyarakat agar menjaga aset yang sudah dibangun untuk menjadi akses produktif di masa mendatang.


Usaha Kecil dan Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Daya Saing

October 02, 2012 Add Comment
Strategi Pemasaran Usaha
Usaha Kecil dan Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Usaha Kecil ternyata ada kaitannya. Usaha kecil tidak melulu bicara masalah modal, alat dan bahan usaha, cara pembuatan produk dan tenaga kerja saja, tapi juga strategi pemasarannya. Strategi pemasaran yang baik akan meningkatkan daya saing sebuah produk, sehingga khasanah produk menjadi lebih luas dan konsumen memiliki pilihan untuk membeli produk berkualitas namun harga terjangkau.

Usaha kecil melalui dorongan PPMK misalnya, dengan adanya kelompok usaha kecil produktif kemungkinan untuk meningkatkan pendapatan sangat besar, namun bila tidak memiliki strategi pemasaran tentu saja bisa bertolak belakang dengan hasil yang diharapkan. Bisa jadi hasil produksi menumpuk dan akhirnya membusuk karena tidak ada pasar. 

Dalam menekuni dunia bisnis, munculnya persaingan sudah menjadi hal yang lumrah dan tak bisa dielakkan lagi, ditambah lagi usaha kecil dan industri kreatif dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.  Bahkan bisa dikatakan, munculnya resiko persaingan dalam berbisnis seperti halnya peribahasa “Ada gula ada semut’. Dimana ada peluang bisnis manis, bisa dipastikan bila semut-semut kompetitor akan datang mengerumuni untuk ikut menikmati peluang manis tersebut.

Cara meningkatkan usaha kecil dan wirausaha sebagai lapangan kerja menguntungkan tentunya harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk di dalamnya strategi bisnis atau strategi pemasarannya.Untuk mengantisipasi gempuran persaingan pasar dari para kompetitor, tidak ada salahnya bila Anda mempersiapkan strategi pemasaran sedini mungkin untuk memenangkan persaingan yang ada di sekitar Anda.

Lalu, kira-kira bagaimana cara meningkatkan usaha kecil agar memiliki nilai lebih menguntungkan serta memiliki daya saing ?
  1. Aktif mengamati perkembangan pasar dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan. Perubahan minat dan kebutuhan para konsumen, tentunya menjadi salah satu faktor penting yang perlu Anda perhatikan. Karenanya, untuk bisa memberikan nilai tambah bagi konsumen Anda, lakukan survey pasar secara rutin agar Anda bisa meng-upgrade kualitas produk dan jasa yang Anda tawarkan. Contohnya saja seperti menjalankan bisnis kuliner, sekarang ini banyak konsumen yang menyukai pelayanan cepat, mudah, dan murah. Tidaklah heran bila kondisi tersebut mulai mendorong para pelaku bisnis kuliner untuk menawarkan jasa delivery order untuk memancing minat konsumen dan meningkatkan daya saing bisnisnya di tengah ketatnya persaingan pasar.
  2. Aktif mempromosikan brand bisnis yang Anda miliki. Seperti kita ketahui bersama, kepopuleran brand bisnis yang Anda usung memberikan nilai tambah tersendiri bagi perkembangan bisnis Anda. Ketika brand bisnis Anda sudah dikenal masyarakat luas, tidak menutup kemungkinan bila kepercayaan konsumen akan terbangun. Bahkan, mereka tidak segan-segan untuk loyal terhadap brand Anda dan mempromosikannya kepada orang lain di sekitarnya. Strategi promosi inilah yang membuat Starbuck Coffe berhasil memenangkan persaingan dan dikenal para konsumen hingga berbagai belahan negara.
  3. Mencari tahu mengenai kelemahan dan kelebihan para pesaing. Selain aktif mengevaluasi faktor internal di perusahaan Anda, langkah lain yang perlu Anda jalankan yaitu mencari informasi mengenai kelemahan dan kelebihan para pesaing. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui seberapa besar potensi Anda untuk memenangkan persaingan pasar, serta memanfaatkan kelemahan pesaing untuk mengangkat kelebihan produk Anda.
  4. Mempertahankan kekuatan produk Anda. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan kompetitor Anda, ada baiknya bila Anda mempertahankan kekuatan produk yang Anda miliki untuk menjaga loyalitas para konsumen. Apabila produk Anda sudah mengena di hati konsumen, maka peluang mereka untuk berpaling ke produk lain sangatlah kecil. Kunci inilah yang mengantarkan produk Pepsodent sampai hari ini berhasil menguasai pasar dan menjadi salah satu merek pasta gigi yang banyak dipilih para konsumen.
  5. Berani mengambil tantangan. Untuk menarik minat konsumen, banyak pelaku usaha yang mengambil tantangan besar untuk meningkatkan daya saing bisnisnya. Strategi ini bisa dijalankan para konsumen dengan menawarkan inovasi-inovasi baru yang belum pernah ditemui para konsumen. Misalnya saja seperti memproduksi barang atau jasa unik yang belum ada di pasaran, atau bisa juga mengadakan event promosi besar-besaran yang melibatkan para konsumen.
Ingat, semakin tinggi daya saing yang Anda ciptakan, maka semakin besar pula peluang yang Anda miliki untuk memenangkan persaingan pasar. Dengan lebih sering membaca artikel-artikel usaha cara meningkatkan usaha kecil dan UKM dengan manfaat internet, atau strategi bisnis dalam pemasaran dan promosi produk UKM dengan media sosial di internet, atau juga cara membuat usaha kecil lebih tangguh dan kreatif serta referensi lainnya diharapkan dapat menjadi sumber dan media info agar usaha yang direncanakan dapat dijalankan sesuai yang diharapkan.


(sumber : BisnisUKM : Tips Pemasaran Meningkatkan Daya Saing Bisnis Anda )

Strategi Pelaku Usaha Kecil dan UKM Dalam Mengelola Karyawan

October 02, 2012 Add Comment
Dalam menghadapi dunia usaha, Strategi Pelaku Usaha Kecil dan UKM Dalam Mengelola Karyawan sangatlah perlu untuk dipertimbangkan, karena hal ini berhubungan dengan keberlangsungan usaha tersebut. Bila tidak melakukan perhitungan dan analisa dengan cermat, bisa-bisa usaha menjadi kolaps alias bangkrut. 
Tenaga kerja atau karyawan merupakan salah satu hal yang krusial yang menjadi aspek berhasil tidaknya usaha tersebut. Usaha kecil dan industri kreatif membuka lapangan kerja baru, sehingga secara tidak langsung dapat mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.

Terdapat kaitan antara pemberdayaan dan perbedaan angka kemiskinan, namun demikian hal tersebut tetaplah harus disikapi dengan pola dan langkah strategis khususnya bagi para pelaku usaha kecil yang berada pada garis status kemiskinan yang dimaksud, karena salah satu cara meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kurang mampu adalah melalui intervensi stimulan usaha kecil.

Pemberdayaan dan pertumbuhan ekonomi yang tidak optimal menjadi kajian yang juga memiliki keterkaitan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, utamanya usaha kecil. Bila pengelolaan tidak dilakukan secara optimal, tentu saja berakibat lebih luas.

Dalam hubungannya dengan tenaga kerja atau karyawan yang direkrut oleh pelaku usaha kecil, seorang karyawan memiliki peran penting dalam sebuah usaha. Tanpa adanya loyalitas dari para karyawan, bisa dipastikan pergerakan bisnis Anda tidak akan berjalan lancar dan produktivitas perusahaan pun menjadi kurang maksimal. Faktor inilah yang sering menyulitkan para pelaku UKM sehingga mereka dituntut untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam merekrut serta mengelola para karyawannya.

Meskipun begitu, mengelola para karyawan memang bukanlah perkara mudah bagi para pelaku UKM. Setiap karyawan memiliki karakter serta kemampuan yang berbeda-beda, sehingga para pelaku usaha harus bisa menjadi pemimpin yang baik dan benar-benar pintar untuk membangun komitmen karyawan.

Oleh karena itu, salah satu cara meningkatkan usaha kecil dan wirausaha sebagai lapangan kerja menguntungkan perlu memperhatikan analisa tenaga kerja seperti berikut :
  • Butuh waktu cukup lama membangun komitmen karyawan. Prinsip inilah yang harus dipahami para pelaku usaha, loyalitas serta komitmen para karyawan tidak bisa dibangun dalam waktu sehari atau dua hari. Sehingga para pengusaha bisa mengamati perkembangan masing-masing karyawan setiap harinya dengan memberikan teladan yang baik agar mereka semakin loyal dengan perusahaan yang Anda jalankan.
  • Lakukan pendekatan secara personal. Untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan, upayakan untuk selalu menjaga hubungan baik antara pengusaha dan karyawan maupun hubungan kerjasama antar masing-masing karyawan. Bila perlu, lakukan pendekatan secara personal agar hubungan Anda dan para karyawan bisa semakin dekat sehingga mereka betah berlama-lama kerja di tempat usaha Anda.
  • Bekali karyawan dengan pelatihan serta orientasi tentang perusahaan. Hampir setiap karyawan membutuhkan pelatihan serta orientasi mengenai profil usaha serta budaya kerja yang ada di perusahaan Anda. Oleh karena itu, jangan ragu-ragu untuk memberikan beberapa pelatihan khusus bagi para karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka serta memberikan tambahan orientasi mengenai gambaran usaha yang Anda jalankan. Hal ini penting agar kemampuan karyawan bisa meningkat dan fokus serta tujuan para karyawan bisa sejalan dengan visi dan misi perusahaan.
  • Dibutuhkan supervisi untuk menjaga kualitas kerja karyawan. Terkadang para karyawan membutuhkan pengawasan langsung dari para pimpinan agar kinerjanya tetap terjaga. Kondisi inilah yang menuntut para pelaku UKM untuk sesekali turun langsung mengawasi kualitas kerja karyawan atau menunjuk seorang supervisor untuk mengawasi kerja harian para karyawan. Strategi ini cukup efektif sehingga kualitas kerja karyawan tetap terjaga dan target yang ditentukan perusahaan bisa tercapai setiap bulannya.

Oleh karena itu, tentu saja diperlukan banyak pemahaman dan strategi mengenai pendekatan ketenagakerjaan. Usaha kecil tidak hanya mengenai modal, namun juga analisis pasar dan perangkat usaha seperti karyawan. Dengan demikian, usaha kecil dengan dorongan program seperti PPMK dan program-program peningkatan ekonomi produktif lainnya dapat benar-benar berjalan sesuai rencana usaha yang diinginkan. 

Meningkatkan Usaha Kecil Kelurahan Dusun Besar Melalui PPMK

September 30, 2012 Add Comment
Usaha Mikro Bengkulu
Cara Meningkatkan Usaha Kecil Di Kelurahan Dusun  Besar Melalui PPMK merupakan angin segar bagi pelaku usaha rumahan. Adanya program ini menjadi kabar baik dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan khususnya masyakat kurang mampu, berpenghasilan rendah dan tidak memiliki modal namun berpotensi.



Dengan demikian, opini masyarakat bahwa PNPM lebih identik dengan infrastruktur dapat berubah, karena dana yang akan dicairkan dalam program ini sepenuhnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan ekonomi dan peningkatan usaha produktif.


BKM Danau Indah Kelurahan Dusun Besar merupakan salah satu dari 15 Kelurahan di Propinsi Bengkulu penerima dana program PPMK tahun 2012. Sebagai informasi, terdapat 596 Kelurahan di Indonesia yang akan mendapat dana ini, 499 diantaranya akan direalisasikan tahun 2012 dan selebihnya tahun 2021. 15 Kelurahan di Bengkulu tersebar di 3 Kabupaten/Kota. Untuk wilayah dampingan Tim3 terdapat 3 Kelurahan yang menjadi penerima manfaat program, yaitu BKM Danau Indah Dusun Besar, BKM Gedang Bersatu Kelurahan Jalan Gedang, dan BKM Panorama Bersama Kelurahan Panorama. BKM yang disebut terakhir merupakan BKM yang akan menerima manfaat pada tahun 2021.  Masing-masing BKM akan mendapat stimulan dana sebesar Rp 100 juta dan akan dibagikan ke KSM-KSM yang telah memenuhi syarat verifikasi. 

Cara meningkatkan usaha kecil di Kelurahan Dusun Besar melalui PPMK ini seolah menjadi kabar baik, karena saat ini di wilayah ini terdapat banyak jenis usaha kecil yang produktif dan sebelumnya telah menjadi penerima manfaat program PNPM melalui kegiatan Ekonomi Bergulir baik dengan dana APBN maupun daerah (DDUB-APBD), dan sebelumnya telah bergabung dalam sejumlah KSM pemanfaat. Oleh karena itu, berdasarkan pedoman PPMK, bahwa KSM yang dibentuk adalah KSM aneka usaha, usaha sejenis maupn usaha bersama (KUBE), maka para pelaku usaha kecil tersebut bergabung membentuk kelompok yang dimaksud oleh pedoman, sehingga saat ini telah terdapat 5 KSM calon penerima PPMK, terdiri dari 2 KSM KUBE, 2 KSM usaha sejenis dan 1 KSM aneka usaha. Meskipun begitu, proses verifikasi tetap akan dijalankan, terutama menyangkut perangkat database mereka sebagai warga PS2 (warga miskin) yang tercantum dalam PJM Pronangkis. 

Cara meningkatkan kapasitas
Bpk. Dediyanto, Korkot Kota, mengharapkan kerja sama yang efektif di tubuh BKM

"Usaha kecil melalui dorongan PPMK ini diharapkan menjadi pemicu optimisme warga miskin bahwa mereka layak memperoleh kesejahteraan ekonomi seperti warga lainnya. Oleh karena itu sangat diperlukan kerja sama yang baik antara BKM, UPK-Dewan Pengawas dan Fasilitator untuk memfasilitasi bahwa KSM yang dimaksud di buku pedoman PPMK memang telah melalui verifikasi yang baik sehingga tidak salah sasaran. PPMK kali ini ditujukan kepada anggota KSM yang sedang menjalankan usaha yang dimaksud sehingga indikator tingkat pengembalian menjadi prasyarat program sejenis akan diterapkan secara merata oleh lembaga-lembaga lain sebagai wujud kemitraan, dan memang itu yang kita harapkan," demikian disampaikan oleh Bapak Dediyanto,SPt., Koordinator Kota PNPM-Mandiri Perkotaan pada acara sosialisasi PPMK dan Tinjauan Partisipatif di Kelurahan Dusun Besar. 

Salah satu pertimbangan mendasar prospek PPMK ini adalah pemberdayaan usaha kecil dan industri kreatif dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja. Artinya, keberadaan PPMK diharapkan dapat menjadi perangsang munculnya KSM-KSM lain, karena dengan adanya KSM-KSM yang lebih banyak mencerminkan bahwa program ini benar-benar bermanfaat terhadap usaha produktif.

usaha kecil dan industri produktif
Bpk. Budiarto, UPK Danau Indah, diperlukan monitoring dan strategi yang efektif terhadap KSM


 Bapak Budiarto, UPK BKM Danau Indah Kelurahan Dusun Besar menyambut baik program ini. Ini menjadi momentum bagi dunia usaha kecil, dan tentunya membutuhkan pendampingan KSM yang efektif sehingga program ini tepat sasaran. "Cara untuk membangun masyarkat cerdas, terutama dalam program PPMK ini, tidak terlepas dari strategi pendekatan dan monitoring yang dilakukan sehingga KSM-KSM benar-benar bertanggung jawab terhadap usahanya," demikian dipaparkan oleh beliau. Dalam pelaksanaannya kelak, kemungkinan dalam dana bergulir akan diterapkan berbeda pada masing-masing KSM tergantung pada kemampuan setiap anggota KSM, tentunya setelah melakukan analisis yang mendekati terhadap potensi usahanya.

Cara meningkatkan usaha kecil
Keripik Pisang Cokelat, Makanan Cemilan Khas Terlaris Bengkulu Expo 2012, menjadi sajian saat sosialisasi

Dalam acara sosialisasi tersebut, para undangan disuguhi dengan makanan ringan hasil olahan rumah tangga yang dikelola oleh salah seorang calon penerima PPMK dari KSM usaha sejenis, yaitu keripik pisang coklat (silahkan baca Artikel Usaha : Keripik Pisang Coklat, Makanan Ringan Terlaris Bengkulu Expo 2012) cemilan lainnya. Salah satu cara meningkatkan usaha kecil agar memiliki nilai lebih menguntungkan adalah dengan menyediakan makanan-makanan cemilan khas pada saat acara-acara pertemuan lintas lembaga, sehingga produk usaha kecil tersebut lebih dikenal dan memiliki nilai tersendiri.

Pemberdayaan dan Manfaat PPMK, Harapan Usaha Produktif

September 28, 2012 Add Comment

Program Usaha Warga Miskin
Pemberdayaan dan Manfaat PPMK, Sebuah Harapan Usaha Produktif - Pelatihan sekaligus penguatan aspek-aspek pemberdayaan dalam rangka peningkatan kesejahteraan melalui usaha produktif berbasis komunitas telah selesai diselenggarakan.

Pelatihan program Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK) PNPM-Perkotaan berlangsung sejak tanggal 18-25 September 2012, di mana kegiatan tersebut dibuka oleh Tim Advisori PNPM-Perkotaan.


Manfaat program PPMK diharapkan dapat meningkatkan kuantitas kelompok-kelompok swadaya masyarakat (KSM), dimana dengan meningkatnya jumlah KSM maka diasumsikan bahwa dana program PPMK benar-benar berhasil menjadi salah satu stimulan dalam meningkatkan usaha-usaha produktif yang ada di masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu yang sedang menjalankan usaha potensial.

Seyogyanya program PPMK ini telah beberapa kali berganti nama, mulai dari livelihood, PMPK (Peningkatan Mata Pencaharian Keluarga) hingga PPMK, dan ini disebabkan oleh pembahasan substansial dan keterkaitan antar aspek dan elemen di dalamnya satu sama lain. Oleh utusan tim advisori, hal ini merupakan sebuah perjuangan agar segala aspek yang bersentuhan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin benar-benar sinergi.

Secara nasional, PPMK akan diserap oleh 596 kelurahan, dimana 499 kelurahan di antaranya akan direalisasikan pada tahun anggaran 2012 dan selebihnya 97 kelurahan di tahun 2021. Bengkulu merupakan salah satu daerah yang 15 kelurahannya yang tersebar di 3 kabupaten/kota akan dilaksanakan pada tahun 2012, dan 1 kelurahan di tahun 2021.

Adakah manfaat pelatihan sebagai cara meningkatkan kapasitas pemberdayaan masyarakat khususnya dalam mensukseskan PPMK ? Tentu saja diharapkan ada, dan semuanya tergantung kepada pelaksanaan di lapangan. Adanya pelatihan-pelatihan penguatan seperti ini merupakan cara untuk mendorong pemberdayaan sejalan dengan aspek proyek.

Salah satu poin penting yang menjadi bahan perhatian dalam salah satu sesi pelatihan ini dan benar-benar harus dipertimbangkan dalam pelaksanaannya di lapangan adalah cara meningkatkan semangat kerelawanan dengan mendorong inisiatif dan kreatifitas lembaga masyarakat, khususnya BKM dan KSM selaku kelompok usaha produktif yang akan menjadi calon pemanfaat dana program. BKM merupakan suatu kelompok kolektif yang benar-benar harus kuat dan mempunyai kapasitas kemandirian yang tinggi, termasuk unsur UPK selaku salah satu unit pelaksana yang mengelola keuangan lembaga. Peranan UPK sangat penting dalam hal pembukuan, karena dalam alur penggunaan dana baik reguler (APBN) dalam wujud kegiatan ekonomi bergulir, DDUB (APBD) maupun PMPK ini sumber data pengembalian pinjaman dan KSM peminjam bersumber dari unit ini. Pada tahap verifikasi KSM yang diusulkan oleh BKM, track record pemanfaatan kegiatan ekonomi bergulir merupakan hal penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, yaitu kredit macet.

Maka, sebuah harapan yang besar tentunya bagi para pelaku usaha mikro produktif khususnya warga kurang mampu dengan adanya produk-produk stimulan yang benar-benar nyata. Sejatinya, tahun 2012-2021 merupakan periode yang secara konsep PNPM merupakan fase mandiri, di mana pada fase ini BKM dampingan telah mengelola kelompok-kelompok masyarakat dengan usaha produktif dan telah memiliki ikatan kemitraan atau kerja sama dengan lembaga-lembaga lain sehubungan dengan itu. PPMK sendiri mensyaratkan KSM calon penerima program ini dengan beberapa item, yaitu BKM sudah pada fase berdaya, rekomendasi audit pembukuan 3 bulan terakhir khususnya Bengkulu (Desember 2021-Februari 2012) Wajar Tanpa Pengecualian, dan pembukuan sekretariat dengan status memadai. 

Semoga saja dengan pelatihan ini, fasilitator sebagai peserta pelatihan dan juga pelaku di lapangan benar-benar dapat menjalankan peran fungsinya mengawal program PPMK agar benar-benar terlaksana sesuai pedoman dan sejalan dengan harapan.