Jasa Label Produk dari Kanal Mitravisi di Media Info

October 18, 2012 Add Comment
Jasa Iklan Blog Media Info
Jasa Iklan, Labelling Merk Produk dan Promosi Analisa Produk kini hadir di Media Info bersama Kanal MitraVisi. Kanal MitraVisi merupakan sebuah lembaga multikanal yang memiliki banyak misi kewirausahaan.


Beberapa misi dan langkah yang dilakukan untuk mengembangkan lembaga ini berikut media yang diwadahinya di blog Media Info yaitu dengan membuka peluang usaha jasa iklan, labeling merk produk dan review atau promosi/reviewDalam hal ini, produk yang direview adalah produk-produk usaha kecil maupun menengah dalam rangka untuk memperluas peluang pemasaran dan peluang penjualan dari hasil usaha perorangan maupun kolektif (UKM) serta kemitraaan.

Latar Belakang
Secara konseptual, kerangka dari lembaga Kanal MitraVisi ini telah dua tahun yang lalu dirancang, dengan konsep awal berupa lembaga pemberdayaan masyarakat dan badan usaha kecil menengah (UKM), namun karena ada lagi usulan yang berkembang, di mana lembaga ini sekalian saja dijadikan sebagai lembaga perusahaan perorangan, berupa jasa yaitu Event Organizer, menyebabkan realisasi kewadahan serta aktivitas organisasi menjadi mengambang. Oleh karena itu, sembari mengonsep ulang organisasi ini, admin sekaligus pendiri juga mencoba alternatif lain dalam melakukan kegiatan keswadayaan dalam konteks pemberdayaan dan pengembangan kapasitas masyarakat, juga melakukan kegiatan niaga berupa jasa pemasaran, review produk, periklanan dan lain-lain yang memungkinkan untuk dijalankan.


Jasa Label dan Review yang dikembangkan oleh Kanal MitraVisi berupa review usaha kelembagaan, review produk dan review prestasi usaha serta pelabelan. Konsep yang ditawarkan tentu saja memiliki nilai usaha, namanya saja sudah jasa review tentu dari situ diharapkan ada imbal balik berupa biaya jasa.


Keuntungan Menggunakan Layanan di Media Info
Kelebihan dan keuntungan yang ditawarkan melalui Jasa Review di Kanal MitraVisi antara lain yaitu usaha dan produk yang produktif memiliki kemungkinan besar mencapai pasar yang lebih luas, biaya jasa sangat murah dan ekonomis yang dapat dinegosiasikan. Selain itu, usaha dan produk yang direview tidak seperti kebanyakan iklan yang ditayangkan melalui PPC dan sejenisnya, di Kanal MitraVisi menyiapkan satu halaman full khusus artikel yang dimaksud, dan akan menjadi arsip abadi yang akan terus ditayangkan dan dipublikasikan secara rutin. 


Syarat-syarat
Syarat-syarat untuk menjadi klien Jasa Review sangat mudah, cukup memberikan ilustrasi singkat usaha dan produk yang akan direview dan ditayangkan, berikut dokumentasi mengenai produk tersebut, alamat usaha, lamanya usaha yang telah dijalankan, dan pangsa pasar yang telah dijalani, misalnya di pasar rakyat, di toko tradisional maupun modern, dan even-even yang pernah diikuti baik lokal maupun nasional (hal ini tidak menjadi patokan). 


Produk dan Harga
Harga produk jasa di Media Info bersama Kanal Mitravisi sangat variatif tergantung jenis jasa yang digunakan.

1. Jasa Iklan
Media Info menyediakan space atau ruang iklan untuk dijadikan media promosi produk usaha baik usaha kecil perorangan, kelompok, maupun usaha dampingan seperti BKM/KSM dari PNPM-P2KP.
Untuk ruang dan banner iklan ukuran :
-  250 x 250 di bagian atas atau badan blog berharga Rp 45.000,-
-  250 x 250 di bagian bawah badan blog berharga Rp 35.000,-
-  125 x 125 di bagian atas atau badan blog berharga Rp 35.000.-
-  125 x 125 di bagian bawah badan blog berharga Rp 25.000,-
-  Banner horizontal di badan postingan artikel Rp 45.000,-
-  Banner Vertikal di widget sisi kiri atau kanan Rp 75.000,-
Syaratnya anda cukup mengirimkan 3 buah foto yang berbeda dari setiap produk yang ingin diiklankan agar kami bisa melakukan editing dan ditampilkan di blog Media Info. Atau bila anda sudah memiliki banner sendiri dengan ukuran yang sesuai dengan kami cantumkan di atas, anda cukup mengirimkan link yang sebelumnya telah anda simpan di file directory situs lainnya. 

2. Jasa Promosi (Review) Produk
Untuk jasa artikel review dari setiap produk harganya sama, yaitu cuma Rp 15.000,- saja. Akan lebih baik bila artikel review produk sekaligus promosi dipaketkan dengan gambar iklannya. Produk yang direview akan di-link-kan langsung ke iklan yang ditampilkan di halaman blog. Artikel produk yang direview merupakan cara untuk melakukan promosi secara online. Semakin sering direview dan diupdate, semakin tinggi rating artikelnya, dan semakin tinggi rating artikelnya maka semakin luas promosinya, ini sangat berbeda dengan cara untuk promosi yang dilakukan di surat kabar.

3. Jasa Label Merek Produk
Untuk pelabelan merek produk, harga tergantung ukuran label yang akan ditempelkan di produk, misalnya untuk kerupuk rengginang ukuran kemasan 125 gr akan berbeda harganya dengan kerupuk tempe kemasan 500 gr. Anda cukup mengirimkan foto produk usaha anda, berikut kalimat yang anda inginkan tampil di label merek tersebut.


Bila anda tertarik, anda bisa mengirimkan email pemesanan di  robenitodeharianja003@gmail.com atau di shadow_80string@yahoo.com, dapat pula menghubungi langsung atau via sms di 081275582550, 24 jam. Begitu anda order, kami langsung konfirmasi ulang kepada klien untuk memastikan biaya sebelum pemesanan ditayangkan di Media Info.


Kanal MitraVisi adalah Jasa Review Mitra Usaha Anda

Strategi Menaikkan Target 50% Koperasi Bertaraf Dunia

October 16, 2012 Add Comment
artikel usaha

Usaha Kecil dan Strategi Menaikkan Target 50% Koperasi Bertaraf Dunia diharapkan dapat menjadi stimulan terhadap meningkatnya perekonomian nasional. Dengan hadirnya koperasi bertaraf dunia, maka industri kecil bisa menjadi lebih kompetitif dan membantu mendorong lapangan pekerjaan baru.

Selain strategi peningkatan usaha kecil dengan revitalisasi pasar, pemerintah juga melakukan strategi lain yaitu menargetkan 50 persen dari seluruh koperasi di Indonesia sudah bertaraf internasional. Keyakinan itu dilihat dari pertumbuhan aset yang semakin melesat "Banyak koperasi di Indonesia dan kini yang besar mencapai 100 koperasi. Dalam waktu lima tahun lagi. 50 persennya (jumlah koperasi di Tanah Air] akan bertaraf internasional," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Syarifuddin Hasan saat peluncuran Indosat Solusi UKM di Jakarta, Senin (10/9).


Kementerian Koperasi dan UKM pada 2012 ini menargetkan sebanyak 200 ribu unit usaha koperasi. Per posisi Juli 2012 tercatat 192.943 koperasi di seluruh Indonesia. Sepanjang periode semester pertama 2012, pencapaian target pendapatan usaha koperasi ini sebesar Rp 17 triliun lebih atau hampir mencapai 50 persen dari target Rp 35 triliun. Syariefuddin yakin, koperasi tetap menjadi penopang ekonomi Indonesia. Maka dari itu, dia berharap 50 persen koperasi di Indonesia berstandar dunia.

Usaha kecil UKM dan koperasi menjadi penyokong ekonomi nasional saat ini, dikarenakan ekonomi makro secara global masih dalam ketidaknyamanan dan ketidakstabilan. Adanya usaha kecil dan koperasi menjadi salah satu faktor mengapa ekonomi nasional masih mampu bertahan di tengah-tengah kolapsnya ekonomi di negara-negara maju di Eropa.

"Syarat status koperasi bertaraf internasional adalah mendapat pengakuan International Cooperative Alliance (ICA). Menurut menteri, tahun ini ICA akan mengeluarkan daftar 300 koperasi terbaik. "Dari Indonesia, ada lima koperasi kelas internasional." tuturnya. Bisnis baik saja tidak menjalin sebuah koperasi mendapat status "koperasi bertaraf internasional" Karena, diperlukan dukungan teknologi, minimal sudah dikuasai para pengurus.



(referensi : Kemenkop-UKM : Pemerintah Targetkan 50 Persen Koperasi Bertaraf Dunia )

Pemberdayaan Dan Tantangannya Di Indonesia

October 08, 2012 Add Comment
Pemberdayaan Masyarakat Dan Tantangannya
Pemberdayaan merupakan salah satu pendekatan yang menjadi tumpuan terhadap pengentasan permasalahan di Indonesia. Dengan konsep dan aplikasi yang ada di dalamnya, diharapkan paradigma pembangunan yang sebelumnya berlangsung dapat perlahan-lahan mengubah wajah sosial Indonesia, baik terhadap masyarakatnya sendiri dan juga di dunia.


Tak bisa ditampik, gemuruh pembangunan yang dilakukan pemerintah telah menuai hasil: perbaikan ekonomi terus terjadi. Pertumbuhan ekonomi, misalnya, rata-rata di atas 6 persen per tahun sejak tahun 2021. Di tahun 2021, pertumbuhan ekonomi memang sempat terkoreksi pada angka 4,6 persen. Tapi, itu adalah hal yang bisa dimaklumi. Kala itu, badai krisis ekonomi global tengah menerpa.


Dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 4,6 persen pun sebetulnya kita patut diacungi jempol. Pasalnya, kita bisa tumbuh positif dan moderat sementara pada saat yang sama banyak negara-negara di dunia mengalami resesi dan tumbuh negatif. Bahkan, angka pertumbuhan sebesar itu telah menempatkan kita sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia setelah China dan India. Ini tidak terlepas dari peran usaha kecil UKM dan koperasi dalam mendorong peningkatan ekonomi nasional.


Seiring pertumbuhan ekonomi yang mengesankan, pendapatan per kapita terus meningkat. Di tahun 2021, misalnya, telah mencapai 3.543 dollar AS. Dengan angka pendapatan per kapita sebesar ini, kita telah tercatat sebagai negara dengan penduduk berpendapatan menengah (middle income country). Hal ini tentu berkaitan dengan cara meningkatkan usaha kecil dan ekonomi dengan optimalisasi potensi ekonomi.


Sejumlah tantangan dan Solusi
Sayangnya, perbaikan ekonomi masih menyisakan tiga tantangan berikut: kemiskinan (poverty), kerentanan (vulnerability), dan ketimpangan (inequality).Selama ini, gemuruh pertumbuhan ekonomi memang telah mendongkrak proporsi kelas menengah. Namun, juga masih menyisakan kelompok miskin dan rentan. Sepanjang tahun 2003-2021, jumlah penduduk kelas menengah, yakni mereka yang memiliki pengeluaran sebesar 360 ribu – 3,6 juta rupiah per bulan, memang telah bertambah dari 80,8 juta orang (37,6 persen) pada tahun 2003 menjadi 133,4 juta orang pada tahun 2021. Namun, pada Maret 2012, jumlah penduduk miskin mencapai 29,13 juta orang (11,96 persen), sementara penduduk rentan miskin (hampir miskin) mencapai 26,39 juta orang (10,83 persen).


Dalam satu dekade terakhir, penurunan tingkat kemiskinan berjalan lambat. Bahkan, ada kecenderungan semakin jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2021. Celakanya, ini juga dibarengi dengan ketimpangan pendapatan yang kian melebar. Indek Gini, yang merupakan indikator untuk mengukur ketimpangan pendatan, bahkan telah menembus rekor tertinggi, yakni mencapai 0,41 di tahun 2021. Artinya, ketimpangan pendatan telah memasuki skala medium. Meskipun demikian tetap harus diwaspadai mengenai akurasi data dan angkat kemiskinan ini dalam hubungannya antara pemberdayaan dan perbedaan angka profil kemiskinan di Indonesia.


Di antara penyebab penurunan kemiskinan berjalan lambat adalah dua hal berikut: kebijakan penanggulangan kemiskinan yang kurang tepat karena kurang memperhatikan karakteristik kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi kurang berkualitas. Hal ini terkait  antara pemberdayaan dan 50% penduduk Indonesia menjadi miskin.


Ada empat karakteristik utama kemiskinan di Indonesia. Pertama, tingkat kesenjangan kemiskinan antar provinsi sangat tinggi. Pada Maret 2012, misalnya, tingkat kemiskinan di Jakarta sebesar 3,69 persen, sementara di Papua mencapai 31,11 persen. Hal ini tentu tidak terlepas dari disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah yang masih tajam. Faktual, sampai saat ini aktivitas ekonomi masih terkonsentrasi di Jawa.


Kedua, kesenjangan kemiskinan antara kota dan desa juga tinggi. Pada Maret 2012, misalnya, tingkat kemiskinan di perkotaan sebesar 8,2 persen, sementara di pedesaan mencapai 15,12 persen. Selain itu, sebagian besar rumah tangga miskin tinggal di pedesaan (63 persen) dan menggantungkan hidupnya di sektor pertanian (71,26 persen).


Ketiga, jumlah penduduk yang hidup di sekitar garis kemiskinan (hampir miskin) cukup banyak. Mereka tidak tergolong miskin, tetapi rentan terhadap kemiskinan. Mereka bakal jatuh miskin jika sewaktu-waktu terjadi gejolak ekonomi yang memukul telak daya beli mereka.


Keempat, kontribusi makanan (terutama beras) terhadap garis kemiskinan sangat tinggi. Pada Maret 2012, misalnya, kontribusi komoditas pangan terhadap garis kemiskinan sebesar 73,50 persen: beras memberi kontribusi paling dominan, yakni mencapai 29,23 persen di perkotaan dan 35,61 persen di pedesaan.


Sementara itu, pertumbuhan ekonomi yang tidak berkualitas ditunjukkan oleh sensifitasnya yang lemah terhadap penurunan kemiskinan. Hasil execises Suhariyanto (2012) menunjukkan, sepanjang tahun 2000-2021, elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap perubahan tingkat kemiskinan hanya sebebar -0.3990. Artinya, penurunan jumlah penduduk miskin untuk setiap satu persen pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 143.050 orang.


Temuan ini tentu tidak mengherankan, melihat struktur pertumbuhan ekonomi selama ini yang lebih digerakkan oleh sektor non-tradable (jasa) ketimbang sektor tradable (riil). Padahal, sebagian besar angkatan kerja kita, termasuk penduduk miskin, menggantungkan hidupnya di sektor tradable (utamanya sektor pertanian).


Jadi, tidak mengherankan kalau pendapatan per kapita terus meningkat, sementara pada saat yang sama ketimpangan pendapatan juga terus melebar karena rata-rata pengeluaran/pendapatan penduduk golongan bawah tumbuh lebih lambat dibanding kelompok kelas menengah dan kaya.


Dengan memperhatikan apa yang telah diuraikan sebelumnya, maka: (1) perlu dirancang program penanggulangan kemiskinan (dalam skala besar) yang fokus di daerah pedesaan, baik di sektor pertanian (untuk petani gurem dan nelayan) maupun sektor non-pertanian (untuk buruh tani); (2) pertumbuhan ekonomi harus inklusif, pertumbuhan yang dibarengi dengan pemerataan hanya akan terwujud jika pembangunan sektor pertanian-pedesaan menjadi prioritas, kebijakan perpajakan dan subsidi yang benar (subsidi orang), dan relokasi akonomi di luar Jawa; (3) program penanggulangan kemiskinan harus dibuat berbeda untuk wilayah perkotaan dan pedesaan (juga antar provinsi), karakteristik daerah harus diperhatikan, dan terkait hal ini peran pemerintah daerah mutlak diperlukan; (4) program penanggulangan kemiskinan juga harus memperhatikan penduduk yang rentan miskin, bukan hanya yang miskin; dan (5) harga komoditas pangan, terutama beras, harus stabil.

Indikator Keberhasilan Dalam Pendampingan Masyarakat

October 08, 2012 Add Comment
Pemberdayaan Masyarakat Di Bengkulu
Apa Indikator Keberhasilan CD ?
  • Keberlanjutan organisasi-organisasi komunitas yang telah terbangun
  • Keberlanjutan dana dan program oleh komunitas
  • Keberlanjutan visi, misi, prinsip dan nilai-nilai yang dianut dalam pelaksanaan CD program
 Apa Ciri Khas Masyarakat  Berdaya ?
  • Mampu mengidentifikasi permasalahn yang dihadapi, merumuskan serta menetapkan prioritasnya
  • Mampu merumuskan alternatif jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tersebut
  • Mampu mengorganisasikan diri, sebagai salah satu cara penanggulangan secara bersama
  • Mampu mengembangkan aturan main, nilai, norma yang disusun, disepakati serta dipatuhi bersama
  • Mampu memperluas kerjasama serta mampu menjalin ‘kemitraan’ yang setara
Kredo (keyakinan) CDO oleh Phillippine Rural Construction Movement atau lebih dikenal dengan Credo of Rural Reconstruction
  • Go to the community ( datanglah ke komunitas)
  • Life among them (hiduplah bersama mereka)
  • Learn from them ( belajarlah dari mereka)
  • Plan with them (susunlah rencana bersama mereka)
  • Start with what they know (mulailah dengan sesuatu yang mereka ketahui)
  • Build on what they have (bangunlah dengan sesuatu yang mereka miliki)
  • Teach by showing, learn by doing (mengajar sambil memeragakan, belajar sambil bekerja)
  • Not a show case but a pattern (bukan memberitahu, tetapi memberi contoh)
  • Not odds or ends but a system (bukan acak-acakan, tetapi suatu sistem)
  • Not piece meal but an integrated approach (bukan sepotong-potong tetapi sesuatu pendekatan terpadu).
  • Not to confirm but to transform (bukan  menyesuaikan, tetapi membuat perubahan)
  • Not Relief but release (bukan mengasihani, tetapi membebaskan).

(dikutip dari : Indikator Keberhasilan Pemberdayaan Komunitas)

Manfaat Besar Bagi Petani Sayur Terbentang Di Jalan Ini

October 05, 2012 Add Comment
Pemberdayaan Masyarakat Jembatan Kecil
Manfaat Besar Bagi Petani Sayur Terbentang Di Jalan Ini. Begitulah harapan yang terpancar dari wajah-wajah para penduduk RT 10 Kelurahan Jembatan Kecil yang sebagian besar adalah warga yang berprofesi sebagai petani sayuran.

Namun bukan hanya warga RT 10 saja yang berharap demikian. Warga RT lain yang memiliki aset lahan di sentra pertanian tersebut memiliki harapan yang sama, karena jalan tersebut juga menjadi akses yang selama ini sangat ditunggu untuk menjadi lalu lintas produksi.


Usaha kecil yang berada di RT 10 dan RT yang ada sekitarnya, termasuk wilayah yang berbatasan dengan kelurahan tetangga, turut merasakan imbasnya. Areal tersebut yang dulunya sering tergenang air, dan lalu lintas terbatas karena jalan setapak sehingga membatasi ruang gerak dari luar dan menuju keluar area, kini menjadi lebih mudah dan lancar. Bila sebelumnya para petani sayur musiman harus bersusah payah naik ke jalan utama yang berada lebih tinggi dari areal tersebut pada saat akan mengangkut hasil panen untuk dijual ke pasar, kini mereka bisa lebih mudah karena jalan rabat beton tersebut bisa dilalui sepeda motor sehingga lebih cepat dan lebih mudah keluar dari situ menuju jalan utama.

Membuat Jalan Dengan Swadaya
Jalan ini menjadi harapan terhadap akses produksi bagi warga petani sayur kelurahan Jembatan Kecil

Koordinator BKM Bersaudara Kelurahan Jembatan Kecil, Bpk. M.Yunus Samosir beserta perangkat strukturnya turut berbangga meskipun tidak banyak yang mengekspos hal tersebut. Baginya yang terpenting adalah bagaimana cara membuat usaha kecil menjadi usaha kecil memiliki nilai lebih yang menguntungkan, dan bagaimana cara membuat usaha kecil yang tangguh dan kreatif, dan cara meningkatkan usaha kecil dengan optimalisasi potensi ekonomi yang ada di Kelurahan Jembatan Kecil.

"Bila Bapak Mardan sukses dengan manfaat barang bekas dan eksistensi KUGERBAS-nya, saya dan teman-teman ingin melakukan hal yang sama melalui potensi yang ada di kelurahan ini, yaitu sentra produksi sayuran. Tentunya harapan itu tidak bisa diwujudkan begitu saja bila dikerjakan tanpa kerja keras dan perhatian dari pihak lain, dalam hal ini PNPM-P2KP Bengkulu. Oleh karena itu, saya berharap lembaga-lembaga lain dapat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan teman-teman dari PNPM-P2KP dan dapat menjalin kemitraan dengan masyarakat di sini", demikian disampaikan oleh Bapak M.Yunus Samosir. 

Bapak M.Yunus Samosir memiliki hubungan erat dengan para petani, karena beliau juga memberdayakan peran penyuluh pertanian. Beliau bekerja di Dinas Pertanian Propinsi Bengkulu, dan tidak sedikit informasi mengenai pertanian termasuk pembinaan kelompok-kelompok tani di Kelurahan Jembatan Kecil. 

Jalan rabat beton yang dibangun di sentra pertanian tersebut dibangun dengan menggunakan dana BLM 1 tahun 2012 sebesar Rp 25 juta dengan panjang jalan 130 meter. Jalan tersebut menjadi akses utama para petani sayur dengan pemanfaat lebih dari 50 KK, dan itu belum dihitung pula pemanfaat dari RT lain maupun kelurahan lain tetangga yaitu Tanah Patah yang penduduknya juga menjadi petani. 

Manfaat besar bagi petani sayur terbentang di jalan ini, memang benar demikian. Maka sudah menjadi tugas dan tanggung jawab semua lapisan masyarakat agar menjaga aset yang sudah dibangun untuk menjadi akses produktif di masa mendatang.


Usaha Kecil dan Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Daya Saing

October 02, 2012 Add Comment
Strategi Pemasaran Usaha
Usaha Kecil dan Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Usaha Kecil ternyata ada kaitannya. Usaha kecil tidak melulu bicara masalah modal, alat dan bahan usaha, cara pembuatan produk dan tenaga kerja saja, tapi juga strategi pemasarannya. Strategi pemasaran yang baik akan meningkatkan daya saing sebuah produk, sehingga khasanah produk menjadi lebih luas dan konsumen memiliki pilihan untuk membeli produk berkualitas namun harga terjangkau.

Usaha kecil melalui dorongan PPMK misalnya, dengan adanya kelompok usaha kecil produktif kemungkinan untuk meningkatkan pendapatan sangat besar, namun bila tidak memiliki strategi pemasaran tentu saja bisa bertolak belakang dengan hasil yang diharapkan. Bisa jadi hasil produksi menumpuk dan akhirnya membusuk karena tidak ada pasar. 

Dalam menekuni dunia bisnis, munculnya persaingan sudah menjadi hal yang lumrah dan tak bisa dielakkan lagi, ditambah lagi usaha kecil dan industri kreatif dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.  Bahkan bisa dikatakan, munculnya resiko persaingan dalam berbisnis seperti halnya peribahasa “Ada gula ada semut’. Dimana ada peluang bisnis manis, bisa dipastikan bila semut-semut kompetitor akan datang mengerumuni untuk ikut menikmati peluang manis tersebut.

Cara meningkatkan usaha kecil dan wirausaha sebagai lapangan kerja menguntungkan tentunya harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk di dalamnya strategi bisnis atau strategi pemasarannya.Untuk mengantisipasi gempuran persaingan pasar dari para kompetitor, tidak ada salahnya bila Anda mempersiapkan strategi pemasaran sedini mungkin untuk memenangkan persaingan yang ada di sekitar Anda.

Lalu, kira-kira bagaimana cara meningkatkan usaha kecil agar memiliki nilai lebih menguntungkan serta memiliki daya saing ?
  1. Aktif mengamati perkembangan pasar dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan. Perubahan minat dan kebutuhan para konsumen, tentunya menjadi salah satu faktor penting yang perlu Anda perhatikan. Karenanya, untuk bisa memberikan nilai tambah bagi konsumen Anda, lakukan survey pasar secara rutin agar Anda bisa meng-upgrade kualitas produk dan jasa yang Anda tawarkan. Contohnya saja seperti menjalankan bisnis kuliner, sekarang ini banyak konsumen yang menyukai pelayanan cepat, mudah, dan murah. Tidaklah heran bila kondisi tersebut mulai mendorong para pelaku bisnis kuliner untuk menawarkan jasa delivery order untuk memancing minat konsumen dan meningkatkan daya saing bisnisnya di tengah ketatnya persaingan pasar.
  2. Aktif mempromosikan brand bisnis yang Anda miliki. Seperti kita ketahui bersama, kepopuleran brand bisnis yang Anda usung memberikan nilai tambah tersendiri bagi perkembangan bisnis Anda. Ketika brand bisnis Anda sudah dikenal masyarakat luas, tidak menutup kemungkinan bila kepercayaan konsumen akan terbangun. Bahkan, mereka tidak segan-segan untuk loyal terhadap brand Anda dan mempromosikannya kepada orang lain di sekitarnya. Strategi promosi inilah yang membuat Starbuck Coffe berhasil memenangkan persaingan dan dikenal para konsumen hingga berbagai belahan negara.
  3. Mencari tahu mengenai kelemahan dan kelebihan para pesaing. Selain aktif mengevaluasi faktor internal di perusahaan Anda, langkah lain yang perlu Anda jalankan yaitu mencari informasi mengenai kelemahan dan kelebihan para pesaing. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui seberapa besar potensi Anda untuk memenangkan persaingan pasar, serta memanfaatkan kelemahan pesaing untuk mengangkat kelebihan produk Anda.
  4. Mempertahankan kekuatan produk Anda. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan kompetitor Anda, ada baiknya bila Anda mempertahankan kekuatan produk yang Anda miliki untuk menjaga loyalitas para konsumen. Apabila produk Anda sudah mengena di hati konsumen, maka peluang mereka untuk berpaling ke produk lain sangatlah kecil. Kunci inilah yang mengantarkan produk Pepsodent sampai hari ini berhasil menguasai pasar dan menjadi salah satu merek pasta gigi yang banyak dipilih para konsumen.
  5. Berani mengambil tantangan. Untuk menarik minat konsumen, banyak pelaku usaha yang mengambil tantangan besar untuk meningkatkan daya saing bisnisnya. Strategi ini bisa dijalankan para konsumen dengan menawarkan inovasi-inovasi baru yang belum pernah ditemui para konsumen. Misalnya saja seperti memproduksi barang atau jasa unik yang belum ada di pasaran, atau bisa juga mengadakan event promosi besar-besaran yang melibatkan para konsumen.
Ingat, semakin tinggi daya saing yang Anda ciptakan, maka semakin besar pula peluang yang Anda miliki untuk memenangkan persaingan pasar. Dengan lebih sering membaca artikel-artikel usaha cara meningkatkan usaha kecil dan UKM dengan manfaat internet, atau strategi bisnis dalam pemasaran dan promosi produk UKM dengan media sosial di internet, atau juga cara membuat usaha kecil lebih tangguh dan kreatif serta referensi lainnya diharapkan dapat menjadi sumber dan media info agar usaha yang direncanakan dapat dijalankan sesuai yang diharapkan.


(sumber : BisnisUKM : Tips Pemasaran Meningkatkan Daya Saing Bisnis Anda )

Strategi Pelaku Usaha Kecil dan UKM Dalam Mengelola Karyawan

October 02, 2012 Add Comment
Dalam menghadapi dunia usaha, Strategi Pelaku Usaha Kecil dan UKM Dalam Mengelola Karyawan sangatlah perlu untuk dipertimbangkan, karena hal ini berhubungan dengan keberlangsungan usaha tersebut. Bila tidak melakukan perhitungan dan analisa dengan cermat, bisa-bisa usaha menjadi kolaps alias bangkrut. 
Tenaga kerja atau karyawan merupakan salah satu hal yang krusial yang menjadi aspek berhasil tidaknya usaha tersebut. Usaha kecil dan industri kreatif membuka lapangan kerja baru, sehingga secara tidak langsung dapat mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.

Terdapat kaitan antara pemberdayaan dan perbedaan angka kemiskinan, namun demikian hal tersebut tetaplah harus disikapi dengan pola dan langkah strategis khususnya bagi para pelaku usaha kecil yang berada pada garis status kemiskinan yang dimaksud, karena salah satu cara meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kurang mampu adalah melalui intervensi stimulan usaha kecil.

Pemberdayaan dan pertumbuhan ekonomi yang tidak optimal menjadi kajian yang juga memiliki keterkaitan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, utamanya usaha kecil. Bila pengelolaan tidak dilakukan secara optimal, tentu saja berakibat lebih luas.

Dalam hubungannya dengan tenaga kerja atau karyawan yang direkrut oleh pelaku usaha kecil, seorang karyawan memiliki peran penting dalam sebuah usaha. Tanpa adanya loyalitas dari para karyawan, bisa dipastikan pergerakan bisnis Anda tidak akan berjalan lancar dan produktivitas perusahaan pun menjadi kurang maksimal. Faktor inilah yang sering menyulitkan para pelaku UKM sehingga mereka dituntut untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam merekrut serta mengelola para karyawannya.

Meskipun begitu, mengelola para karyawan memang bukanlah perkara mudah bagi para pelaku UKM. Setiap karyawan memiliki karakter serta kemampuan yang berbeda-beda, sehingga para pelaku usaha harus bisa menjadi pemimpin yang baik dan benar-benar pintar untuk membangun komitmen karyawan.

Oleh karena itu, salah satu cara meningkatkan usaha kecil dan wirausaha sebagai lapangan kerja menguntungkan perlu memperhatikan analisa tenaga kerja seperti berikut :
  • Butuh waktu cukup lama membangun komitmen karyawan. Prinsip inilah yang harus dipahami para pelaku usaha, loyalitas serta komitmen para karyawan tidak bisa dibangun dalam waktu sehari atau dua hari. Sehingga para pengusaha bisa mengamati perkembangan masing-masing karyawan setiap harinya dengan memberikan teladan yang baik agar mereka semakin loyal dengan perusahaan yang Anda jalankan.
  • Lakukan pendekatan secara personal. Untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan, upayakan untuk selalu menjaga hubungan baik antara pengusaha dan karyawan maupun hubungan kerjasama antar masing-masing karyawan. Bila perlu, lakukan pendekatan secara personal agar hubungan Anda dan para karyawan bisa semakin dekat sehingga mereka betah berlama-lama kerja di tempat usaha Anda.
  • Bekali karyawan dengan pelatihan serta orientasi tentang perusahaan. Hampir setiap karyawan membutuhkan pelatihan serta orientasi mengenai profil usaha serta budaya kerja yang ada di perusahaan Anda. Oleh karena itu, jangan ragu-ragu untuk memberikan beberapa pelatihan khusus bagi para karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka serta memberikan tambahan orientasi mengenai gambaran usaha yang Anda jalankan. Hal ini penting agar kemampuan karyawan bisa meningkat dan fokus serta tujuan para karyawan bisa sejalan dengan visi dan misi perusahaan.
  • Dibutuhkan supervisi untuk menjaga kualitas kerja karyawan. Terkadang para karyawan membutuhkan pengawasan langsung dari para pimpinan agar kinerjanya tetap terjaga. Kondisi inilah yang menuntut para pelaku UKM untuk sesekali turun langsung mengawasi kualitas kerja karyawan atau menunjuk seorang supervisor untuk mengawasi kerja harian para karyawan. Strategi ini cukup efektif sehingga kualitas kerja karyawan tetap terjaga dan target yang ditentukan perusahaan bisa tercapai setiap bulannya.

Oleh karena itu, tentu saja diperlukan banyak pemahaman dan strategi mengenai pendekatan ketenagakerjaan. Usaha kecil tidak hanya mengenai modal, namun juga analisis pasar dan perangkat usaha seperti karyawan. Dengan demikian, usaha kecil dengan dorongan program seperti PPMK dan program-program peningkatan ekonomi produktif lainnya dapat benar-benar berjalan sesuai rencana usaha yang diinginkan.